Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 68


__ADS_3

Sarah kembali ke apartemennya setelah makan malam yang sangat menyenangkan di rumah orang tua Bintang. Dia berfikir bahwa orang tua Bintang akan segera menemui Nadia dan memaksa gadis itu mengakhiri hubungannya dengan Bintang.


Di lain tempat, Alex sedang mengedit video-videonya yang sedang bersumbu dengan Vanesa. Dia berencana akan segera mengirim video itu pada orang tua Vanesa dan memerasnya agar Video itu tidak tersebar luas.


Alex tidak tahu kalau semua cctv di rumah dan di kantornya sudah di kuasai oleh Jony, sehingga Jony bisa melihat apapun yang Alex lakukan.


Saat Alex lengah, Jony dengan cepat mengkases komputer Alex dan mengambil semua video itu. Setelah selesai, Jony lalu menghapus semuanya tanpa sisa. Bukan hanya menghapusnya, jony bahkan melempar virus pada komputer Alex hingga semua filenya rusak dan hilang.


Banyak hal yang bisa Jony dapatkan dari komputer Alex, seperti bukti-bukti penipuan yang telah dia lakukan. Tapi Jony hanya menjalankan tugas yang Bintang berikan dan tidak mau ikut campur dengan kejahahatan Alex yang lainnya, kecuali ada orang yang membayarnya untuk itu.


Jony tidak melihat video-video itu sampai akhir demi menjaga privasi dan kehormatan Vanesa, dia hanya melihat awalnya saja saat Vanesa dan Alex masih berbincang biasa. Dia langsung mengirimkannya pada Bintang dan menghapusnya begitu Bintang sudah menerimanya. Hal yang sama juga Bintang lakukan, dia mengirim video itu pada Nadia lalu menghapusnya tanpa membukanya.


Nadia segera menuju apartemen Vanesa setelah mendapatkan Video dari Bintang, Bintang yang melihat Nadia pergi tidak berhasil mencegah gadis itu walaupun sekarang sudah hampir tengah malam.


Nadia sudah tidak sabar segera memberikan Vidoe itu pada Vanesa dan membuat gadis itu kembali ceria lagi. Beberapa hari ini Vanesa murung dan tidak melakukan apapun, dia hany termenung di kamarnya sambil menangis menyesali perbuatannya.


Saat sampai di apartemen, Nadia yang tahu pasword unit Vanesa segera membukanya.


“Vanesa mana?” tanya Nadia pada Angel.


“Nadia, kamu ke sini sama siapa. Kamu tidak lihat sekarang sudah jam sebelas malam,” kata Angel yang bukannya menjawab malah mengomeli Nadia.


“Ini darurat,” Nadia lalu berlari menuju karam Vanesa. Mereka harus mengetuk berulang kali baru lah Vanesa membuka pintu. Wajahnya terlihat sangat kusut dan lemas.


“Tebak apa yang aku bawa?” tanya Nadia dengan antusias.


“Video kamu, Om Jony berhasil mengambilnya dari Om Alex,” teriak Nadia dengan semangat.

__ADS_1


“Benarkah?” Vanesa masih belum percaya. Nadia memberikan ponselnya pada Vanesa, Vanesa yang melihat dirinya di cumbu Laex merasa mual dan ingin muntah.


“Om Jony dan Tuan Bintang pasti melihatnya kan?” tanya Vanesa. Dia akan sangat malu jika itu benar.


“Nggak, sama sekali nggak. Om Jony bilang dia langsung kirim begitu dapat videonya dari komputer Om Alex. Bukan hanya itu saja, Om Jony juga simpan virus di komputer Om Alex jadi semua filenya hilang dan rusak,” jelas Nadia.


Vanesa menangis terharu, dia memeluk Nadia dan mengucapkan terima kasih berulang kali. Vanesa fikir, kedua temannya ini memang tulus menyayanginya.


“Aku akan telepon Mama dan bilang kalau laki-laki itu sudah kurang ajar padaku. Aku akan minta Mama dan Papa memberi dia pelajaran. Kalau perlu ambil semua uangnya sampai dia bangkrut dan tidak punya apa-apa lagi jadi dia tidak bisa sok kaya lagi di depan orang-orang,” kata Vanesa dengan emosi.


“Iya, kamu tambah-tambahin aja sekalian, biar Papa dan Mama kamu makin marah sama brengsek itu,” tambah Angel yang mendukung Vanesa.


