Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 99


__ADS_3

Sebentar lagi Axel dan Alexa akan berusia satu tahun, selama waktu itu mereka hanya bisa menemui ibunya dalam keadaan yang masih menutup mata dengan alat bantu di sekujur tubuhnya. Bintang sangat rajin membawa anak-anaknya untuk mengunjungi ibu mereka yang masih terlelap dalam tidur panjangnya.


“Mamma… mama…” oceh si kecil Alexa. Gadis kecil itu sudah bisa memanggil mama dengan lancar dan jelas, begitu juga dengan Axel saudara kembarnya. Anehnya, meski belum pernah sekalipun berbicara langsung dengan ibunya, mereka hanya lancar memanggil mama saja dan belum terlalu lancar memanggil papa meskipun papa mereka yang lebih sering menemani mereka berbicara.


“Axel kangen mama yah sayang? Ayo panggil mama lagi, supaya mama cepat bangun dan bisa main sama Alexa”, Bintang menggendong Alexa dan membawanya duduk di samping istrinya. Sementara Axel berada di dalam gendongan Aisyah. Aisyah juga membawa Axel agar duduk di samping ibunya.


Tangan kecil mereka menyentuh tangan Nadia yang bebas dari kabel-kabel. Mereka mengelus lembut sambil terus memanggil-manggilnya. Mereka sepertinya sudah sangat merindukan ibu yang sudah membawa mereka melihat dunia.


“Sayang, kamu dengar itu? Anak-anak kita sangat merindukan kamu sayang. Mereka sudah tidak sabar melihat kamu membuka mata dan menemani mereka bermain. Kamu tidak rindu? Lihatlah, anak-anak yang kamu lahirkan, mereka sudah besar sekarang. Mereka sangat tampan dan cantik seperti kamu sayang."


Bintang mencium kening istrinya cukup lama. Dia mengusap-usap lembut tangan dan pipi istrinya. Selain kedua anak mereka, tentu dirinya juga sangat merindukannya. Tiap hari Bintang selalu menyenpatkan diri ke rumah sakit meski hanya sekedar membersihkan tubuh istrinya. Bintang tidak mau ada orang lain yang menyentuhnya walaupun suster rumah sakit, dia sendiri yang selalu melakukannya setahun ini selama Nadia terbaring koma.


Hari sudah sore, Bintang membawa si kembar pulang. Saat meninggalkan ruangan Nadia, Alexa menangis dan memberontak sambil terus menoleh kebelakang melihat pintu yang tertutup itu. Dia sepertinya tidak mau menginggalkan ibunya sendirian di dalam ruangan itu.


“Besok papa akan bawa Alexa lagi kesini untuk ketemu mama. Sekarang kita pulang dulu yah sayang, mama mau istirahat dan Alexa juga harus istirahat supaya besok bisa kesini lagi ketemu sama mama”, bujuk Bintang pada gadis kecil yang sepertinya punya ikatan batin yang sangat kuat dengan ibunya.


Seperti mengerti apa yang papanya katakana, Alexa berhenti menangis. Bayi kecil itu hanya menyisakan isak karena masih merasa sedih harus meninggalkan ibunya tertidur sendirian di dalam sana.


Dokter mengatakan tidak ada yang salah dalam tubuh Nadia, semua sudah normal. Jantung dan otaknya juga sudah kembali berfungsi meski belum sepenuhnya, tapi dengan keadaannya sekarang Nadia harusnya sudah bisa terbangun dari tidur panjangnya. Mungkin Nadia masih shock dengan persalinannya setahun yang lalu sehingga alam bawah sadarnya masih menginginkan dirinya untuk tidur lebih lama dari seharusnya.

__ADS_1


Hari terus berganti, waktu terus berlalu. Besok Axel dan Alexa akan berusia satu tahun, mereka akan merayakan ulang tahun pertamanya. Bintang sudah meminta izin pada pihak rumah sakit untuk merayakan ulang tahun si kembar di dalam ruangan Nadia. Rumah sakit memberi mereka ijin karena hanya ada Bintang, orang tua dan juga si kembar yang akan merayakannya. Mungkin momen seperti itu juga bisa membuat Nadia terdorong untuk segera membuka matanya.


Pagi hari Bintang sudah sibuk memasukkan semua barang-barang si kembar ke dalam mobil. Tidak lupa juga dengan kue ulang tahun yang di buatkan special oleh Aisyah untuk cucu kesayangannya. Hari ini, mereka akan merayakan ulah tahun si kembar Bersama dengan ibunya.


