Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 96


__ADS_3

Sudah beberapa hari sejak Bryan mengajaknya untuk kembali mengulang kisah kasih mereka di masa lalu, Angel tidak pernah lagi menampakkan dirinya di restoran. Dia tidak mau menjadi orang ketiga dalam tumah tangga Bryan dan istrinya. Dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga Bryan. Dan yang paling tidak Angel inginkan adalah hubungan yang tidak akan pernah menjadi masa depan untuknya.


Di mana Angel, tentu saja dia ada di rumah Nadia menceritakan pada sahabatnya itu tentang kedatangan Bryan setelah setahun lebih mereka berpisah.


“Perasaan kamu sendiri bagaimana?” tanya Nadia saat Angel menceritakan semuanya. Angel diam, menealah dalam hatinya, bagaimana perasaanya pada Bryan sekarang.


“Aku nggak tahu, Nad. Perasaan aku seperti apa sekarang sama Om Bryan aku nggak bisa jelaskan,” kata Angel. Dia sangat sedih dengan pertanyaan Bryan, dia sama sekali tidak berharap Bryan akan kembali mengajaknya menjalon hubungan rahasia seperti dulu.


Sekarang Angel sudah dewasa, dia juga tidak kekurangan kasih sayang di rumahnya lagi. Yang dia butuhkan adalah sosok laki-laki yang bisa menemaninya, menjaganya dan memperhatikannya. Bryan tentu bisa melakukan itu, tapi Angel ingin hubungan yang sehat. Hubungan yang bisa dia perlihatkan pada dunia, laki-laki yang bisa dia bawa ke rumahnya dan di kenalkan pada orang tuanya.


Dan dengan status Bryan saat ini, tentu tidak mungkin Angel bisa mewujudkan keinginannya itu. Ada wanita lain yang mungkin akan mengamuk jika saja Angel menggandeng suaminya di tengah keramaian.


“Terus, restoran bagaimana? Kamu nggak mungkin kan meninggalkan restoran?” Angel menghela nafas, jika menolak Bryan tentu saja dia hrus meninggalkan restoran. Padahal Angel sudah bisa menjalankan tugasnya sebagai manager restoran dengan baik dan dia sangat menikmati pekerjaannya itu.


“Sepertinya aku memang harus meninggalkan restoran, Nad” Nadia menghela nafas, dia sedih kalau sampai Angel harus kehilangan pekerjaannya sebagai manager. Padahal gadis itu sudah mulai memperlihatan bakatnya sebagai seorang leader.


Nadia menggenggam tangan Angel, hanya itu yang bisa dia lakukan. Memberi kekuatan pada sahabatnya dan selalu mengatakan kalau dia akan selalu ada kapanpun Angel membutuhkannya. Nadia harap dengan begitu dia bisa membuat Angel merasa lebih baik. Sejak Vanesa pergi, hubungan Nadia dan Angel menjadi lebih dekat. Meski sudah sibuk dengan dunianya masing-masing, mereka masih selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan berbincang.


Angel meninggalkan rumah Nadia saat Bintang sedang dalam perjalanan menuju rumah. Bukan takut bertemu Bintang, hanya saja Angel merasa tidak enak membuat Bintang menunggu untuk bermesraan dengan istrinya karena Nadia sudah pasti akan menemani Angel.


Saat sampai di rumah, Angel di kejutkan dengan mobil Bryan yang parkir di depan rumahnya. Anel buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Dan benar saja, sudah ada Bryan di ruang tamu.

__ADS_1


“Kamu dari mana sih, Tuan ini sudah menunggu kamu dari tadi. Katanya dia boss kamu yah?” kata Sinta dengan suara lembut, dia berdiri dan membawa Angek duduk di sampingnya.


Bryan melihat dengan matanya sendiri kalau sekarang gadis yang dulu begitu merindukan kasih sayang orang tuanya sekarang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Aris dan Sinta, orang tua Angel terlihat begitu menyayanginya. Bryan tersenyum senang melihatnya.


“Kenapa Om Bryan datang ke rumahku?” tanya Angel dengan jutek. Dia melihat di meja sudah tersaji aneka kue yang pasti bukan buatan ibunya. Ayahnya pun tidak pernah membawa kue seperti itu saatpulang kerja.


“Ada apa, Om” tanya Angel sekali lagi. Masih dengan muka juteknya.


“Sayang, kenapa bicara begitu sih. Tuan Bryan ini sudah hampir dua jam menunggu kamu disini. Katanya ada yang mau dia sampaikan sama kamu.”


