Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 67


__ADS_3

Sarah sudah hilang akal, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sendirian menuju rumah orang tua Bintang. Dia akan menceritakan tentang perselingkuhan Bintang dan Nadia si pembantu itu. Sarah benar-benar terbakar amarah karena ucapan Nadia. Sarah sampai di rumah orang tua Bintang menjelang sore. Aisyah yang sedang mengobrol bersama suaminya di teras depan rumah di buat terkejut dengan kedatangan tiba-tiba mantan menantunya itu.


“Sarah,” kata Aisyah yang langsung berdiri dan menerima pelukan yang Sarah berikan.


“Ma...” katanya dengan nada yang sangat pilu. Hidayat yang melihat Sarah hanya bisa menghela nafasnya mengingat cerita Bintang yang mengatakan bahwa istrinya itu sudah bermain dengan laki-laki lain. Aisyah lalu membawa Sarah masuk ke dalam rumah.


“Maafkan Sarah, Ma,Pa. Sarah tahu kalau Sarah salah, tapi sarah benar-benar tidak pernah punya niat untuk berselingkuh di belakang Mas Bintang. Sarah sangat mencintai Mas Bintang,” kata Sarah sambil mulai memaksakan air matanya untuk keluar agar ceritanya bisa menyentuh kedua orang tua Bintang.


“Tapi kamu tetap salah, walalu bagaimanapun kamu tetap salah. Apa yang kamu lakukan di belakang Bintang itu sudah mencoreng nama baik keluarga,” kata Hidayat dengan tegas yang membuat Sarah menelan ludahnya dengan kasar. Tapi dia sudah tidak perduli apapun yang di katakan orang tua Bintang karena walau bagaimanapu, dai dan Bintang sudah tidak mungkin kembali bersama.


“Tapi Mas Bintang juga bertemu dan berhubungan dengan gadis lain di belakang Sarah, tapi Sarah masih mau memaafkannya. Tapi kenapa Sarah tidak di maafkan,” adunya lagi.


“Itu karena cinta Bintang padamu jauh lebih besar, itu sebabnya kecewanya padamu juga sangat besar,” kata Hidayat lagi. Apapun yang Sarah katakan, dia tetap salah di mata Hidayat. Sedangkan Aisyah belum berkata apa-apa.


“Iya, Sarah akui kalau Mas Bintang sangat mencintai Sarah, tapi gadis murahan itu yang sudah mempengaruhi Mas Bintang untuk meninggalkan Sarah, Pa. Gadis itu sudah mengatur semuanya agar sarah dan Mas Bintang berpisah. Dia sengaja menggoda Mas Bintang karena iri melihat Mas Bintang begitu mencintai Sarah. Mas Bintang tidak akan melakukan itu kalau perempuan ****** itu tidak mempengaruhinya.”


Aisyah dan Hidayat saling pandang, sepertinya mereka mulai termakan cerita Sarah, walaupun tidak sepenuhnya adalah kebohongan karena Nadia memang sudah merencanakannya. Tapi Nadia tidak pernah sama sekali memperngaruhi Bintang untuk meninggalkan Sarah.


“Kamu tahu siapa perempuan itu?” tanya Asiyah. Dia sudah sejak lama penasaran, siapa yang membuat Bintang jatuh hati dan menduakan cintanya pada Sarah wanita yang dulu sangat dia cintai itu.


Sarah menangguk cepat membuat Aisyah dan Hidayat tidak sabar untuk mengetahu siapa gadis itu.

__ADS_1


“Apa kami mengenalnya?” tanya Aisyah lagi.


“Iya, tentu Mama kenal karena Mama yang sudah membawanya tinggal di rumah kami,” Aisyah mengkerutkan keningnnya.


“Siapa, katakan saja langsung,” Hidayat yang akhirnya bertanya dengan tidak sabaran.


“Nadia, cucu Bi Mina. Pembantu di rumah kami,”


Hidayat dan istrinya membeku. Nadia, cucu Bi Mina. Gadis bau kencur yang bahkan lebih pantas menjadi anak Bintang dari pada menjadi pendampingnya.


“Pa, antar Mama ke kamar,” perasaan Aisyah tiba-tiba tidak enak. Dia tidak kuat untuk berjalan sendiri ke kamarnya. Hidayat lalu memapah istrinya dan membawanya ke kamar. Mereka meninggalkan sarah sendirian di ruang tamu.


