Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 73


__ADS_3

Saat suara teriakan itu terdengar, semua anggota keluarga Yun tetua dan tetua Soin Yun sangat terkejut dengan suara teriakan kesakitan oleh orang tersebut.


Karena suara teriakan orang tersebut sepertinya tidak asing bagi mereka semua, hal itu membuat suasana di antara para anggota keluar, tetua dan tetua Soin Yun yang berkumpul di sana menjadi sunyi tanpa suara.


MEreka hanya saling melihat dan bertatap mata mata saja tanpa ada suara sedikit pun, karena mereka bingung, panik, takut dan tidak percaya dengan apa yang mereka pikirkan saat ini setelah mendengar suara teriakan kesakitan yang tidak asing bagi telinga mereka semua.


Saat ini mereka semua mengalihkan mata mereka dan pandangan mereka ke arah debu debu yang semakin sedikit dan semakin menghilang, agar bisa melihat jelas siapa yang kesakitan tadi.


Siapa yang masih berdiri di sana dan siapa yang tergeletak di bawah sana yang tadi di patahkan tulang tangannya dan berteriak kesakitan.


Semakin debu debu menghilang dan semakin jelas pandangan mereka semua. Saat debu belum sepenuhnya menghilang tapi sudah terlihat lumayan jelas siapa yang berdiri dan tergeletak di bawah.


Semua anggota keluarga, tetua keluarga besar Yun dan tetua Soin Yun terkejut, karena pemandangan ini tidak seperti yang mereka inginkan, bahwa Kurnia yang tergeletak di tanah.


Akan tetapi malah sebaliknya, yang tergeletak di tanah dan tangannya yang patah sebelumnya adalah tetua keluarga besar Yun mereka.


" Apakan ini nyata? kenapa bisa seperti ini? bahkan senior dan tetua keluarga Yun saja tidak bisa mengalahkan orang itu. walau sudah menyerang bersama sama." (kata salah satu anggota keluarga besar Yun)


" Aku rasa aku pernah melihat jurus yang di keluarkan oleh orang itu. Tapi aku tidak ingat di mana tepatnya aku pernah melihat jurus itu." (kata salah satu anggota keluarga Yun)


Semakin lama semakin banyak orang dari keluarga besar Yun curiga dengan identitas Kurnia.


Dan itu juga hal yang sama di pikirkan oleh tetua Soin Yun. Tetua Soin Yun sekarang lebih pucat wajahnya dari pada anggota keluarga Yun lainnya.

__ADS_1


Karena tetua Yun sudah yakin dengan tebakannya sekarang. Bahwa siapa orang yang ada di depannya tersebut dan berani membuat onar di kediaman keluarga Yun nya itu.


" Apakah bocah itu benar benar dia? Kalau sampai orang itu adalah dia. Aku akan tamat sekarang. Juga aku yakin sekali bahwa dia kemari karena Landing Chen dan ingin membalas dendam kepada kami semua. Pantas saja kepala keluarga menyuruhku untuk kemari dan dia tidak menampakkan hidungnya di sini. Pasti kepala keluarga sudah tau kalau dia lah yang datang kemari." (batin tetua Soin Yun)


Yang di maksud oleh tetua Soin Yun tidak lain adalah Kurnia. Sekarang tetua Soin Yun bingung harus berbuat apa. Sebab kalau pun dia mau melawan Kurnia dia tidak mungkin bisa menang.


Semakin tetua Soin Yun berpikir semakin cemas dia.


" Aku sudah memperingatkan kalian. lebih baik kalian menyingkilah dari hadapanku segera. kalau tidak aku akan membunuh kalian semua sekarang. Ini adalah peringatanku yang terakhir kalinya." (kata Kurnia)


Saat ini Kurnia benar benar sudah membulatkan tekatnya, bahwa kalau ada orang yang menghalangi jalannya. Kurnia tidak akan sungkan lagi untuk membunuhnya.


Setelah Kurnia berkata seperti itu, semua anggota keluarga besar Yun dan para tetua keluarga Yun di sana segera memberikan jalan untuk Kurnia.


