
Setelah perbincangan yang panjang dengan Tuti, Nadia kembali tidak bisa memejamkan matanya. Dan medapati Vanesa dan Angel masih ada di ruang tamu. Dia lalu bergabung bersama teman-temannya.
“Nggak bisa tidur?” tanya Vanesa yang memberikan tempat untuk Nadia duduk di sampingnya.
“Barusan Mbak Tuti telepon” kata Nadia.
“Mbak Tuti yang kerja di rumah Tuan Bintang?” tanya Angel dan Nadia mengangguk.
“Memang dia bilang apa?” mereka sudah tidak seceria biasanya. Ketika kumpul seperti ini, pasti suasana sangat nyaman. Mereka riang gembira menceritakan apapun, tapi sekarang keceriaan itu seperti hilang begitu saja.
“Sepertinya Tuan Bintang sudah tahu kalau Nyonya selingkuh” Vanesa dan Angel terkejut mendengarnya, mereka antusias dan ingin tahu lebih jauh.
“Terus...” Nadia pun menceritakan semua apa yang Tuti ceritakan padanya.
“Kasihan juga Tuan Bintang” komentar Angel, Nadia dan Vanesa juga mengangguki.
“Tapi aku juga tidak mau membuat Nenek menangis lagi” kata Nadia. Dia saat ini sangat ingin berada di samping Bintang dan menghiburnya agar dia melupakan sakit hatinya pada Sarah seandainya benar Bintang telah mengetahui apa yang Sarah lakukan di belakangnya. Mengingat bagaimana Bintang sangat mencintai istrinya, tentu rasa sakit dan keewanya akan sangat dalam.
“Aku rasa memang kamu harus memberi waktu, Nad. Jika Tuan Bintang mengetahui permainan sarah di belakangnya dan meninggalkannya, aku rasa Tuan Bintang akan datang dan mencari kamu kemana pun kamu pergi kalau dia benar-benar menginginkan kamu. Ini akan jadi pembuktian untuk keseriusannya sama kamu, kalau dia mencari wanita lain, berarti memang sudah tepat kamu meninggalkannya secepatnya” Angel memberi nasehat yang sangat berarti untuk Nadia.
Jika saja Bintang dan Sarah berpisah, tentu Bintang akan dengan leluasa menjalani hubungannya dengan Nadia. Mungkin saja Bintang akan meresmikan hubungannya di depan umum, tapi jika dia hanya menginginkan Nadia hanya sebagai penghibur sementara, kehilangan Nadia tentu tidak akan begitu berarti untuknya, dia akan segera melupakan Nadia dan mencari gadis lain.
“Berarti kita benar-benar harus berpisah,” suasana pun menjadi semakin haru setelah Vanesa mengatakan kata berpisah. Mereka semua diam dan menunduk, sungguh mereka tidak ingin berpisah, apalag secepat ini dan mungkin mereka akan sulit untuk bertemu jika seandainya Nadia benar-benar kembali ke kampung halaman Nenek Mina.
“Aku sayang banget sama kalian” kata Nadia memeluk kedua sahabatnya.
Tiga tahun lebih mereka bersama-sama, saling membantu, saling menyayangi dan tidak pernah ada rasa cemburu satu dengan yang lain. Mereka saling mendorong bahkan untuk hal buruk sekalipun mereka masih saling menyemangati.
Sekarang salah satu dari mereka harus pergi, tentu yang di tinggalkan akan merasa sangat kehilangan.
__ADS_1
Malam ini mereka bertiga tidur bersama di ruang tamu di atas karpet. Mungkin itu akan menjadi yang terkahir kalinya mereka tidur bersama karena besok Nadia dan Nenek Mina akan pergi ke desa tempat Nenek Mina lahir.
Sementara itu Bintang menemui Jony di restoran, Bintang sangat terpukul melihat bukti yang Jony berikan padanya. Foto-foto Sarah dan laki-laki itu sedang makan bersama, saat mereka jalan bergandengan tangan dan masuk ke dalam sebuah apartemen.
Selama ini dia berharap semua itu hanyalah prasangkanya kepada Sarah, dia masih ingin menjalani rumah tangga dengan Sarah. Melihat Sarah melahirkan anak-anaknya adalah harapan terbesarnya saat ini.
Melihat Bintang yang sangat terpukul, Jony pun pergi meninggalkannya. Bintang butuh waktu untuuk sendiri.
Tanpa Bintang sadari, ada buliran yang mengalir pelan membasahi pipinya. Hatinya sangat terpukul, dia jelas terluka dan merasakan sakit di hatinya mengetahui wanita yang sangat dia cintai itu ternyata memiliki hubungan dengan laki-laki lain di belakangnya.