Deg, jantung Angel berdetak sangat cepat. Dia memasang mode waspada. Jangan-jangan Bryan akan menceritakan pada orang tuanya apa yang pernah mereka lakukan saat menjalani hubungan terlarang. Angel melihat Bryan, dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sorot mata memohon untuk menghentikan apapun yang Bryan coba katakan.


“Kedatanganku kemari hari ini adalah untuk secara resmi melamar, Angel,”


Angel menutup mulutnya dengan tangannya. Dengan bola mata yang bulat sempurna, dia melihat Bryan dengan wajah yang sangat terkejut.


“Om, jangan main-main. Aku tidak mau jadi istri kedua, aku tidak mau jadi orang ketiga dalam rumah tangga, Om” Angel berdiri dan mengatakannya dengan lantang tepat di hadapan Bryan dan kedua orang tuanya.


Bisa-bisanya Bryan datang ke rumahnya dan mengatakan pada orang tuanya bahwa di datang untuk melamar. Tentu saja Angel marah dan tidak terima.


“Istri kedua, orang ketiga? Apa maksudnya?” Sinta tidak mengerti apa yang sedang Bryan dan Angel bicarakan.

__ADS_1


“Tuan Bryan, tolong jelaskan pada kami apa maksud Angel. Apakah saat ini anda berencana menikahi anak kami dan menjadikannya istri kedua. Kalau memang seperti itu, sebaiknya anda tinggalkan rumah kami sekarang juga. Walaupun kami bukan oran hebat seperti anda, kami tidak akan sudi membiarkan anak kami menikah dengan anda dan menjadi istri kedua. Silahkan pergi, dan tolong jangan pernah menganggu Angel.”


Aris dengan tegas menolak dan mengusir Bryan dari rumahnya. Sementara Sinta merangkul Angel dengan erat. Sekaya apapun laki-laki yang datang melamar anak gadis mereka, mereka akan langsung menolaknya jika hanya di jadikan yang kedua. Belum tentu laki-laki itu bisa adil pada istrinya, yang ada hanya membuat anak mereka sakit hati dan menderita.


Namun ternyata reaksi Bryan sangat tenang, dia malah tersenyum melihat reaksi Angel dan kedua orang tuanya. Dia menjadi semakin yakin bahwa Angel benar-benar sudah menemukan kebahagiannya di rumahnya sendiri. Rumah yang tadi membuatnya menjadi sugar baby untuk mendapatkan kehangatan di luar rumah sekarang sudah dia dapatkan di dalam rumahnya.


Bryan lalu keluar dari rumah Angel, bukan pergi seperti yang di katakan Aris. Dia ke mobilnya dan mengambil sesuatu di sana. Tidak lama kemudian, dia masuk kembali sambil membawa amlop coklat di tangannya.


“Aku dan mantan istriku memutuskan untuk berpisah secara baik-baik,” kata Bryan memberikan amlop itu pada Aris.


“Mantan istri? Berpisah?” Angel mencoba memperjelas apa yang tadi Bryan katakan.


“Iya, Angel. Kau tidak salah dengar. Aku ingin menikahimu bukan untuk menjadikanmu permaisuri. Tapi untuk menjadikanmu ratu di istanaku.”


Angel tidak bisa berkata apa-apa. Dia masih tidak percaya apa yang dia dengar. Bryan sudah berpisah dengan istrinya dan sekarang meminta Angel untuk menjadi istrinya. Satu-satunya?


Bryan menatap Angel dengan penuh cinta dan ketulusan. Sejak hari di mana dia meninggalkan gadis itu, tidak pernah sedikitpun Bryan melupakannya. Dia selalu merindukannya setiap waktu, tapi tentu bukan karena Angel dia berpisah dengan istrinya.


Bukan Bryan yang meminta perpisahan, tapi istrinya. Dia merasa sudah tidak bisa melanjutkan penikahannya dengan Bryan karena memang tidak pernah mencintainya. Dia terpaksa menikah karena waktu itu dia sedang hamil dan orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan ayah dari bayi yang dia kandung. Saat itu Bryan yang jatuh cinta padanya bersedia menjadi ayah dari bayinya.


Mereka bahagia beberapa tahun, tapi semakin hari istrinya semakin menyadari bahwa bukan Bryan yang dia cintai. Dia ingin kembali bersama laki-laki yang telah mengahmilinya dan Bryan tidak mau lagi menahannya. Dia pun kembali ke negeri ini memberi kejutan pada gadis kecil yang dulu pernah menjadi obat mujarab untuk semua rasa penatnya.

__ADS_1


__ADS_2