Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 76


__ADS_3

Pesta pernikahan itu terlihat sangat mewah, banyak dari kalangan artis dan juga pejabat serta pengusaha yang hadir. Seperti yang di katakan Aisyah, Nadia sama sekali tidak menundukkan kepalanya. Dia berjalan dengan begitu santai dan anggun bersama Asiyah.


“Jeng...” sapa seorang wanita yang seusia dengan Asiyah.


“Sudah lama yah kita nggak ketemu, gimana sekrang? Sudah punya cucu berapa?” Aisyah paling malas jika orang sudah bertanya tentang cucu karena hingga saat ini anaknya belum memberikan satupun cucu padanya.


“Masih sementara, Jeng,” jawab Asiyah. Nadia melihat reaksi tidak nyaman Asiyah, dia merasa sangat kasihan padanya. Di saat wanita seusianya sudah punya cucu dan cicit, dia malah masih belum memiliki satupun.


“Ini siapa?” tanya wanita itu. “Cantik banget,” katanya lagi.


“Ini Nadia, calon menantuku,” wanita itu terkejut karena setahunya Bintang sudah menikah. Lalu apa maksud Aisyah mengatakan kalau gadis di sampingnya ini adalah calon menantunnya, apalagi Aisyah hanya punya seorang anak. Tanpa banyak basa basi lagi, Aisyah membawa Nadia menemui pengantinnya. Tapi terlebih dahulu dia pamit secara sopan pada temannya itu.


“Selamat yah, jeng,” kata Asiyah sambil cipika cipiki dengan orang tua mempelai yang adalah teman Asiyah.


“Ini siapa, cantik banget,” tanya orang tua pengantin.


“Calon menantu,” lagi-lagi wajah terkejut yang Asiyah lihat, tapi dia tidak memperdulikannya. Dia hanya tersenyum sambil berlalu memberi selamat kepada sang pengantin.


Beberapa orang sudah menggunjingkan tentang Asiyah yang membawa calon menantunya, sementara banyak di antara tamu undangan yang hadir juga menghadiri acara pernikahan Bintang dan Sarah beberapa tahun yang lalu. Mereka masih ingat dengan jelas bagaimana wajah menantunya karena setelah menikah, Aisyah sering mengajak Sarah bertemu dengan teman-temannya. Waktu iu Sarah dengan senang hati mengikuti Asiyah karena dia juga punya tujuan tertentu yaitu memperkenalkan butiknya. Dan terbukti bahwa dia berhasil.


Mereka bertanya-tanya tentang Nadia, mereka berfikir kalau Nadia pasti dari keluarga yang terpandang sehingga Bintang sampai menceraikan istrinya dan memilih gadis itu. Belum lagi penampilan Nadia yang terlihat sangat berkelas membuat semua orang memujinya.


Aisyah pamit pulang lebih cepat setelah membuat semua orang penasaran. Bukan karena tidak nyaman dengan pandangan orang-orang, tapi karena dia melihat Sarah ada di antara tamu undangan.

__ADS_1


Tentu saja Sarah datang karena dia yang merancang gaun pengantinnya. Bukan hanya gaun pengantin saja, tapi juga kebaya yang di pakai oleh keluarga dekat mempelai. Aisyah tidak mau Sarah membuat keributan dengannya jika mereka bertemu, lebih baik menghindainya saja. Apalagi banya k orang yang tahu bahwa hubungan mereka masih mertua dan menantu.


Sarah memang tidak sempat melihat mantan mertuanya itu, tapi seseorang yang mengenalnya menyapanya membuatnya terkejut.


“Kamu Sarah Diandra kan? Menantunya Asiyah, istrinya Bintang? Iya, kan?” tanya wanita paruh baya itu.


Sarah terlihat gugup, dia tidak mau salah menjawab.


“Kamu masih jadi menantunya Aisyah kan?” tanya wanita itu lagi.


“Tidak, Tante. Aku dan Bintang sudah bercerai?” wanita itu terkejut walau sudah menduga sebelumnya. Tidak mungkin wanita sekelas Aisyah akan memamerkan menantu baru jika Sarah masih sah menjadi istri dari anaknya


Sarah tidak mau berlama-lama meladeni orang yang terlalu banyak tanya, dia permisi meninggalkan wanita itu. Menyebarlah berita bahwa Sarah dan Bintang sudah bercerai.


