Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 90


__ADS_3

Bintang tidak menunggu waktu lagi, dia segera membawa Nadia ke rumah sakit sehingga istrinya bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah selesai, Bintang tidak mebawa Nadia pulang melainkan memaksa dokter agar istrinya itu di rawat inap agar mendapatkan penanganan yang lebih baik dari pada di rumah.


“Apa kau pernah merasakan seperti ini sebelumnya?” tanya Bintang. Dia mengusap lembut rambut gadis itu. Nadia menggeleng, dia sangat sehat sebelumnya. Jika pun sakit, itu hanya flu ringan yang sama sekali tidak mengganggu.


“Istirahatlah, besok kita akan tahu kau sakit apa”


“Tuan tidak akan meninggalkan aku kan?”


“Tidak sayangku, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku ada di samping.”


Setelah bintang memberinya ciuamn yang lembut di kening, Nadia lalu tertidur. Dia juga sudah mendapatkan vitamin dari dokter. Sementara itu Bintang menunggu dengan gelisah hasil pemeriksaan Nadia.


Yang Bintang tunggu dengan gelisah sudah keluar. Dokter memanggilnya ke ruangan untuk membicarakan hasil pemeriksaan terhadap istrinya.


“Apa ini, katakan saja.aku tidak akan mengerti membacanya”


“Istrimu meminum obat-obatan yang mungkin akan merusak rahimnya sehingga dia tidak akan bisa punya anak. Tapi obat itu ternyata tidak cocok di tubuhnya sehingga dia mengalami pusing dan kelelahan.”


Bagai di sambar petir di siang bolong Bintang mendengarnya. Istri yang sudah dia harapkan melahirkan anak untuknya malah meminum obat agar dia tidak bisa punya anak. Apa ini adalah karma yang harus Bintang terima.


“Tapi aku rasa hanya orang bodoh yang akan melakukannya. Jika dia tahu bahayanya dan efek sampingnya, dia tidak akan meminum obat seperti itu,” Bintang masih diam seribu bahasa. Wajahnya sudah nampak sangat menakutkan.


“Kau harus memeriksanya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, dia mungkin hanya ingin minum pil pencegah kehamilan tapi dia salah. Jangan langsung menghakimi atau menuduhnya sebelum kau punya bukti yang pasti atau kau akan menyesal.”


Bintang kembali ke kamar dengan amarah yang membuncah di dalam dadany. Jika memang Nadia sengaja minum obat itu, maka hancur sudah harapannya. Dia tidak akan memaafkannya.


Nadia terlonjak dengan kagetsaat Bintang membuka pintu dengan sedikit kasar. Bintang melihat dengan intens gadis yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur itu.


“Nadia”

__ADS_1


“Iya”


“Apa kau tidak ingin punya anak dariku?” tanya Bintang. Nadia menelisik melihat sesuatu yang aneh di wajah suaminya.


“Kenapa Tuan berkata seperti itu, tentu saja aku mau melahirkan anak Tuan dan memberinya cucu untuk Mama dan Papa. Apa ada yangsalah denganku?” tanya Nadia dengan bingung.


“Tidak, aku hanya ingin memastikan saja. Tidurlah, aku mau pulang mandi dan mengambil bajumu.”


Bintang lalu pergi mmeninggalkan Nadia. Seperti yang di katakan dokter padanya,Bintang akan menyelidikinya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan karena dia tidak mau salah melakukan kesalahan dalam pernikahannya kali ini. Dia harus memastikan apakah benar Nadia sengaja meminumnya, meski jauh di lubuk hatinya dia berharap itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.


Saat Bintang sampai di rumah, dia melihat Sita sedang mengendap-endap naik ke atas. Bintang melihatnya sedikit aneh lalu mengikutinya diam-diam. Sita membuka pintu kamar utama dan masuk ke dalam setelah memastikan tidak ada yang melihatnya karena Tuti sedang mandi.


Dia menutup pintu rapat saat sudah berada di dalam kamar yang memang tidak pernah terkunci itu. Bintang benar-benar penasaran dengan apa yang Sita lakukan di dalam kamarnya sampai harus masuk sembunyi-sembunyi seperti itu. Bintang membuka sedikit pintu lalu melihat sekilas Sita sedang memasukkan sesuatu ke dalam tas yang kemarin Nadia pakai.


