Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 54


__ADS_3

Sarah melihat mobil Bintang terparkir di depan rumah, dia buru-buru masuk ke dalam dan mencari keberadaan suaminya itu. Bintang ada di ruang keluarga sedang duduk dengan laptopnya. Dia menoleh saat melihat Sarah berjalan cepat ke arahnya.


“Sayang, ayo kita bicara,” kata Sarah saat sudah berada di depan Bintang. Laki-laki itu menutup laptopnya dan memandang tajam pada Sarah.


“Bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak mau melihatmu lagi, kenapa kau masih datang ke rumahku,” kata Bintang. Sarah melihatnya, laki-laki itu bukan lagi Bintang yang dia kenal, bukan lagi kali-laki yang selalu memperlakukannya dengan hangta dan lembut.


“Sayang, aku mohon maafkan aku. Aku berjanji tidak akan lai menemui Mario...”


“Jangan sebut nama laki-laki brensek itu di depanku,” teriak Bintang yang membuat Sarah terlonjak. Tentu saja selama ini Bintang tidak pernah bicara dengan nada tinggi padanya.


“Sayang...” katanya dengan lemah.


“Kemasi barang-barangmu sekarang, pengacaraku akan mengirimkan surat cerai secepatnya padamu...”


Degg, cerai. Sarah benar-benar mendengar kata itu dari mulut Bintang.


“Kau juga melakukan kesalahan kan, tapi aku memaafkanmu. Kenapa aku yang melakukan kesalahan tapi kau tidak memaafkanku. Kau juga selingkuh di belakangku, kau juga menemui wanita lain. Kenapa hanya aku yang tidak di maafkan,” Sarah masih dengan suara lemahnya seolah dialah yang paling tersakiti.


“Itu urusanmu, jika bagimu seorang pengkhianat masih bisa di maafkan. Bagiku tidak ada kata maaf untuk seorang pengkhianat. Aku tidak mau lai mendengar apapun, jadi sekarang kemasi barangmu dan jangan menginjakkan kaki lagi di rumahku,” Bintang benar-benar mengusor Sarah dari rumahnya.


“Satu lagi, jangna berani-beraninya kau melukai orang-orang di sekitarku. Jika kau masih berani melakukannya, kau akan berhubungan dengan pengacaraku.” Bintang kembali membuka laptopnya dan tidak memperdulikan Sarah yan menangis di sampingnya.


Inilah air mata pertama Sarah sejak menikah dengan Bintang, dan juga air mata terakhirnya menjadi istri Bintang. Wanita bodoh yang meningkari janji suci yang telah dia buat hanya untuk kepuasan sesaat, hanya untuk memuaskan keinginan yang tidak bisa dia wujudkan bersama mantan kekasihnya.

__ADS_1


Mereka bercinta sepanjang malam hampir setiap hari, padahal pasangan mereka juga memberi mereka kepuasan yang tidak kalah dari mantan mereka. Tapi mereka memilih merasakan kepuasan itu saat mereka telah mengikat janji suci dengan pasangannya masing-masing.


Sarah tidak bisa membayangkan bagaimana dia menjalankan butiknya tanpa nama besar Bintang, reputasinya sebagai menantu konglomeratlah yang membuatnya terkenal selama ini.


Sepertinya tidak ada lai yang bisa Sarah lakukan, dia benar-benar telah kehilanan semuanya. Saat dia melankah meninggalkan Bintang, tiba-tiba dia punya ide yang sangat brilian.


“Hueek, huekk....” Bintang menoleh melihatnya. Sarah lalu berbalik dan menemui Bintang.


“Aku lupa memberi tahumu kalau aku sudah tidak datang bulan sebulan ini. Kalau aku hamil, apa kau masih akan menceraikanku...?”


Sarah melihat ekpresi Bintang, Bintang tersenyum dan Sarah pun ikut tersenyum. Hatinya merasa lega. Bintang pasti tidak akan menceraikannya. Dia akan pikirkan sisanya nanti.


Lalu senyum Bintang berubah menjadi tawa yang membuat Sarah semakin lega. Sarah baru menyesal kenapa dia lebih memperhatikan bentuk tubuhnya. Harusnya dia memang memiliki anak sehingga bisa mengikat Bintang. Setidaknya Bintang tidak akan menceraikannya dengan alasan anak. Tapi bodohnya, demi menjaga bentuk tubuhnya Sarah tidak mau punya anak. Dan itulah yang paling dia sesali sekarang.


