Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 46


__ADS_3

Bintang bisa melihat dengan jelas reaksi Sarah, dan itu sudah membuktikan istrinya itu benar-benar bermain di belakangnya. Bintang tersenyum penuh ironi, dia lalu masuk ke kamar mandi meninggalkan istrinya.


“Ada apa dengan Mas Bintang, apa dia tahu apa yang kulakukan. Apa dia tahu aku bertemu dengan Mario beberapa hari kemarin. Tapi aku selalu hati-hati, tidak mungkin dia sampai tahu kalau aku pernah bertemu Mario. Tapi kalau dia tahu bagaimana.”


Sarah terkena serangan panik. Dia menjadi uring-uringan sendiri, mondar mandir di depan kamar mandi dengan gelisah sambil menunggu Bintang. Dia ingin mencari tahu apakah Bintang tahu atau tidak.


“Sayang, kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau punya perempuan lain?” gantian Sarah yang bertanya. Dia sengaja memancing Bintang dengan membalikkan pertanyaannya. Dia dengan tidak sabaran menunggu jawaban Bintang saat Bintang hanya diam saja.


“Iya, aku menyukai seseorang,” jawaban Bintang seolah menghantamnya tepat di wajahnya. Dia bukan lagi khawatir Bintang tahu dia pernah bersama Mario atau tidak. Bukan, bukan itu yang harus dia khawatirkan sekarang, setidaknya topik pembicaraan ini telah berbalik menyerang Bintang.


“Apa makdusmu kau menyukai orang lain? Kau selingkuh?” tanya Sarah dengan suara meninggi, sementara Bintang hanya diam dan tenang.


“Aku tidak berniat bermain di belakangmu, Sarah. Aku ingin mengenalkannya padamu dan juga pada dunia kalau aku juga jatuh cinta padanya suatu hari nanti, tanpa sedikitpun mengurarangi cintaku padamu. Aku mencintaimu dan selalu mencintaimu. Aku menginginkan anak darimu, aku sudah menunggunya bertahun-tahun. Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu, Sarah.” Kata Bintang masih dengan lembut.


“Tapi kau mencintai wanita lain di belakangku, bagaimana bisa kau membagi cintamu dengan wanita lain,” Sarah tentu tidak terima saat Bintang dengan terang-terangan mengaku bahwa dia menyukai wanita lain,  suaranya meninggi. Dia juga memukul-mukul dada Bintang.


“Bagaimana bisa kau mencintai perempuan lain, apa kurangnya aku. Apa dia lebih cantik dariku, apa tubuhnya lebih indah dari tubuhku, apa dia juga bisa memuaskanmu seperti aku. Jawab...” Sarah mengamuk dan tidak terima Bintang punya wanita lain selain dirinya. sangat berbeda dengan apa yang tadi dia katakan.


“Kau masih lebih cantik, dan urusan ranjang, aku belum pernah tidur dengan wanita manapun selain dirimu” Sarah terdiam. Bagaimana wanita itu bisa membuat suaminya jatuh cinta tanpa melayaninya di atas tempat tidur.


Dia pikir cinta itu hanya sekedar melayani kepuasan nafssunya saja, itulah yang selalu membuatnya merasa Bintang sangat mencintai dirinya dan tidak akan meninggalkannya.

__ADS_1


“Kau belum pernah tidur dengannya dan kau sudah mencintainya? Seperti apa dia sampai kau tergila-gila padanya, hah.... siapa dia” suara Sarah makin meninggi.


“Kau masih bersamanya? Aku tidak mau di duakan. Kau tinggalkan dia atau tinggalkan aku,” kata Sarah dengan tegas, kali ini dia sudah menurunkan suaranya.


“Dia sudah meninggalkanku dan tidak mau bertemu denganku lagi” Sarah bisa melihat kekecewaan Bintang saat dia menjawabnya. Sarah bernafas lega, setidaknya wanita itu sudah meninggalkan suaminya pikirnya. Sejujurnya Sarah pun tidak akan rela jika Bintang meninggalkannya demi wanita lain.


Sarah lalu mendekati Bintang, dia memeluk tubuh suaminya dan memberi kecupan di seluruh wajahnya.