" Terima kasih untuk kerja samanya. Aku benar benar tidak ingin membunuh orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan rencanaku." (kata Kurnia)


Lalu saat Kurnia melewati tetua Soin Yun, Kurnia berhenti tepat di depan tetua Soin Yun. Kurnia tau bahwa tetua Soin Yun lah yang memimpin semua orang anggota keluarga besar Yun dan tetua keluarga Yun yang ada di sini semuanya.


Karena itu Kurnia mencoba mencari tau di mana kepala keluarga Yun dari tetua Soin Yun tersebut.


Saat Kurnia berhenti di depannya. Wajah tetua Soin Yun semakin pucat. wajahnya berubah menjadi putih ke abu abuan.


Tetua Soin Yun menundukkan kepalanya kebawah, tidak berani menatap Kurnia secara langsung. Dan kaki tetua Soin Yun semakin lama semakin bergetar tidak karuan. Karena rasa takut terhadap Kurnia, dan khawatir kalau Kurnia akan membunuhnya di sana.

__ADS_1


Tetua Soin Yun di sana sudah bersiap menahan serangan Kurnia kalau Kurnia akan menyerang dirinya. Akan tetapi beberapa saat berlalu, Kurnia tidak menyerang menyerangnya sama sekali.


Kurnia hanya berdiri di depannya saja tanpa melakukan apa pun. Tetua Soin Yun bingung dengan apa yang di lakukan oleh Kurnia. mengapa Kurnia hanya berdiri di depannya saja tanpa melakukan apa pun.


" Kenapa? apakah kamu bingung, kenapa aku hanya berdiam di sini saja?" (kata Kurnia)


Kurnia bertanya kepada tetua Soin Yun, setelah melihat gerak gerik tetua Soin Yun yang sangat jelas tergambar di wajahnya kebingungan.


Akan tetapi tetua Soin Yun hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Kurnia, Karena Kurnia segera melanjutkan perkataannya lagi.


" Aku tau bahwa kamu bernama tetua Soin Yun. dan kamu memiliki hubungan dan sangkut pautnya dengan apa yang terjadi kepada orang yang aku cari di sini. Juga aku yakin bahwa kamu tau orang yang aku cari dan tau apa maksud perkataanku ini." (kata Kurnia)


Lalu Kurnia melanjutkan lagi perkataannya sambil menahan amarah dendam yang beras di dalam hatinya saat ini.


" Tapi sebelum aku tau jelas siapa yang membuat Ayahku "Landing Chen" merasakan nasib buruknya saat ini. Aku tidak akan menyerang siapa siapa di keluarga ini. termasuk kamu. Namun yang pasti orang yang terlibat jelas, aku tetap akan membunuhnya. Karena itu tolong tunjukan jalan di mana kepala keluarga Yun berada saat ini." (kata Kurnia)


Tetua Soin Yun bingung harus berbuat apa saat ini. Apakah dia harus menolak memberitahu Kurnia di mana kepala keluarga Yun berada. atau dia harus memberitahu Kurnia.


Kurnia tau betul posisi tetua Soin Yun saat ini. Lalu Kurnia menghela napasnya sebelum berkata.


" Baiklah, aku tau apa yang kamu rasakan saat ini. kamu tidak perlu memberitahu aku di mana kepala keluarga Yun mu itu berada. Namun aku hanya ingin kamu tau. Bahwa cepat atau lambat keluarga besar Yun akan runtuh, karena selalu berbuat se enaknya dan semau jidak kalian. Saat waktunya tiba, tidak akan ada lagi yang namanya keluarga besar Yun di kota Asakanda ini." (kata Kurnia)


Tetua Soin Yun hanya diam saja tanpa membalas satu kata pun kepada Kurnia. Lalu saat Kurnia akan pergi mencari di mana keberadaan kepala keluarga Yun.

__ADS_1


Tetua Soin Yun menunjuk ke arah dalam dengan tangannya. Setelah itu tetua Soin Yun berjalan menjauh dari Kurnia dan meninggalkan Kurnia.


__ADS_2