
Saat pagi sudah menjelang, Nadia masih tertidur dengansegala beban di pikirannya. Nenek Mina yang suidah bangun sejak tadi sengaja tidak membangunkannya. Sementara Bintang sudah duduk di ruang tamu dan terlihat sibuk ponselnya. Nenek Mina lalu ke dapur dan membuatkan minuman dan juga sarapa untuk Bintang.
“Nadia sudah bangun?” tanya Bintang. Nenek Mina sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia telah mengetahui hubangan Tuannya itu dengan cucunya. Dia tentu menjaga harga diri Bintang.
“Belum, Tuan. Semalam Nadia tampak gelisah dan bisa tidur jadi saya membiarkan dia tidur dan sengaja tidak membangunkannya,” jawab Nenek Mina.
“Dia sakit?” tanya Bintang dengan khawatir. Nenek Mina bisa melihat dengan jelas kalau Bintang khawatir pada cucunya itu. Tapi dia tidak akan membiarkan hubungan itu berlanjut.
“Tidak, Tuan. Mungkin pelajaran di kampus, atau mungkin dia kelelahan karena harus bekerja sepulang kuliah” kata-kata Nenek Mina justru membuat Bintang semakin khawatir dan itu terlihat jelas.
“Bagaimana Nyonya, apa Nyonya sehat?” tanya Bi Mina sengaja mengalihkan pembicaraan.
“Aku tidak tahu, Bi. Aku malas bicara tentang dia” Bi Mina diam sesaat. Wanita tua itu langsung berfikir kalau mungkin saja Bintang hanya menjadikan Nadia sebagai pelariannya saja karena sekarang dia pasti sedang bermasalah dengan istrinya jika di lihat dari caranya menjawab.
Setelah menghabiskan sarapannya Bintang pun bergegas pergi. Laki-laki itu sama sekali tidak curiga dengan Nenek Mina yang sengaja tidak mau Nadia bertemu dengannya.
“Kalau ada apa-apa cepat kabari aku” kata Bintang sebelum masuk ke dalam mobilnya.
“Iya, Tuan” jawab Nenek Mina yang tidak lagi di dengar Bintang. Nenek Mina menutup pagar lebih dulu sebelum masuk kembali ke dalam rumah.
Dia melihat Nadia sudah bangun dan mungkin sedang menelpon temannyakalau hari ini dia tidak bisa masuk kampus.
“Tuan Bintang sudah pergi, dia sepertinya khawatir sama kamu waktu Nenek bilang kamu tidak bsia tidur semalam” kata Nenek Mina walaupun Nadia tidak bertanya tentang Bintang.
“Tuan Bintang tulus sayang sama Nadia, Nek. Nadia bisa merasakan ketulusan Tuan Bintang” kata Nadia akhirnya setelah semalam tidak berbicara apapun tentang Bintang.
__ADS_1
Nenek Mina menghela nafasnya, dia yakin Bintang bukan laki-laki bajingan yang suka mempermainkan perempuan. Tapi walaupun begitu, hubungannya dengan Nadia tetap tidak akan mendapatkan pembenaran dari manapun.
“Tapi tetap saja itu salah, Nad. itu sama saja dengan perselingkuhan. Tuan Bintangs selingkuh di belakang Nyonya dan kamu adalah selingkuhan Tuan Bintang. Ingat Nad, Tuan Bintang itu orang yang punya nama besar. Nenek tidak perlu menjelaskannya pun kamu pasti sudah tahu. Kita ini orang kecil, Nad. Orang susah. Jangan membahayakan diri kamu dan masa depan kamu. Hubungan kamu dengan Tuan itu tidak akan ada masa depannya. Hanya akan membuang waktu dan masa remaja kamu.”
Nenek Mina sepertinya sudah kehabisan kata-kata, dia sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa kepada Nadia agar pikiran anak itu bisa terbuka dan segera menjauhi Bintang untuk selamanya.
Setelah mengatakan apa yang bisa dia katakan, Nenek Mina lalu meninggalkan Nadia sendiri di kamar untuk merenungi ucapan Neneknya itu. Tapi belum lagi Nenek Mina sampai di pintu, ponsel Nadia berdering membuta Nenek Mina berbalik.
“Tuan Bintang?” tanya Nenek Mina. Nadia mengangguk pelan.