“Jangan duakan aku lagi atau akan tidak akan memaafkanmu” kata Sarah sambil masih memeluk Bintang sementara Bintang tidak membalas pelukannya.


“Berjanjilah kalau kau tidak akan jatuh cinta dengan wanita manapun lagi, kau hanya harus mencintaiku seorang diri. Aku tidak mau membagimu dengan siapapun, sayang. Aku hanya ingin memilikimu seorang diri,” Sarah semakin mengeratkan pelukannya.


“Aku sudah jujur padamu, Sarah. Dan aku akui aku salah, aku minta maaf”


Namun yang terjadi tidak sesuai harapannya, Bintang melepaskan pelukannya dan menjauh dari Sarah. Bintang berharap sarah juga akan mengakui perselingkuhannya tapi nyatanya Sarah diam dan memilih menutupinya.


“Mandilah, aku akan langsung berangkat ke kantor” Bintang lalu memakai setelan jasnya dan keluar dari kamar.


“Brengsek, siapa wanita yang sudah membuatnya berpaling dariku,” kata Sarah dengan amarah. Mengetahui suaminya juga berselingkuh di belakangnya tentu membuat Sarah marah dan tidak terima, tapi demi menjaga kelangsungan pernikahannya, Sarah memilih memaafkan Bintang dan melupakannya. Toh dia juga sempat menemui laki-laki lain di belakang suaminya.


“Sudahlah, jika dia berani lagi macam-macam di belakangku aku tidak akan memaafkannya. Aku akan meninggalkannya dan menuntut banyak harta darinya,” Sarah semudah itu memaafkan Bintang, tapi Bintang yang benar-benar tulus mencintainya tentu tidak akan begitu saja memaafkannya.

__ADS_1


Di meja makan, semangkuk bubur ayam dan juga segelas teh jahe sudah tersedia.


“Terimakasih, Tuti,” kata Bintang. Dia tahu ini adalah makanan dan minuman yang mungkin akan membuatnya merasa lebih baik. Entah Tuti tahu apa yang terjadi padanya dan Nadia atau tidak, setidaknya pembantunya itu tahu kalau dia sedang tidak baik-baik saja.


“Apa kau masih sering berhubungan dengan Nadia?” Bintang tiba-tiba bertanya saat Tuti menyajikan sarapan untuk Sarah.


Tuti terlihat biasa saja dan tidak terkejut dengan perntanyaan Bintang. Nadia sudah bilang padana agar jangan mengatakan apapun pada Bintang tentang dirinya. tuti juga berakting seolah dia tidak tahu hubungan Nadia dengan dirinya.


“Sudah jarang, Tuan. Terkahir kayaknya sebelum dia kerja dan setelah itu tidak pernah lagi” jawab Tuti. Bintang hanya mengangguk saja dan memaksa makanan itu masuk ke dalam lehernya.


Setelah Bintang pergi barulah Sarah turun, dia juga sudah rapi dengan pakaiannya dan akan bersiap ke butiknya.


“Apa Tuan pernah membawa wanita lain datang ke rumah ini saat aku tidak ada?” sekarang sarah yang bertanya pada Tuti.


‘Apa Nyonya tahu kalau Tuan punya hubungan dengan wanita lain, tapi dia tidak tahu siapa wanita itu’


“Kenapa kau diam saja, apa kau tahu Tuan sedang dekat dengan siapa” sekali lagi Sarah bertanya.


“Saya hanya terkejut dengan pertanyaan Nyonya, Tuan selama ini tidak pernah membawa wanita ke dalam rumah ini. Saya bisa pastikan itu karena saya selalu ada di rumah. Saya sama sekali tidak mengerti yang Nyonya maksudkan” jawab Tuti apa adanya.


Selama ini Bintang memang tidak pernah membawa wanita manapun ke dalam rumah.

__ADS_1


Setelah menyajikan semua makanan dan minuman untuk Sarah, Tuti lalu meninggalkannya ke dapur. Tuti sempat berbalik dan melihat kalau Sarah hanya diam saja dan tidak menyentuh makanannya sama sekali.


‘Wanita jahat, suami seperti Tuan Bintang kamu tipu. Aku malah berharap Nadia dan Tuan Bintang bisa bersama  setelah Tuan Bintang membuang kamu’ batin Tuti.


__ADS_2