“Aku lupa, kau sedang program hamil kan,” Saarah Mengangguk lalu Bintang kembali tertawa. Melihat itu Sarah mendekati Bintang.


Lalu ekpresi Bintang kembali berubah dingin, dia menatap Sarah dengan tajam seolah ingin menerkam dan mencabik-cabiknya.


Mengingat Sarah membohonginya tentang pemeriksaan waktu itu membuat Bintang di bakar amarah yang luar bisaa. Dia mengepalkan tangannya, lalu dia meninju meja kaca hingga meja itu retak dan tangannya berdarah.


“Sayang, tanganmu berdarah. Kenapa kau melukai dirimua,” Bintang mendorong Sarah saat wanita itu hendak meraih tangannya yan berdarah.


“Aku ibaratkan meja ini adalah kau, Sarah. Aku tidak bisa memukulmu secara langsung walaupun aku sangat ingin mencabik-cabik dirimu,” Sarah panik. Tadi dia sudah melihat Bintang tersenyum dan tertawa, kenapa sekarang dia marah lagi. Sarah bahkan sangat takut kali ini.

__ADS_1


“Kau tahu kalau aku sangat ingin punya anak, Mama dan Papa juga sudah lama menunggu cucu. Tapi kenapa kau tega membohongiku, kenapa,” suara Bintang sudah meninggi, Sarah merinding mendengarnya.


Bintang teriak sampai urat lehernya kelihata, matanya berkilat dan tangannya terkepal. Sarah benar-benar takut.


“Kau pikir aku tidak tahu kau masih minum pil kb, hah. Kau juga membohongiku bersama dokter itu, kau pikir aku tidak tahu itu.”


Sarah jatuh lunglai di lantai, bagai tersambar petir yang maha dahsyat. Dia tidak bisa lagi berkata apa-apa untuk membela dirinya.


“Pergi sekarang juga atau aku tidak bisa lagi mengendalikan diriku dan membunuhmu. Pergi. Pergi yang jauh dan jangan pernah menampakkan dirimu di depanku.” Ada ancaman di setiap kata yang Bintang ucapkan membuat Sarah gemetar dan segera berdiri.


Wanita itu berjalan tertatih memegangi tangga. Bukan hanya pertemuannya dengan Mario yang Bintang ketahui, tapi kebohongan tentang kesehatan Bintang juga terungkap.


Laki-laki mana yang tidak marah dan kecewa di bohongi sedemikian rupa oleh wanita yang sangat dia cintai, wanita yang dia harapkan memberikan banyak anak untuknya.


Sarah berhasil masuk ke dalam kamar dengan bersusah payah, dia memasukkan semua baran-barangnya dengan tergesa-gesa. Dia bahkan tidak perduli denan keberadaan Tuti yang sedang membersihkan barang-barang yang berhamburan di lantai.


Perhiasan, tas dan koleksi barang mewahnya semua Sarah masukkan ke dalam beberapa koper. Sarah tidak meninggalkan apapun, dia membawa semuanya dengan tidak tahu malunya karena semua itu adalah barang-barang pemberian Bintang.


Sementara Sarah mengemasi semua barangnya, Bintang kembali meneteskan air mata. Bukan karena sakit di tangannya yang masih menitikkan darah segar, tapi karena sakit di dalam hatinya.


Bertahun-tahun dia membuang waktu dengan wanita yang salah, wanita yang tidak pernah menghargai keinginannya. Bintang benar-benar menyesal, bukan menyesal menikah dengan Sarah tapi menyesali sikapnya yang terlalu memanjakan istrinya itu sehingga dia bisa berbuat seenaknya. Harusnya Bintang bisa lebih tegas dan tidak membiarkan Sarah mengaturnya selama ini.


Sarah sudah turun dengan membawa koper-kopernya. Tuti yang maish punya hati nurani juga membantunya membawa kopernya walaupun Sarah sudah menyakitinya tanpa alasan.

__ADS_1


Bintang sama sekali tidak mempermasalahkan apapun yang Sarah bawa pergi, dia justru tidak mau ada satupun barang wanita itu yang tersisa di rumahnya.


Akhirnya Sarah benar-benar pergi dari rumah itu, rumah di mana dia menjadi seorang Nyonya yang sangat berkuasa. Bintang sama sekali tidak mau melihat Sarah, sampai Tuti menutup pintu Bintang masih tertunduk merenungi rumah tangganya yang hancur berantakan.


__ADS_2