
Bintang kembali mengekori Vanesa dan Angel, dia tidak akan berhenti sampai kedua gadis itu memberitahu di mana Nadia berada. Bintang yakin seratus persen kalau kedua gadis itu tahu di mana keberadaan Nadia.
“Maafin kami, Om. Kami benar-benar tidak tahu di mana Nadia. Terkhir kali kami mengantarnya hanya sampai terminal bus lalu setelah itu kami tidak tahu kemana tujuannya,” Vanesa menginjak kaki Angel. Gadis itu tanpa sadar sudah memberitahu kepada Bintang kemana Nadia dan Nenek Mina pergi.
“Aww, sakit Vanesa,” rintih Angel. Gadis itu langsung menutup mulutnya saat sadar apa yang barusan dia katakan.
“Terima kasih,” kata Bintang lalu meninggalkan gadis itu.
Bintang kembali menghubungi Jony dan meminta pada laki-laki itu untuk melacak keberadaan Nadia. Akan lebih mudah karena dia tahu Nadia tidak lagi berada di kota itu.
“Aku keceplosan” kata Angel begitu Bintang pergi.
“Kamu sih, Tuan Bintang pasti sudah tahu kemana Nadia,” Vanesa mendesah, susah payah mereka menyembunyikan Nadia dari Bintang akhirnya ketahuan juga kalau Nadia meninggalkan kota itu dengan naik bis di terminal.
“Aduh, bagaimana ini,” Angel panik dan merasa bersalah.
“Sudahlah, kalau mereka berjodoh Tuan Bintang pasti akan menemukan Andia cepat atau lambat.”
Baik Nadia ataupun kedua temannya tidak ada yang tahu tentang Bintang yang sudah tidak lagi menjadi suami Sarah Diandra. Perceraian itu benar-benar rapi hingga hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya.
“Bagaimana Adrian, dia jemput kamu nanti malam?” tanya Vanesa. Beberapa hari ini Vanesa tidak lagi menjemput Angel saat pulang kerja. Laki-laki bernama Adrian yang sedan dekat dengannya itu yan selalu menjemputnya.
“Iya, dia bilang sih nanti malam mau jemput,” kata Angel dengan sumringah. Setelah Bryan meninggalkannya waktu itu, baru kali ini Angel bertemu dengan laki-laki baik yang kelihatan tulus padanya. Walaupun hanya di jemput naik motor tapi Angel tidak keberatan sama sekali. Dia tetap senang meskipun harus kepanasan atau kedinginan.
__ADS_1
Adrian sudah menunggu Angel di depan restoran sejak setengah jam yang lalu, laki-laki itu terlihat kece duduk di atas motornya.
“Hai...” sapa Angel saat sudah berada tepat di deparn Adrian. Laki-laki yang seumuran dengannya itu tersenyum lalu memberikan helm pada Angel. Angel lalu naik ke atas motor.
“Kita mau ke mana?” tanya Angel saat jalanan yang Adrian lewati ternyata bukan jalan menuju apartemen Vanesa.
“Ke suatu tempat, aku yakin kamu pasti suka,” jawab Adrian setengah teriak agar Angel mendengar suaranya. Angel mulai panik saat Apartemen Vanesa semakin sementara dia tidak tahu kemana Adrian akan membawanya.
Akhirnya mereka sampai di suatu keramaian yang membuat Angel bisa bernafas lega. Sangat banyak orang yan berkumpul di pinggir jalan, motor-motor juga terlihat terparkir rapi.
“Kok banyak orang, memangnya ada apa?” tanya Angel yang sebelumnya tidak pernah keluar di jalan saat malam begini.
“Kamu nggak pernah kesini sebelumnya kan?” tanya Adrian yang di angguki Angel dengan wajah polosnya.
“Mereka semua itu mau balapan, balapan liar,” kata Adrian menunjuk beberapa motor yang berada di tengah jalan.
“Nggak, tapi aku suka nonton,” jawab Adrian.
Suara riuh dari para penonton yang memberi dukungan pada pembalap andalannya semakin membuat ramai suasana yang semakin beranjak malam itu. Angel terlihat begitu menikmati aksi-aksi dari para pembalab liar itu. Ini pertama kalinya dia berada di ruangan terbuka dengan keramaian yang seperi ini di tengah malam.