Sementara itu di kamarnya, Aisyah terus-terusan memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa tidak nyaman. Dia tidak percaya kalau Bintang menjalin hubungan tersembunyi dengan Nadia yang tidak lain adalah pembantu mereka.


“Apa ini takdir, Pa,” kata Aisyah pada suaminya.


“Dulu kita memisahkan Bintang dari Andira karena waktu itu keluarga mereka belum sesukses sekarang, dan sekarang anak yang mungkin saja jadi cucu kita saat ini malah sedang berhubungan dengan Bintang.”


Asiyah melayangkan ingatannya beberapa tahun yang lalu saat Bintang masih kuliah jauh sebelum dia bertemu dengan Sarah, dia memiliki kekasih bernama Indira yang saat itu hanya berasal dari keluarga biasa. Bintang yang masih muda sangat mencintai kekasihnya itu, tapi karena muslihat jahat Aisyah mereka berdua akhirnya saling membenci.


Indira adalah Ibu kandung Nadia, saat Aisyah melihatnya lagi setelah sekian lama dia jadi menyesal sudah memisahkannya dari Bintang. Sekarang keluarga Indira sudah menajdi orang sukses yang juga di perhitungkan di dunia bisnis, namun karena Indira menikah dengan orang yang tidak di restui keluarganya, Indira pun di buang begitu saja oleh keluarganya.

__ADS_1


Saat itu tidak sengaja Asiyah yang di temani Bi Mina ke rumah sakit untuk chek kesehatannya. Dia tidak sengaja melihat Indira yang di larikan ke ruang gawat darurat saat sedang hamil besar. Mereka melihatnya dari kejauhan hingga seorang dokter keluar dari ruang gawat darurat dan mengatakan kepada suami Indira bahwa hanya bayinya yang di selamatkan.


Aisyah sungguh ikut sedih mendengar berita kematian Indira.


Sejak saat itu suami Indira pergi dan tidak kembali lagi, Aisyah yang mengetahuinya lalu meminta kepada Bi Mina untuk merawat dan membesarkan anak Indiri sebagai cucunya. Bi Mina tentu tidak keberatan, dia dengan senang hati merawatnya. Aisyah lalu memberinya nama Nadia.


Hingga sekarang Nadia tidak mengetahui siapa Ayah dan Ibunya, biarlah itu hanya menjadi rahasia alam yang hanya di ketahui oleh Asiyah dan suaminya.


“Apa yang sekarang harus kita lakukan, Pa. Indira mengutus anaknya untuk menjadi pendamping Bintang menggantikan dirinya. Apa kita harus memisahkan mereka lagi.”


Terdengat nada putus asa dari suara Aisyah. Jika mengingat kejadian yang dulu di mana dia memfitnah Indira, dia sangat menyesalinya. Jika saja dia tidak gila hormat dan membiarkan Bintang tetap bersama Indira, mungkin saja sekarang Nadialah yang menjadi cucunya.


“Mungkin ini cara Tuhan menghukum kita, Ma. Sepertinya sudah saatnya kita mengakui dosa kita pada Bintang dan Indira. Mungkin kita juga harus merestui hubungan Bintang dan Nadia,” kata-kata Hidayat di angguki oleh Aisyah. Dia tidak mau lagi mengulang dosa yang sama jika seandainya memang benar Bintang dan Nadia saling mencintai.


“Mungkin bersama Nadia, Bintang akan benar-benar bahagia. Mereka juga mungkin akan segera memberikan kita cucu,” kata Hidayat lagi.


Belum juga mereka menikah, orang tua Bintang sudah lebih dulu bicara tentang cucu.


Sepertinya kedatangan Sarah di rumah orang tua Bintang justru lebih membuka jalan pada hubungan Bintang dan Nadia. Orang tua Bintang sudah mengatakan tidak akan memisahkan mereka dan merestui hubungan itu meskipun jarak usia mereka lebih cocok sebagai ayah dan anak.


Toh jika saja Bintang dan Indira tetap bersama hingga saat ini, Nadia akan menjadi anak pertama mereka. Sayangnya, takdir tetap mempersatukan Bintang dengan darah Indira yang mengalir dalam tubuh Nadia.

__ADS_1


__ADS_2