Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 62


__ADS_3

Nadia langsung membuang pandangannya saat melihat Sarah, dia berjalan dengan santai seolah Sarah tidak ada di depannya. Namun Sarah dengan cepat mencekal tanggannya dan menarik Nadia dengan kasar sehingga gadis itu hampir saja jatuh jika dia tidak bisa menjaga keseimbangan dirinya.


Sarah menatapnya dengan nyalang, Nadia bisa melihat kalau Sarah sangat marah. Wanita itu pasti tadi melihat Nadia keluar dari mobil Bintang.


“Nyonya, apa yang Nyonya lakukan di sini?” tanya Nadia basa basi.


“Jadi kamu perempuan simpanan Bintang?” Nadia lagi-lagi terkejut.


‘Simpanan Bintang, jadi Nyonya tahu kalau Tuan Bintang juga berselingkuh di belakangnya’


“A aapa maksud Nyonya?” kata Nadia tergagap.


“Kamu tidak perlu pura-pura, Nadia. Aku tahu semuanya. Kamu adalah gadis yang di sukai suamiku,” Sarah melihat penampilan Nadai dari atas ke bawah.


“Aku benar-benar sudah menyepelekan kamu, setan kecil yang berani menggoda suami orang. Kecil-kecil sudah jadi pelakor, bagaimana mana nanti kalau kamu sudah dewasa,” Nadia merasa sangat malu karena Sarah mengatakannya sambil berteriak sehingga semua orang melihat mereka.


“Kamu yang membuat Bintang menceraikan aku, kamu yang sudah merebut Bintang dari aku,” teriak Sarah.


“Apa Nyonya tidak merasa malu, Nyonya harusnya lebih tahu kenapa Tuan meninggalkan Nyonya. Nyonya pikir saya tidak tahu kalau Nyonya punya laki-laki lain, saya pernah melihat Nyonya di sini, bersama laki-laki itu....”


Plak... Sarah menampar Nadia dengan sanat keras. Dia lalu menyerte Nadia menjauh dari kerumunan orang.


“Nyonya, sakit,” rintih Nadia saat Sarah mencengkram dan menarik tangannya dengan kuat. Sarah melemparkan Nadia sehingga tubuh gadis itu terbentur tembok.


“Arrghh...” rintih Nadia sekali lagi.


“Jadi kamu yang bilang ke Bintang kalau aku bertemu dengan laki-laki lain, kamu bekerja sama dengan Tuti untuk merencanakan semua ini, benar kan...” kata Sarah dengan penuh penekanan.


“Nyonya bisa langsung tanya pada Tuan,” Nadia dengan berani mendorong Sarah dan meninggalkannya sambil bergantian memegang tangan dan bahunya yang sakit karena Sarah.


Tapi Sarah tiba-tiba menarik rambutnya membuat Andia kembali merintih.

__ADS_1


“Nyonya, apa yang Nyonya lakukan. Saya bisa melaporkan Nyonya ke polisi dengan tuduhan penganiyaan,” teriak Nadia saat Sarah tidak juga melepaskan tangannya dari rambut Nadia.


“Nyonya...” seorang wanita yang Nadia tahu sekertaris Sarah datang dan melerei.


“Nyonya, ini tempat umum,” bisiknya. Sarah melepaskan rambut Nadia.


“Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, Nadia. Tunggu saja.” Sarah lalu pergi dengan segenap kemarahan yang membuncah di dadanya.


“Kurang ajar, gadis ingusan itu ternyata adalah waniita yang di sukai Bintang. Bagaimana aku bisa tidak menyadarinya selama ini,” kata Sarah. Dia sudah berada di dalam mobilnya.


Sekarang Sarah tinggal di apartemen yang dia beli khusus untuk tempat pertemuannya dengan Mario jika laki-laki itu datang ke negeri ini. Sarah pulang untuk mengganti pakaiannya karena dia akan menghadiri sebuah acara siang ini. Namun saat akan pergi, Sarah melihat mobil Bintang yang berhenti di depan pintu utama gedung apartemen.


Sarah yang sudah merasa yakin kalau Bintang datang untuknya merasa di atas angin. Dia tidak akan berpura-pura jual mahal dan langsung menereima jika saja Bintang berniat membangun kembali rumah tangga dengannya.


Namun bola mata Sarah seperti akan keluar dari kelopaknya saat dia melihat seorang gadis keluar dari mobil Bintang sambil tersenyum, dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah dia sangat mengenal gadis itu. Nadia.


