
Nadia meminta izin kepada Bintang untuk bertemu dengan teman-temannya, dia sudah sangat merindukan mereka padahal baru dua hari saja tidak bertemu. Dia ingin menceritakan pada teman-temannya tentang Alex yang lagi-lagi terbongkar kebohongannya.
Aisyah dan Hidayat masih berada di dalam kamar saat Nadia pergi, tadi pagi dia sudah pamit pada kedua orang tua itu kalau hari ini dia mau mengurus kuliahnya. Padahal sebenarnya dia mau ke rumah Vanesa untuk bercerita panjang lebar dengan teman-temannya itu.
“Ternyata Om Alex sama sekali tidaka ada hubungan keluarga dengan pemilik kampus dan kita bisa masuk ke sana karena Om Alex membayar mereka, dan aku juga sama Angel sama sekali tidak dapat beasiswa. Om Alex sudah membayar uang kuliah kita satu semester” cerita Nadia pada teman-temannya. Bintang sudah menceritakan padanya bahwa temannya itu sama sekali tidak mengenal Alex. Dia juga tidak ada hubungan sama sekali dengan direktur utama kampus itu.
“Mama juga cerita kalau dia minta uang ke Mama untuk mengurus kuliah ku, mungkin uang itu yang dia pakai agar kita bisa masuk,” cerita Vanesa.
“Berarti kita nggak usah pindah kampus dong, kan kita masuk juga tidak sepenuhnya karena dia. Dan lagi kampus itu bukan punya keluarganya, jadi kita nggak akan berurusan lagi sama dia”, kata Angel.
Mereka tidka tahu bahwa saat ini Alex sudah berada di penjara dan mungkin akan tinggal sangat lama di sana karena Vincent sudah mengatur agar Alex di penjara untuk waktu yang sangat lama sehingga dia tidak akan bisa lagi menganggu anaknya.
Setelah masalah tentang Alex selesai, Nadia lalu memperlihatkan pada teman-temannya cincin berlian yang melingkar dengan indah di jari manisnya.
“Kamu dapat dari mana cincinnya?” tanya Vanesa yang memperhatikan dengan baik cincin Nadia. Dia tahu kalau yang Nadia pakai itu berlian asli karena dia juga punya hanya beda model saja.
“Coba kalian tebak,” kata Nadia membuat Vanesa dan Angel sanat penasaran.
Vanesa dan Angel saling tatap dengan mata yang membulat setelah mereka menyadari siapa yang memasang cincin itu di jari manis Nadia, apalagi gadis itu menangguk membuat kedua temannya yakin dengan dugaannya. Mereka langsung heboh dan memberondong Nadia dengan berbagai pertanyaan.
Nadia menjawab satu per satu pertanyaan Vanesa dan Angel dengan senang hati, dia tidak ragu untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya.
__ADS_1
“Selamat yah, Nad,” Vanesa dan Angel memeluk Nadia, mereka turut bahagia untuk sahabatnya itu.
“Berarti kamu bukan belum siap menikah, Nad. Tapi karena bukan Tuan Bintang yang melamar kamu kemarin makanya kamu menolak, iya kan?”
“Sebenarnya sekarang pun aku belum siap seratus persen sih, tapi aku mau melangkah dan mencoba menjalani. Karena perasaanku pada Tuan Bintang tidak main-main lagi, jadi aku akan berusaha untuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Keburu Tuan Bintang di jodohkan dengan orang lain,” kata Nadia panjang lebar.
Sepertinya Nadia sudah mantap untuk menikah dan menjadi istri Bintang. Dia tidak mau berpikir akan seperti apa kedepan nanti, dia hanya akan menjalaninya saja dengan bahagia. Selama Bintang berada di sisinya, Nadia merasa semua pasti akan baik-baik saja.
“jadi bagaimana kuliah kamu?” tanya Angel.
Nadia bingung harus menjawab apa. Dia belum memikirkan bagaimana kelanjutan kulaihnya karena dia belum membicarakannya dengan Bintang tentang hal itu.
“Kalau Tuan Bintang melarang kamu kuliah apa kamu tidak akan melanjutkan kuliah kamu?” Angel menyambung lagi pertanyaannya.