“Nenek mohon sama kamu, Nad. Nenek sayang sama kamu, Nenek tidak mau masa depan kamu hancur” kali ini Nenek Mina sudah berusara dengan nada yang gusar. Bahkan matanya pun sudah mulai basah.
Nadia tidak pernah melihat Nenek Mina seperti ini sebelumnya. Nenek tua itu bahkan sampai menangis memohon agar Nadia menyudahi hubungannya dengan Bintang.
Nadia lalu turun dari tempat tidur dan memeluk Nenekmya sementara ponselnya terus berdering.
Tentu Nadia akan lebih memiih Neneknya dari pada hubungan yang tidak jelas dengan Bintang.
“Ayo kita pindah, Nad. Nenek yakin Tuan Bintang pasti akan datang secepatnya karena kamu tidak menjawab teleponnya” kata Nenek Mina. Nadia pun mengangguk setuju. Mereka lalu membereskan semua barang mereka.
Untuk sementara Nadia meminta ijin untuk tingga di apartemen Angel karena dia ridak punya tempat untuk pergi. Vanesa yang panik saat Nadia meminta izin untuk tinggal di apartemennya pun langsung pulang setelah minta ijin kepada dosennya. Angel tidak mau ketinggalan pastinya, dia juga ikut pulang bersama Vanesa.
Saat Vanesa sampai, Nadia dan Nenek Mina sudah menunggunya di depan apartemen bersama barang-barang mereka.
“Ada apa, Nad?” tanya Vanesa memeluk Nenek Mina dan membawanya masuk ke dalam, sementara Angel membantu Nadia membawa masuk kopernya.
__ADS_1
Nadia melihat Neneknya lalu menghela nafas.
“Nenek istirahat aja dulu” kata Nadia.
“Ayo, Nek. Istirahat di kamarku aja” Angel yang pengertian lalu membawa Nenek Mina masuk ke dalam kamarnya.
“Nenek butuh seseuatu?” tanya Angel sebelum meninggalkannya. Nenek Mina hanya menggeleng.
“Temani Nadia aja, dia pasti butuh kalian” Angel hanya mengkerutkan keningnya, lalu keluar setelah Nenek Mina memintanya keluar untuk.
Saat keluar Angel di buat semakin bingung dengan ekpresi sedih Vanesa. Nadia lalu menceritakan sekali lagi apa yang sudah terjadi.
“Jadi bagaimana dengan kuliah kamu kalau kamu pergi” kata Angel, wajahnya pun berubah sedih mengetahui Nadia memutuskan meninggalkan kota itu dan tinggal di kampung halaman Nenek Mina. Vanesa mengangguk, hal sama tadi juga Vanesa tanyakan pada Nadia.
“Mungkin tidak bisa aku lanjutkan lagi” jawab Nadia. Dia tersenyum sambil memeluk teman-temannya. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Nadia pun enggan meninggalkan semuanya begitu saja di sini.
“Aku nggak akan bisa lepas dari Tuan Bintang kalau aku masih ada di sini, dia pasti akan mencari aku ke manapun” kata Nadia. Alasan yang sangat jelas. Bintang pasti tidak akan membiarkan Nadia meninggalkannya.
“Aku juga mau kasih tahu sama kamu” Nadia menggenggam tangan Vanesa dan menatapnya.
“Kamu juga harus segera mengakhiri hubungan kamu sama Om Alex, Nenek Benar, hubungan kita adalah hubungan yang tidak ada masa depannya. Hubungan yang hanya akan menyia-nyiakan masa remaja kita”
Vanesa tampak merenungi apa yang Nadia katakan. Hubungannya dengan Alex memang tidak memliki dan tidak mungkin ada masa depannya. Alex dan Bintang laki-laki yang sudah memiliki keluarga masing-masing, mereka hanya datang merusak dan membuat laki-laki itu membohongi pasangan halal mereka.
“Aku juga takut, tapi aku...” Vanesa tidak bisa meneruskannya, dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Beruntunglah Angel karena hubungannya sudah berakhir lebih cepat.
__ADS_1
“Jadi kamu tidak akan mengatakan apapun kepada Tuan Bintang sebelum kamu pergi? Nadia menggeleng.
“Dia pasti akan menahanku dengan segala caranya, aku sudah tidak mau lagi mengecewakan Nenek” sepertinya Nadia benar-benar sudah memantapkan hati untuk meninggalkan Bintang. Bukan hanya Bintang, tapi juga kedua sahabatnya.