Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 66


__ADS_3

Sementara Jony masih menyelidiki tentang Alex dan latar belakang serta keluarganya, Bintang dan Nadia semakin berani memamerkan hubungan mereka di depan umum. Hari ini Bintang dan Nadia makan siang bersama di sebuah restoran, bukan di dalam ruang privat seperti biasanya tapi di tengah-tengah keramaian orang yang sedang makan siang.


Tidak terlalu nampak perbedaan usia di antara mereka karena Bintang semakin terlihat awet muda dari hari ke hari sehingga tidak terlalu banyak orang yang memperhatikan mereka. Kecuali seseorang yang ternyata juga makan siang di restoran itu. Siapa lagi kalau bukan sarah Diandra.


Dia mengepalkan tangannya dengan erat melihat Bintang dan Nadia bersama di depan matanya, meski mereka hanya makan dan tidak bermesraan dan tidak melakukan apapun selain makan, Sarah tetap saja cemburu melihatnya.


“Itu bukannya mantan suami kamu?” tanya salah seorang teman yang makan bersamanya.


“Eh, bukannya itu gadis yang waktu itu, pembantu kamu kan?” tanya yang lainnya.


“Aku kan sudah bilang waktu itu, kamu harus hati-hati sama gadis itu. Dia masih muda dan cantik, dia pasti menggoda Bintang dan merayunya agar menceraikan kamu,” bukannya membawa Sarah pergi dari restoran itu, teman-temannya malah memanas-manasi nya membuat sarah semakin terbakar amarah.


Saat Nadia pamit pada Bintang untuk ke toilet, Sarah dengan cepat mengikutinya. Teman-teman Sarah yang lain tidak mau ikut campu, mereka hanya membiarkan Sarah menyusl Nadia ke toilet.


Nadia terlonjak saat mendengar pintu toilet wanita itu terbanting, lalu dia kembali terkejut saatmelihat Sarah dengan mata yang menyala sudah berdiri di belakangnya.


“Kamu senang sekarang Bintang sudah berani membawa kamu ke tempat umum, perempuan ******,” Sarah mendekati Nadia dan menari rambut gadis itu. Nadia sudah mengantisipasi jika saja dia bertemu kembali dengan Sarah.


Nadia menginjak kaki Sarah membuat wanita itu mengaduh dan melepaskan rambut Nadia.


“Tolong jangan buat saya menjadi orang yang tidak punya sopan santun sama anda, selama saya masih menghargai anda, jangan pernah ganggu saya,” kata Nadia dengan tegas. Bukannya takut, Sarah maah tertawa mendengarnya. Kali ini dia mencengkram kedua pipi Nadia dengan satu tangannya.


“Perempuan ****** seperti kamu sejak kapan punya sopan santun, kamu saja tidak menghargai diri kamu lalu bagaimana kamu menghargai orang lain. Perempuan murahan yang menjual tubuhnya demi uang, itu lah kamu Nadia. Menjijikan, kecil-kecil sudah jadi pelakor. Murahan.” Sarah mendorong Nadia saat melepaskan cengkramannya. Kuku-kuku tajammnya menysahkan luka di pipi Nadia.


“Anda benar, saya memang tidak punya sopan santun. Itu sebabnya saya berani menggoda Tuan Bintang,” Sarah berbalik kembali padahal dia sudah ingin pergi tadi.

__ADS_1


“Saya memang ingin merebut Tuan dari kamu, wanita kasar dan jahat yang sukanya membentak dan memaki orang tua. Saya sudah benci sama kamu sejak lama, dan kamu tahu, sekarang saya senang sekali bisa melihat kamu seperti ini. Saya menang. Saya yang mendapatkan Tuan Bintang dan kamu yang di buang.”


Habis sudah kesabaran Nadia menghadapi sarah yang selalu mengatakan dirinya wanita murahan, padahal Nadia tidak pernah menjual tubuhnya demi uang. Hilang sudah sikap rasa menghargai Nadia pada Sarah. Sekarang berganti Nadia yang meninggalkan Sarah di toilet itu.


Sarah tidak percaya Nadia mengatakan itu padanya, sudah beberapa detik sejak Nadia meninggalkannya dan Sarah masih membeku di tempatnya. Dia sama sekali tidak percaya bahwa semua ini memang rencana Nadia yang ingin merebut Bintang dari dirinya.