Adrian melepas jaketnya dan menyampirkannya di bahu Angel saat angin malam mulai menyapa.
“Terimakasih,” kata Angel.
__ADS_1
Belum juga ada yang sampai di garis finisf, suara sirine polisi membuat semua orang berlarian meninggalkan tempat itu, Adrian mengengam erat tangan Angel dan berlari menuju motornya. Setelah berhasil sampai di motor yan terparkir lumayan jauh, Adrian langsung tancap gas dan meninggalakan arena balap dadakan itu.
“Seru banget,” teriak Angel yang menoleh ke sana ke mari melihat orang-orang yang berlarian. Ada yan seorang diri, ada juga yang memegang pasangan. Benar-benar malam yang tidak terluapakan.
“Kemana aja, kamu nggak lihat ini jam berapa?” omel Vanesa saat Angel baru saja membuka pintu, persis seperti Ibu yang mengomeli anaknya saat pulang terlambat.
Angel hanya cengigisan melihat wajah Vanesa yang benar-benar kesal. Dia memeluk sahabatnya itu lalu mencium pipinya.
Vanesa mendesah kesal, dia khawatir setengah mati karena ponsel Angel tidak bisa di hubuni dan saat sampai di rumah dia malah cengigisan dan terlihat sangat bahagia. Angel lalu menceritakan pada Vanesa dari mana saja dia dan apa yang dia lihat, terlihat jelas kalau Vanesa benar-benar senang.
“Kalau kamu mau nanti aku bilang sama Adrian, biar kita bisa pergi bertiga,” kata Angel menawarkan pada Vanesa untuk ikut dengannya lain kali.
“Terus, kalau ada polisi kamu lari di pegang Adrian terus aku lari sendiri sampai kesandung di injak-injak orang dan tidak ada yang nolongin,” protes Vanesa. Dia juga mau ikut, tapi jika ada pasangannya maksudnya.
“Ya sudah, kamu cepat selesaikan hubungan kamu sama Om Alex. Terus kita cari calon buat kamu,” kata Angel. Vanesa memanyunkan bibirnya. Dia juga sudah sangat ingin mengakhiri dengan jelas dan tegas hubungannya bersama Alex.
Tapi semakin hari Alex semakin sulit untuk di hubungi, jika Vanesa mengiriminya pesan pagi ini mungkin malam baru Vanesa akan mendapatkan balasannya. Vanesa kesal sekali, Alex juga tidak pernah menganggapi saat dia bilang kalau ingin berhenti menjalin hubungan dengannya.
Melihat watak Alex yang sangat keras membuat Vanesa takut memulai hubungan dengan orang lain jika hubungannya dengan Alex belum selesai.
Jika Vanesa ingin segera mengkahiri hubungannya dengan Alex, Bintang justru ingin memulai kembali hubungannya dengan Nadia yang saat ini masih belum Bintang ketahui keberadaannya. Dia sudah meminta Jony untuk mencari tahu di tentang keberadaan gadis itu, dan Bintang yakin tidak lama lagi dia akan segera bertemu kembali dengan gadis kecil yang sudah mencuri hatinya itu.
Perceraiannya dengan Sarah berjalan lancar, Sarah tidak berani menuntut apapun pada Bintang setelah semua kebohongannya terbongkar. Tapi Bintang tetap memberikan sejumlah uang kepada Sarah sebagai tanggung jawabnya sebagai mantan suami.
__ADS_1
Jika di tanya bagaimana perasaannya setelah berpisah dari Sarah, Bintang tentu sedih dan hancur di dalam hatinya karena dia begitu tulus mencintai Sarah. Sayangnya rumah tangga mereka memang sudah tidak bisa lagi di selamatkan.
Saat ini Bintang adalah laki-laki bebas yang tidak terikat dalam hubungan apapun, tidak banyak yang tahu tentang perceraian mereka sehingga Bintang bisa dengan tenang menjalani kehidupannya sebagai seorang duda tanpa ada gadis-gadis yang mengejarnya.