Axel dan Alexa sangat senang, mereka berceloteh sepanjang perjalanan meski tidak ada yang mengerti apa yang mereka katakana. Saat mobil sudah parker di parkiran rumah sakit, kedua bayi itu bertepuk tangan dengan riang gembira. Mungkin mereka sudah hafal tempat itu, mereka sudah tahu jika mereka ke tempat itu mereka pasti akan bertemu dengan ibunya.


Acara ulang tahun sederhana pun berlangsung di ruang icu dengan Nadia yang masih terbaring koma. Axel dan Alexa duduk di samping Nadia di temani Bintang dan juga kakek neneknya.


Mereka lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Si kembar yang bekum tahu apa itu ulang tahun hanya bertepuk tangan dan mengangkat pantat mereka. Kedua bayi lucu itu sangat antusias melihat lilin yang menyala di atas kue ulang tahunnya.


“Sekarang Axel dan Alexa berdoa dalam hati yah, berdoa semoga mama cepat bangun dan berkumpul lagi bersama kita. Biar kita bisa merayakan ulang tahun Axel dan Alexa dengan meriah,” kata Bintang kepada kedua anaknya.


Aisyah dan Hidayat yang juga sering mengunjungi manantunya juga ikut sedih melihat kondisi Nadia yang belum juga mau membuka matanya. Mereka juga selalu berdoa agar Nadia bisa cepat terbangun dan sadar agar bisa Kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya.


Setelah tiup lilin, Bintang menggendong Alexa dan Hidayat menggendong Axel. Mereka memegang tangan si kembar dan memotong kue.


Tidak sengaja, tangan mungil Alexa memegang  lilin yang masih panas. Bayi cantik itu menangis karena tangannya yang terasa sakit.


Bintang dengan cepat menciumi tangan Alexa yang terkena lilin. Tapi bukannya mereda, tangis Alexa malah semakin kencang.

__ADS_1


Dia terus menangis sambal memanggil-manggil mama membuat hati Bintang terasa pedih mendengarnya. Bayi cantik itu ingin di gendong ibunya saat dia merasa kesakitan, dia ingin minta pelukan hangat ibunya agar merasa terlindungi.


Tanpa di sangka, Nadia bereaksi mendengar suara tangis anaknya. Jari tangannya bergerak tapi tidak ada yang menyadarinya. Hanya si kecil Axel yang melihatnya membuatnya terus memanggi-manggil mama.


“Mammaa… mammaa…” oceh Axel sambal mencodongkan badannya seolah ingin melompat dari gendongan hidayat dan berlari memeluk ibunya.


Bintang sibuk menenangkan Alexa yang tangisnya kian menjadi sementara Hidayat berusaha menenangkan Axel yang gelisah dalam gendongannya hingga tidak ada yang menyadari reaksi Nadia akbita tangisan Alexa.


Hingga akhirnya Asiyah yang mencoba mengambil Alexa dari gendongan Bintang tidak sengaja melihat Nadia mencoba mengangkat tangannya seolah ingin menyentuh Alexa yang menangis.


“Nadia, Bintang tangan Nadia bergerak,” seru Aisyah. Semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada NAdia. Dan seketika tangis Alexa pun terhenti saat melihat Wanita yang sudah melahirkannya itu membuka matanya dan memaksakan senyumnya melihat bayi cantiknya.


“Sayang.. sayang…” Bintang tidak kuasa menahan rasa harunya melihat istrinya akhirnya menunjukkan tanda-tanda kesadaran.


Dokter segera dating untyk memeriksa keadaan Nadia lebih lanjut. Dan semua orang akhirnya bisa berbahagia saat dokter mengatakan kalua kesadaran NAdia sudah Kembali sepenuhnya.


“Sayang, terima kasih kamu sudah mau bangun. Terima kasih.” Bintang menciumi kening Nadia, dia begitu terharu hingga tidak kuasa menahan tangisnya melihat istrinya akhirnya membuka mata.


Nadia masih membisu, matanya saja yang bergulir memandangi semua orang bergantian. Meski begitu, Bintang dan kedua orang tuanya sudah sangat bersyukur. Setelah satu tahun terbaring tidak sadarkan diri, akhirnya mereka bisa Kembali melihat Nadia membuka matanya.

__ADS_1


Mungkin suara tanguis Alexa terdengar sampai kea lam bawah sadarnya hingga membangunkannya dari tidur nyenyaknya. Mungkin Nadia ingin menggedong dan menenangkan anaknya yang sedang menangis. Mungkin hubungan batin yang kuat antara dirinya dan kedua anaknya yang sudah membuat Nadia tersadar dari komanya saat mendengar salah satu anaknya menangis memanggil-manggil dirinya.


__ADS_2