
Hari ini orang tua Vanesa tiba di negeri ini, mereka langsung menemui Vanesa di kamarnya dan mendengar cerita anaknya itu. Vanesa menceritakan semuanya, tidak mengurangi satupun. Dia mengakui kesalahannya karena sudah berbuat hal yang memalukan keluarga.
Orang tua Vanesa merasa sangat bersalah karena anaknya harus melakukan hal terlarang hanya untuk mendapatkan kasih sayang dan pelukan hangat. Mereka menyalahkan diri mereka bukannya menyalahkan Vanesa karena sudah melakukan hal-hal di luar batas sampai menjatuhkan harga dirinnya sendiri.
“Maafkan kami, yah sayang. Kami yang salah sudah terlalu sibuk sampai mengabaikan kamu. Kamu melakukan itu karena kami yan tidak pernah punya waktu untuk kamu,” Laura, Mama vanesa memeluk anaknya itu. Sementara Vincent, Papa Vanesa hanya bisa menunduk dengan tangan yan terkepal.
Vincent sangat marah dan berjanji pada Vanesa akan memberi pelajara pada Alex yang sudah berani macam-macam pada anak kesayangannya itu.
“Kamu tenang saja, Papa akan membuat dia menyesal sudah berhubungan dengan kamu,” kata Vincent. Dia mengelus dan mencium rambut Vanesa berulang kali seraya mengucapkan maaf padanya.
Vanesa merasakan kehangatan pelukan orang tuanya untuk pertama kali sejak beberapa tahun, dia juga tidak menyangka orang tuanya sesayang itu padanya. Vanesa selalu berfikir kalau orang tuanya lebih memilih uang dari pada dirinya.
“Jadi kamu akan tinggal di rumah dan tidak kembali ke apartemen?” tanya Laura. Vanesa mengangguk.
“Iya, aku takut laki-laki itu akan datang mencariku ke apartemen,” jawab Vanesa.
“Sudahlah, laki-laki itu biar Papa yang urus. Kamu tenang saja,” kata Vincent.
Mereka makan malam bersama, makan malam yang sangat mewah di rumah mereka dengan seorang pelayan masing-masing berdiri di belakang mereka. Inilah identitas Vanesa yang sebenarnya, seorang putri berharga dari keluarga yang sangat kaya.
Dia menjalani kehidupan seperti gadis dari keluarga biasa dan bergaul dengan teman yang juga dari keluarga biasa bahkan seorang temannya juga hanya seorang pembantu. Tapi Vanesa sama sekali tidak pernah memandang status sosial saat dia bergaul, selama orang itt baik, Vanesa juga akan baik pada mereka.
Orang tua Vanesa juga mengundang Nadia, Angel serta Adrian ke rumah mereka. Ketiga orang itu adalah penyelamat Vanesa saat Alex berusaha membawa Vanesa pergi.
__ADS_1
“Terima kasih banyak karena kalian sudah menjaga Vanesa, Tante tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak Tante senadainya kalian tidak ada,” kata Laura di depan teman-teman Vanesa.
“Sudah kewajiban kami, Tante. Vanesa juga suka menolong kami,” jawab Angel. Nadia dan Angel merasa bahagia untuk Vanesa karena dia dan orang tuanya akhirnya juga bisa berkumpul. Seperti Angel yang sebelumnya sudah lebih dulu berbaikan bersama kedua oran tuanya, sekarang giliran Vanesa yan mendapat kasih sayang dari orang tuanya.
Laura memberikan ponsel kelauran terbaru dengan warna yang berbeda kepada teman-teman Vanesa sebagai rasa terima kasihnya karena sudah mau menjadi teman anaknya saat orang tuanya tidak bersamanya. Teman Vanesa tentu sangat senang menerima pemberian Laura walau Vanesa tahu mereka sama sekali tidak meminta apapun saat menolongnya.
“Terima kasih, Tante,” kata Nadia dan yang lainnya.
“Tante sudah siapkan makan siang, kalian makan aja. Tante mau keluar sebentar,” Laura mengecup lembut kening Vanesa lalu meninggalkan para anak remana itu.