Tampak Nadia sedang diam berfikir, dia memang tidak punya cita-cita apapun. Dia hanya kuliah untuk bekal melamar kerja di peusahaan nantinya untuk membiayai kehidupannya dan Nenek Mina. Tidak pernah terfikirkan oleh Nadia ingin jadi apa dia nanti.
Tapi pendidikan baginya tetap penting sebagai ilmu pengetahuannya agar dia tidak ampang di bodohi orang lain. Tapi jika sudah menjadi seorang istri bagaimana Nadia melanjutkan kuliahnya. Apa lagi yang dia butuhkan ketika Bintang sudah pasti akan menjamin hidupnya.
“Kalau menurut aku kamu lebih baik tetao kuliah aja, Nad. Kamu lihat sarah Diandra, meskipun dia sudah menikah dengan orang kaya tapi dia masih tetap mengjar mimpinya. Lihat, setelah dia bercerai dia masih tetap bisa berdiri dengan kedua kakinya karena dia punya keahlian yang bisa menopang hidupnya.”
Perkataan Vanesa kembali membuat Nadia bimbang. Benar, walaupun dia sudah menikah dengan Bintang nanti, dia harus tetap melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang wanita karier yang sukses seperti Sarah. Tapi...
__ADS_1
“Aku nggak mau sukses sebagai wanita karier tapi mengabaikan tugas utamaku sebagai seorang istri. Aku mau tetap kuliah supaya nanti aku nggak terlalu bodoh di depan anakku. Aku mau menjadi istri dan ibu yang terpelajar. Membahagiakan suami dan anak aku rasa itu juga sudah bisa di bilang sukses. Aku akan berusaha membuat Tuan Bintang mencintaiku setiap hari, dan aku juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang Sarah lakukan sehingga Tuan Bintang tidak akan meninggalkan aku.”
Nadia dengan mantap mengatakan pendapatnya. Dia yakin akan menikah dan melanjutkan kuliahnya.
Vanesa dan Angel di buat kagum oleh ucapan Nadia, mereka sampai menggeleng berdecak kagum. Entah dari mana tiba-tiba Nadia bisa mengeluarkan kata-kata sehebat itu.
“Dua hari tinggal sama calon mertua sepertinya kamu ada kemajuan,” ejek Vanesa. Nadia mengankat kepalanya menyombongkan diri.
Saat mereka sedang menikmati buah segar yang tadi di bawa pelayan ke kamar Vanesa, Anegl tidak sengaja melihat berita di sosial medianya. Dia terkejut lalu memberikan ponselnya pada Vanesa, vanesa mengambil ponsel itu dari Angel sementara Nadia mendekat ikut melihat apa yang ingin Angel tunjukkan.
Mereka bersorak dengan riang gembira ketika mengetahui bahwa Alex sudah berada di penjara, itu artina Vanesa sudah bisa keluar rumah lagi dengan bebas karena orang yang dia takuti tidak akan bisa lagi mengganggunya.
“Kita bisa jalan-jalan lagi,” kata Vanesa dengan gembira.
“Berarti besok kita sudah bisa masuk kulaih lagi dong,” sambung Angel yang juga tidak kalah senang. Mereka berjingkrak melompat di atas tempat tidur Vanesa bersorak dengan gembira seperti anak kecil.
“Aku sudah tidak sabar melihat dunia luar,” teriak Vanesa yang sudah terkurung di rumahnya selama beberapa hari.
Vincent dan Laura yang terkejut mendengar teriakan dari kamar Vanesa bergegas naik ke atas dan melihat apa yang terjadi. Mereka hanya dari luar kegialaan tiga anak gadis yang sedang melompat-lompat di atas tempat tidur sambil berteriak bebas. Mereka yakin kalau Vanesa sudah tahu bahwa Alex tidak akan lagi mengganggunya.
Melihat tidak ada yang terjadi dengan anaknya, Vincent dan Laura lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Sementara Vanesa, Nadia dan Angel sedang bersiap-siap untuk merayakan masuknya Alex ke penjara yang berarti adalah kebebasan Vanesa.
__ADS_1