“Pipi kamu kenapa?” tanya Angel yang melihat luka di kedua pipi Nadia. Nadia menghela nafas lalu menceritakan pertemuannya dengan Sarah tadi siang.


Vanesa dan Angel tertawa, Nadia dan Angel senang bisa melihat Vanesa tertawa lagi. Mereka bertiga lalu bercerita dan kembali tertawa.


“Sarah salah pilih lawan,” kata Angel.


“Iya, puas banget tadi lihat mukanya yang merah kayak kepiting rebus.”


Masalah Vanesa telah selesai dan semua berkat campur tangan Bintang, sekrang tinggal Nadia yang harus menepati janjinya pada Bintang.


Malam ini ketiga gadis itu kembali tidur bersama karena besok mereka akan kuliah seperti biasa. Mereka akan mulai semuanya dari awal lagi. Nadia bersama Bintang, Angel bersama Adrian sementara Vanesa tidak ingin terburu-buru mencari pasangan. Dia takur kembali bertemu dengan orang yang salah yang hanya memanfaatkan dirinya saja.


Pagi harinya mereka berangkat ke kampus bersama-sama, Vanesa tidak lagi mau memakai mobil mewahnya dan dia hanya menggunakan taksi online seperti sebelumnya dengan bergantian yang membayar ongkosnya.


Mereka kembali fokus pada mata kuliah karena tidak ada lagi yang membebani pikiran mereka, semua masalah yang di hadapai sudah selesai satu per satu.

__ADS_1


Sementara Alex yang mengetahui komputernya di susupi hacker langsung mengamuk dan memarahi semua anak buahnya. Dia tidak percaya keamanan yang super ketat di komputernya bisa di bobol oleh hacker.


“Cari tahu siapa yang sudah berani meng hack komputerku, aku akan membuat perhitungan dengannya!” perintah Alex pada anak buahnya.


Dia mencari videonya dan Vanesa tapi tidak menemukan satupun dari banyaknya video yang dia punya, bukan hanya video Vanesa tapi Alex kehilangan banyak video lainnya yang siap dia gunakan untuk memeras dan mengancam korbannya. Alex kembali mengamuk dan menghancurkan komputernya.


 


“Brengsek, sialan. Siapa yang berani mengacaukan semua file ku,” teriaknya.


Alex sudah menunggu Vanesa di depan gerbang kampus karena gadis itu mungkin sudah memblokir nomornya. Laki-laki itu mengubah rencananya karena sudah tidak memiliki Video yang akan dia gunakan untuk mengancam orang tua Vanesa.


“Hai cantik, kau sudah tidak rindu lagi padaku?” Angel berdiri di depan Vanesa dan melindungi temannya itu sementara Nadia memeang lengan Vanesa dari samping.


“Kamu mau apa?” tanya Angel dengan berani.


“Aku tidak ada urusan denganmu, minggir,” Alex mendorong Angel hingga gadis itu terpental dan jatuh. Vanesa yang ingin menolong Angel malah di cekal tangannya oleh Alex dan menarik gadis itu membawanya menuju mobilnya.


“Tolongg... tolonggg,” teriakan Nadia mengundang orang-orang untuk datang dan menolong mereka.


“Orang itu mau culik teman saya, tolong dia, tolong,” kata Nadia.


Melihat orang-orang yang mulai berdatangan membuat Alex dengan cepat menarik Vanesa. Saat sedikit lagi dia sampai ke mobilnya, satu bogeman mentah mendarat di wajahnya. Lalu satu tendangan terarah tepat di bagian perutnya. Adrian datang tepat waktu dan menolong Vanesa dengan cepat.


Alex melepaskan tangan Vanesa dan membalas orang yang sudah memukulnya.


Bugh, hanya satu kali pukulan dari Alex membuat Adrian terkapar. Dia menunjuk Vanesa dengan penuh amarah lalu segera berlari ke dalam mobilnya karena orang-orang sudah siap menghajarnya.

__ADS_1


“Kamu nggak apa-apa?” Angel membantu Adrian berdiri, bukan hanya Adrian yang wajahnya memar karena di tinju Alex, telapak tangan Angel pun luka-luka saat dia terlempar tadi.


“Nggak apa-apa,” jawab Adrian. Mereka lalu membawa Adrian ke rumah sakit karena sepertinya tinju Alex merobek bibirnya.


__ADS_2