Nadia dan Angel berteriak kegirangan setelah memastikan Laura sudah benar-benar pergi.
“Yeeyyy, ponsel baru,” seru Angel. Ponsel yang Laura berikan selama ini hanya jadi angan-angan Angel karena dia cukup tahu diri untuk tidak meminta di belikan baran semahal itu oleh orang tuanya.
Mereka berempat makan siang di rumah Vanesa, makan siang ala hotel bintang lima. Mereka di layani dengan baik oleh pelayan di rumah Vanesa.
“Wah, Tuan Bintang aja kalau makan nggak penah di tunggui sama pembantunya,” celoteh Nadia saat pelayan Vanesa tidak pergi dan tetap beridir di belakang mereka walau Nadia dan Angel sudah berulang kali minta agar mereka kembali saja mengerjakan yang lain.
“Sudah, makan aja,” kata Vanesa yang tentu sudah terbiasa di perlakukan seperti putri.
Setelah makan siang, Adrian yang dari tadi merasa canggung berada di antara para gadis itupun pamit pulang lebih dulu. Saat Adrian pulang, ketiga gadis itu langsung masuk ke dalam kamar Vanesa dan melanjutkan cerita mereka hingga sore menjelang.
Vanesa meminta sopirnya untuk mengantar teman-temannya pulang ke rumah masing-masing karena dia masih belum mau keluar rumah.
__ADS_1
Sementara itu, Vincent saat in sedang mengatur rencana bersama beberapa orang-orangnya agar Alex bisa di jebloskan ke penjara tanpa tahu siapa dalang di belakangnya. Dia tidak mau kalau Alex nantinya akan menaruh dendam dan menyakiti Vanesa.
Dia lalu meminta seorang untuk mencari beberapa bukti yang bisa menjatuhkan Alex, sementara dia masih berusaha menahan diri untuk bersikap biasa saat bertemu dengan laki-lai itu.
“Jadi kapan saya bisa mendapatkan uangnya, Tuan Vincent. Perusahaan saya benar-benar sedang butuh tambahan modal,” kata Alex saat bertemu dengan Vincent.
Alex tidak berfikir kalau Vanesa sudah mengadukan dirinya kepada orang tuanya karena Vincent tetap ramah berbicara padanya. Tidak terlihat sama sekali kalau orang itu sedang mengatur siasat untu menghancurkan dirinya.
Vincent lalu mendapatkabar dari orang suruhannya bahwa saat ini Alex sedang terjun ke bisnis haram yaitu menjadi pemasok obat-obat terlarang untuk club-club malam. Itu sebabnyalaex sedang membutuhkan bantuan Vincent untuk mengucurkan dana segar agar dia bisa menggunakannya mengelola bisnis barunya.
“Bagus, kapa dia akan transaksi?” tanya Vincent pada orangnya.
“Bagus, aku akan memberikan uang padanya. Dan segera lapor polisi untuk menjebaknya,”
Vincent lalu menghubungi Alex untuk membicarakan mengenai pinjaman yang Alex ajukan.
“Kali ini agak besar, aku butuh jaminan,” Alex tentu sudah memikirkannya. Dia memberikan pada Vincent surah rumah dan beberapa asetnya sebagai jaminan. Alex benar-benar gelap mata. Dia hanya memikirkan untung yang besar jika bisnisnya berjalan dengan lancar. Keuntungan yang Alex perkirana akan menjadi tiga kali lipat dari pinjamannya.
Vincent memberikan semua surat itu pada bawahannya dan membawa ke pengacaranya. Lalu dia memebri sejumlah uang yang sangat besar pada Alex.
Setelah mendapat uang itu, Alex segera pergi untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang sangat besar. Namun sialnya, polisi datang bersamaan dengan Aelx yang sudah memegang benda itu di tangannya.
Alex dan beberapa orang lainnya di lokasi di tangkap beserta semua barang buktinya. Mendengar berita itu dari anak buahnya, tentu membuat Vincent merasa sangat puas. Tidak berhenti di situ, Vincent juga meminta anak buahnya membayar orang di dalam tahanan untuk menghajar Alex sebagai balasan atas apa yang sudah dia lakukan pada Vanesa.
__ADS_1