“Aku pasti akan memberi pelajaran pada pembantu sialan itu,” kata Sarah dengan amarah yang meluap-luap.


“Pipi kamu kenapa?” tanya Vanesa melihat pipi Nadia yang lebam dan sudut bibirnya terluka.


Nadia menghela nafas lalu menceritakan pertemuannya dengan Sarah.


“Padahal dia dan Tuan Bintang kan sudah bercerai, kenapa dia harus marah-marah sama aku,” oceh Nadia sambil sesekali merintih.


“Apa, jadi Tuan Bintang sudah benar-benar bercerai dari nenek sihir itu?” Vanesa senang, akhirnya Nadia dan Bintang punya banyak kesempatan untyk kembali bersama.


“Tapi anmanya juga nenek sihir, Nad. Pasti jahat lah. Kamu harus hati-hati siapa tahu dia akan melakukan hal yang lebih gila lagi dari ini,” kata Vanesa.


“Jadi bagaimana kamu dan Tuan Bintang?” Nadia lalu kembali menceritakan pada Vanesa pertemuannya dengan Bintang tadi.


Nadia sepertinya akan menerima tawaran Bintang untuk kembali tinggal di rumah Bintang karena dia takut akan terus bertemu Sarah jika dia tinggal di apartemen yang sama dengan Sarah. Tidak perduli jika Sarah akan semakin murka jika mengetahui bahwa Nadia tinggal kembali bersama Bintang.

__ADS_1


“Tapi bagus juga, Nad. Dari pada kamu bertemu dengan Sarah dan dia mecelakakan kamu,” kata Vanesa yang juga setuju Nadua kembali tinggl di rumah Bintang.


“Iya, ku jua berfikir begitu,” kata Nadia yang sepemekiran dengan Vanesa.


“Eh, Angel mana?”


“Sudah masuk kerja, tadi dia dapat telepon dari managernya katanya di restoran lagi kuran orang,”


“Aku juga mau kembali ke restoran, tapi kalau aku kembali ke rumah Tuan Bintang, otomatis aku tidkabisa lagi kerja di restoran,”


“Jadi...?”


Nadia menghela nafas, tanpa perlu lama berpikir dia sudah memutuskan untuk kembali tinggal di rumah Bintang untuk menghindari Sarah yang mungkin akan menggila menginat wataknya memang arrogan.


Nadia sudah membereskan barang-barangnya, dia tidak menelpon Bintang seperti yang bintang katakan padanya tapi meminta tolong pada Vanesa untuk mengantarnya karena takut jika Sarah akan melihatnya lagi bersama Bintang.


Setelah semua barangnya sudah masuk ke dalam koper, Nadia lalu pergi di antar Vanesa ke rumah Bintang. Untung saja Nadia suah masuk ke dlam mobil Vanesa saat Sarah turun dari mobilnya. Vanesa yang melihat Sarah buru-buru masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya.


“Untung aja,” kata nya memegangi dadanya.


Mendengar cerita Nadia membuat Vanesa kembali berfikir untuk segera menemui Alex bagaimanapun caranya. Dia takut kejadian yang Nadia alami juga akan terjadi padanya jika dia dan Alex tidak sepakat untuk segera memutuskan hubungan mereka.


“Kamu sama Om Alex bagaimana?” Nadia seperti bisa membaca pikiran Vanesa.


“Om Alex lagi sibuk banget, susah banget untyk di temui,” kata Vanesa dengan wajah cemas.


“Kamu belum putus?” Vanesa menggeleng.


“Aku nggak mau kirim pesan ke Om Alex kalau bukan dia duluan yang chat aku, takut yang baca istrinya atau orang lain,” kata Vanesa yang tidak berani memutuskan hubungannya dengan Alex hanya lewat pesa sinkat.


“Kamu anggap saja kalau kamu dan Om Alex sudah putus, anggap saja kalau kalian sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan kalian,” kata Nadia memberi saran. Tapi Vanesa takut pada Alex, gadis itu tidak mau Alex marah dan melakukan hal yang tidak dia inginkan mengingat tempramen Alex yang tidak stabil.

__ADS_1


Mereka memulainya bersama-sama secara sadar, tentu saja mereka juga harus kesepakatan keduanya untuk mengakhirinya.


__ADS_2