Sarah segera berlari menyusul Nadia, dia akan mengatakan apa yang Nadia katakan padanya kepada Bintang agar Bintang tahu bahwa Nadia memang berniat memisahkan mereka. Namun saat Sarah kembali, dia melihat Bintang dan Nadia sudah meninggalkan restoran. Sarah ingin mengejarnnya tapi seorang temannya memegang tangannya dan menahannya.


Jangan permalukan diri kamu, kamu nggak lihat di sini banyak orang.” Sarah melihat sekitar, memang saat itu sedang ramai orang makan siang. Sarah lalu mengambil tasnya dan segera pergi dari restoran itu meninggalakn teman-temannya.


“Pipi kamu kenapa?” Bintang melihat ada luka kecil di pipi kiri dan kanan Nadia.


“Ini, tadi tidak sengaja aku garuk,” katanya. Nadia tidak mau mengadukan Sarah pada Bintang, dia tidak mau Bintang sampai ikut campur urusannya dengan Sarah. Nadia akan menghadapi Sarah sendiri. Dia akan minta bantuan Bintang hanya jika Sarah sudah melakukan hal-hal gila yang tidak akan bisa Nadia atasi sendirian.


“Sakit?” tanya Bintan dan Nadia mengangguk.


“Perih,” jawabnya.


“Kita ke dokter, dokter kulit?”


“Tidak usah, nanti aku oles salep aja,” jawab Nadia.


Sementara itu Jony terus melakukan penyelidikan pada Alex, dengan keahliannya sebagai hacker tentu tidak sulit baginya untuk mengakses semua cctv dan email Alex. Sebentar saja Jony sudah mengetahu banyak hal yang di luar dugaan tentang sosok Alex sebenarnya. Hal itu akan memudahkannya untuk mendapatkan semua video-video Vanesa yang dia sembunyikan.


Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Jony lalu menghubungi Bintang dan mengatakan siapa sebenarnya Alex.

__ADS_1


Bintang tidak terkejut mengetahui fakta tersembunyi tentang Alex, jika dia berani melangkah sejauh itu, tentu dia bukan orang sembarangan.


“Apa kata Om Jony, Tuan?” tanya Nadia begitu Bintang memutus sambungan telepon dengan Jony.


“Temanmu itu benar-benar bodoh, entahlah dia bodoh atau buta,” kata Bintang yang membuat Nadia kesal Bintang mengatakan Vanesa bodoh.


“Alex adalah penipu kelas kakap dan korbannya juga sudah banyak, perusahaan yang dia pegang sekarang hanyalah sebuah kedok untuk menipu banyak orang,” kata Bintang. Nadia tentu sangat terkejut. Selama ini dia melihat Alex begitu baik dan sangat menayangi Vanesa. Itu sebabnya Vanesa tidak bisa melihat kebusukan Alex karena dia membunagkusnya rapi dengan segala kelembutan palsunya.


“Dia harus bersyukur Alex cerobih hingga membongkar identitasnya sendiri di depan temanmu itu, kalau tidak mungkin dia akan menyesal seumur hidupnya,” tambah Bintang.


“Apa maksud Tuan?”


“Aelx berencana menidurinya dan merekamna lalu menggunakan video itu untuk menguran seluruh kekayaan orang tuanya. Beruntung temanmu itu juga bertindak cepat untuk segera berpisah dengannya.”


Nadia tidak bisa berkata apa-apa, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut. Vanesa yang malang, dia hanya ingin mencari kehangatan yan tidak dia dapatkan dari orang tuanya tapi malah hal seperti ini yang terjadi.


“Lalu videonya bagaimana?” Bintang melihat Nadia dengan seringai jahatnya.


“Kau jangan lupa dengan janjimu kalau video itu berhasil aku dapatkan,” kata Bintang mengingatkan Nadia tentang janjinya.


“Iya, Tuan. Aku tidak akan lupa. Hanya di cium saja kan,” Nadia sudah memasang wajah kesalnya. Dia tidak tahu apa yang Bintang rencanakan di balik ciuman itu.


“Iya, tentu saja hanya ciuman,” lanjut Bintang dengan wajah nakalnya.


Nadia buru-buru keluar dari mobil Bintang saat mereka sudah sampai di rumah, dia sudah tidak sabar untuk segera mengoles dengan salep pipinya yang terluka karena cakaran Sarah.

__ADS_1


__ADS_2