Lalu Sarah menerima pesan yang membuatnya mengerti kenapa wanita itu bertanya tentang statusnya.


“Jadi dia dapat restu” kata Sarah melihat foto Asiyah yang sedang menggandeng Nadia di pesta tadi. Sarah melhat foto itu sekali lagi.


“Walau bagaimanapun kamu menutupinya, walaupun kamu pakai mahkota berlian di kepalamu sekalipun tidak akan menutupi bahwa kamu hanya seorang pembantu, Nadia,” Sarah memandang foto itu dengan kebencian yan teramat sangat. Dia tidak sadar bahwa semua itu terjadi juga karena kesalahannya sendiri. Dia hanya selalu menganggap bahwa Nadia lah yang menyebabkan dia dan Bintan sampai berpisah. Padahal sebagian besar penyebabnya adalah karena dirinya.


Saat sampai di rumah, Asiyah berisitirahat di kamarnya sementara Nadia juga langsung menuju kamarnya untuk melapas semua yang ada di tubuhnya karena semuanya bukan miliknya.


Nadia terkejut saat Bintang juga ikut masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


“Tuan, ada Nyona dan Tuan besar di bawah,” kata Nadia mengingatkan Bintang. Tapi Bintang sepertinya tidak perduli, dia malah terus jalan mendekati Nadia.


“Aku ingin bicara,” kata Bintang.


“Sebentar aja, tunggu di luar, aku mau ganti baju dulu,” kata Nadia. Tapi Bintang tetap tidak perduli.


“Aku tahu ini mungkin terlalu cepat untukmu, tapi hanya ini satu-satunya cara agar Papa dan Mama mau merestui hubungan kita,” Nadia mengkerutkan keningnya. Lalu dia tidak bisa berkata apa-apa saat Bintang memperlihatkan sebuah cincin berlian padanya.


“Kau mau kan menikah denganku.”


Nadia sudah siap untuk menikah dengan Bintang saat tadi dia melihat betapa sedihnya Asiyah saat orang-orang bertanya tentang cucu. Tapi dia tetap terkejut saat Bintang memintanya secara langsung unttuk menikah dengannya. Tanpa pikir panjang lagi Nadia mengangguk menyetuji lamaran Bintang walaupun lamaran itu sangat jauh dari kesan romantis.


Bintang tersenyum bahagia, dia memakaikan cincin itu di jari manis Nadia lalu mengecup keningnya.


“Istirahatlah,”kata Bintang lalu meninggalkan kamar Nadia dengan perasaan haru karena gadis itu mau menjadi istrinya.


Bintang tidak mau berlama-lama lagi, dia ingin segera menikahi Nadia dan menjadikannya istri secara sah. Bukan karena apa, hanya saja apa kata orang jika mereka tahu bahwa dia dan Nadia sudah tinggal serumah. Meskipun mereka tidur di kamar yang sama tapi tetap saja akan jadi pembicaraan orang-orang. Apalagi sekarang semua orang mungkin sudha tahu bahwa dia dan Sarah sudah berpisah, terlebih Aisyah sudah memamerkan Nadia sebagai calon istrinya.


Sementara itu Nadia di kamarnya masih duduk tersenyum sambil melihat cincin bertahtakan berlian yang melingkar di jari manisnya. Sebentar lagi dia akah menjadi istri kedua dari Bintang Aditama. Nadia senang dan bahagia, akhirnya dia akan benar-benar bersama Bintang untuk selamanya.


Ternyata benar, dia menolak Anton bukan karena tidak siap menikah di usia yang maish sangat muda. Tapi karena itu Anton yang melamarnya, laki-laki yang Nadia hanya anggap sebagai teman dan kakak makanya Nadia menolaknya waktu itu.


Sekarang Bintang yang memintanya menikah, Bintang yang lansgung melamarnya tanpa bunga dan lilin, tanpa makan malam romantis tapi Nadia langsung menerimanya. Mungkin Nadia memang menungu Bintang saat itu, berharap takdir akan mempertemukannya kembali dengan laki-laki yang tidak pernah pergi dari pikirannya. Dan sekarang sebentar lagi takdir akan menyatukan dirinya dengan sang pujaan hatinya itu.

__ADS_1


__ADS_2