Bintang menutup kembali pintunya dan turun ke bawah seolah-olah dia belum masuk ke dalam rumah, bintang menunggu beberapa saat sebelum masuk kembali dan langsung naik ke kamarnya. Dia tidak sabar melihat apa yang Sita masukkan ke dalam tas Nadia.


Sungguh di luar dugaan, ternyata yang Sita masukkan tadi ke dalam tas Nadia adalah botol obat yang isinya masih ada beberapa butir. Bintang mengepalkan tangannya dengan erat. Dia lalu bergegas mandi dan mengambil beberapa lembar baju Nadia lalu membawanya kembali ke rumah sakit.


“Aku harap secepatnya,” kata Bintang.


“Tentu, hari ini kau akan dapatkan hasilnya”.


Di dalam kamar Nadia menunggu Bintang dengan gelisah. Suaminya itu tadi memperlihatkan wajah yang aneh menurut Nadia.


“Apa aku bikin salah?” tanya Nadia saat Bintang masuk ke dalam kamar.


“Kenapa kau bilang begitu?” tanya Bintang kembali.


“Aku lihat Tuan agak lain, seperti orang yang sedang marah,” Bintang tidak bisa menutupi sepenuhnya kalau dia memang sedang marah.

__ADS_1


“Aku akan marah kalau aku tahu kau minum obat-obatan untuk memnunda kehamilan. Kau tahu aku sangat ingin punya anak,” kata Bintang. Dia sengaja mengatakannya karena ingin melihat reaksi Nadia.


Nadia memutar bola matanya kesal karena Bintang terus mengatakan itu, Bintang bisa melihat reaksi Nadia mengatakan kalau dia tidak mungkin minum obat itu dengan sengaja. Apa jangan-jangan....


“Kalau aku tidak mau punya anak kenapa aku mau menikah sama Tuan, aku sudah siap makanya aku mau menikah” Nadia juga mulai kesal dengan pertanyaan Bintang. Sikap tegas Nadia membuat Bintang semakin yakin kalau istrinya itu pasti tidak tahu kalau yang dia minum itu obat terlarang yang bisa merusak rahimnya hingga membuat dia tidka akan bisa punya anak.


“Maafkan aku, aku hanya takut saja kau mungkin masih belum siap untuk mengandung anakku,”


Nadia melirik Bintang dengan kesal lalu membalik badannya membelakangi suaminya. Bintang yang menegtahui Nadia marah segera membujuk istrinya itu.


“Maafkan aku” kata Bintang seklai lagi. Nadia menyentak tangan Bintang yang memegang bahunya. Dia benar-benar kecewa walau Bintang sama sekali tidak menuduhnya.


“Aku mau sendiri” kata Nadia.


“Kau marah?”


“Aku mau sendiri, Tuan Bintang. Tolong tinggalkan aku”


Sepertinya adis itu benar-benar marah hingga dia meminta suaminnya keluar dari kamar. Bintang hanya bisa menghela nafas kasar dan keluar dari kamar.


Bintang akirnya mendapat panggilan dari dokter yang akan menjelaskan padanya tentang obat yang dia temukan di dalam tas istrinya.


“Ini obatnya. Ini adalah pil kb biasa tapi akan sangat berbahaya jika di gunakan dengan dosis tinggi setiap hari. Aku rasa istrimu tidak akan merusak dirinya dengan sengaja meminumnnya melebihi dosis. Obat ini bisa menyebabkan kanker rahim jika pemakaiannya tidak segera di hentikan”


Tangan Bintang terkepal, dia tidak menyangka ada orang yang tega melakukan hal itu pada Nadia. Tidak, mungkin bukan pada Nadia tapi pada dirinya yang sangat menginginkan anak.


“Apa ini bisa di atasi?”


“Untungnya istrimu tidak cocok dengan pil ini jadi tubuhnya memberi tanda sehingga kami bisa menagtasinya dengan cepat,” kata dokter.

__ADS_1


“Aku akan meresepkan vitamin penguat rahim juga untuk kesuburan. Pastikan dia meminumnya dengan teratur. Janagn lupa dia harus banyak menkomsusi makana yang sehat dan bergizi,” sambung dokter.


Setelah mendapat penjelasan dari dokter, Bintang tidak mau lagi menunggu lama. Dia segera menghubungi penagcaranya dan melakukan konsultasi mengenai apa yang harus dia lakukan.


__ADS_2