Bintangpun menyadari kalau ini mungkin adalah balasan atas apa yang juga telah dia lakukan pada istrinya. Dia juga melakukan hal yang sama seperti Sarah. Dia juga memiliki wanita lain selain istrinya. Tapi meski begitu, rasa sayang dan cinta Bintang tidak pernah berkurang sedikitpun pada Sarah.
Dia juga tidak pernah sampai melakukan hubungan badan dengan Nadia, dia hanya tidur dan memeluknya tanpa melakukan apapun. Dan lagi, Bintag tidak pernah berbohong pada Sarah.
Bintang menghela nafasnya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, dia menghapus tetes demi tetes yang terus mengalir membasahi pipinya.
Sejak dia beranjak remaja hingga kini, baru kali ini dia merasakan begitu terluka hingga tidak bisa menahan air mata yang terus mengalir. Bintang sangat terluka.
“Kenapa kau lakukan ini Sarah, apa yang salah dari hubungan kita sampai kau mencari laki-laki lain” tanyanya pada dinding kamar.
Bintang lalu mengirim pesan pada Jony dan meminta tolong padanya untuk mencari tahu siapa laki-laki yang sudah membuat Sarah sampai berani membohonginya. Sudah sejauh mana hubungan mereka, dan di mulai sejak kapan. Bintang ingin mengetahui lebih jelas lagi.
Meskipun sudah pasti dia akan meninggalkan Sarah, tapi dia ingin tahu lebih jelas siapa laki-laki itu.
Hingga pagi menjelang, Bintang tidak juga bisa memejamkan matanya. Saat matahari sudah mulai nampak di permukaan bumi, Bintang pun memutuskan kembali kerumahnya. Meskipun dia tidak punya tenaga sama sekali untuk bekerja, dia tetap harus melakukan kewajibannya sebagai seorang pimpinan perusahaan.
“Tuan...” Tuti yang melihat Bintang begitu berantakan pun terkejut. Tidak pernah Bintang sekacau ini. Apa karena Nadia meninggalkannya atau karen ahal lain.
“Tuan mau saya buatkan bubur ayam?” kata Tuti menawarkan.
__ADS_1
“Iya, sepertinya enak. Tolong buatkan aku” kata Bintang yang tidak menolak tawaran Tuti.
“Baik, Tuan.”
Bintang lalu naik ke kamarnya, lama dia memegang handle pintu sebelum membuka pintu. Dia melihat sarah masih terbaring di atas tempat tidurnya.
“Pantas saja kau jadi berubah, kau jadi semakin bergairah dan selalu menawarkan diri untuk bercinta. Ternyata itu hanyalah siasatmu agar aku tidak tahu apa yang sudah kau lakuakan di belakangku.”
Tatapan Bintang masih tertuju pada wanita yang masih memejamkan matanya itu. Wanita itu lalu meleguh seraya menarik tangan dan kakinya, lalu kemudia dia membuka matanya.
“Sayang...” Sarah langsung bangun dan memeluk Bintang. Bintang yang merasa jijik padanya pun melepaskan pelukan itu, tapi dia melakukannya dengan lembut.
“Tidurmu nyenyak?” tanya Bintang. Dia ingin melampiaskan amarahnya namun menyadari bahwa diapun melakukan hal yang salah.
“Aku ingin tanya sesutau padamu?” Sarah menyipitkan matanya.
“Apa?” katanya.
“Kalau aku memiliki hubungan dengan wanita lain di belakangmu apa kau akan memaafkan aku?” Sarah terdiam cukup lama. Dia menatap Bintang seolah sedang menyelidiki seseutu.
“Kau punya wanita lain?” tanyanya kemudian.
“Aku bertanya padamu,” kata Bintang sekali lagi.
“Asalkan kau berjanji tidak mengulanginya lagi dan meninggalkan perempuan itu, aku mungkin akan memaafkanmu” jawaban Sarah membuat Bintang sedikit terkejut.
“Kenapa?” tanya Bintang lagi.
“Karena aku mencintaimu dan aku tidak akan meninggalkanmu” jelas Sarah.
__ADS_1
“Tapi aku tidak akan memaafkanmu kalau kau memiliki laki-laki lain di belakangku. Apapun alasanmu, berapa lama pun kau menjalin hubungan dengan laki-laki lain, aku tidak akan memaafkanmu.”
Deg, raut wajah Sarah berubah drastis. Dia memalingkan wajahnya menghindari tatapan Bintang.