Kecil-kecil Jadi Pelakor

Kecil-kecil Jadi Pelakor
Bab 65


__ADS_3

Melihat Alex kelaur dengan wajah yang berseri-seri, Nadia dan Angel segera masuk ke dalam ruangan itu. Mereka yakin kalau Vanesa tidak jadi mengakhiri hubungan dengan Alex karena laki-laki itu pasti kembali membuatnya nyaman sehingga Vanesa mengurungkan niatnya untuk berhenti menjadi sugar baby.


Kedua gadis itu sudah akan memarahi Vanesa karena sudah membuat mereka menunggu sangat lama dan ternyata Vanesa malah bermesraan dengan Alex. Namun pikiran mereka salah besar, Nadia dan Angel berlari cepat mendengar suara tangisan Vanesa dari dalam ruangan itu.


“Vanesa, ada apa?” tanay Nadia yang membantu Vanesa berdiri.


“Om Alex bilang apa sama kamu?” tanya Angel. Vanesa tidak bisa berkata apa-apa, gadis itu hanya terus menangis terisak.


Nadia dan Angel membawa Vanesa keluar dari restoran itu, mereka memesan taksi online dan meninggalkan mobil Vanesa di restoran. Sepnajang perjalan pulang Vanesa hanya diam sambil sesekali terisak. Nadia dan Angel yang berada di samping kiri dan kanannya tidak mau bertanya lagi, mereka hanya terus mengenggam tangan Vanesa yang dingin.


“Minum dulu,” Angel memberikan air minum pada Vanesa, gadis itu menghabiskan setengah gelas. Dia mengusap pipinya yang masih basah. Setelah merasa perasaannya lebih baik, dia lalu menceritakan semuanya pada Nadia dan Angel.


“Kurang ajar, laki-laki tua brengsek,” maki Nadia.


“Kita harus cari cara untuk mendapatkan semua video itu dari Alex jahanam itu,” kata Angel.


“Bisa-bisanya kita terkecoh sama tua bangka itu,” sebenarnya bukan Nadia yang harus mengatakan kalimat itu, tapi Vanesa.


“Kasian banget Papa sama Mama kalau mereka harus memberikan uangnya sama Alex. Mereka sudah susah payah kesana kemari supaya bisnisnya bisa menjadi besar dan punya uang banyak. Aku benar-benar menyesal, aku berdosa sama Mama Papa,” Vanesa kembali terisak mengingat bagaimana dia selalu mengabaikan panggilan telepon orang tuanya.


“Pokoknya video-video itu harus kita ambil, biar laki-laki tua kurang ajar itu tidak bisa lagi mengancam Papa Mama kamu,” kata Nadia.


“Tapi bagaimana caranya?” Vanesa merasa tidak berdaya. Dia tidak tahu bagaimana caranya mengambil semua video itu dari Alex dan menghapusnya.


“Aku akan minta tolong sama Tuan Bintang, siapa tahu dia punya orang yang bisa melakukannya,” kata Nadia.

__ADS_1


“Kamu tenang aja yah, kita pasti akan bantu kamu.” Vanesa terharu melihat bagaimana teman-temannya memberinya semangat. Dia tidak lagi meresa takut pada ancaman Alex.


Saat malam hampir menjelang, Nadia pulang ke rumah Bintang. Dia langsung menemui Bintang di ruang kerjanya sebelum membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Nadia lalu menceritakan pada Alex apa yang terjadi Vanesa, tapi reaksi Bintang sungguh di luar dugaan Nadia.


“Salah sendiri, kenapa dia mau jadi simpanan laki-laki yang sudah beristri. Kenapa tidak mencari yang seumuran dengannya jika hanya untuk mencari kenyamanan,” Nadia memutar bola matanya, lalu dia dan Nadia apa?


“Tuan, aku mohon tolong bantu Vanesa. Mungkin Tuan punya kenalan orang hebat yang bisa mengambil semua video itu,” pinta Nadia. Tapi Bintang terlihat tidak perduli sehingga Nadia kesal di buatnya.


“Jadi Tuan Bintang nggak mau bantu? Kalau Tuan tidak mau bantu, aku yang akan medekati laki-laki itu. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan video Vanesa,” Bintang lalu mengalihkan pandangan dari layar koputernya pada Nadia. Dia berdiri dari duduknya dan mendekati Nadia.


“Serius, kau akan melakukan apapun,” Bintang sudah berada tepat di depan Nadia, gadis itu memundurkan tubuhnya karena Bintang semakin mamajukan tubuhnya. Nadia yang duduk di kursi sudah tidak bisa mundur lagi.


“Tuu Tuan, apa yang Tuan lakukan ?” Nadia menjadi salah tingkah saat Bintang mendekatkan wajahnya dan, satu kecupan dia berika pada Nadia.


“Iya, aku mau. Siapa takut,” katanya dengan percaya diri. Bintang tersenyum lalu sekali lagi menempelkan bibirnya pada bibir Nadia. Kali ini agak lama dan bukan hanya sekedar kecupan singkat.


“Beritahu pada temanmu itu, aku akan mendapatkan vidoenya. Tapi jangan lupa pada janjimu,” Bintang tersenyum melihat wajah kusut Nadia.


“Dasar Tuan Bintang, mengambil kesempatan dalam kesempitan,” omel Nadia sambil berjalan meninggalkan ruang kerja Bintang.


“Rapikan rambutmu,” teriak Bintang sebelum Nadia keluar. Gadis itu merapikan rambutnya dan berbalik melihat Bintang sambil memanyunkan bibirnya.


Setidaknya Nadia merasa lega karena Bintang mau membantunya walaupun dia tetap menyalahkan Vanesa karena berani bermain- main dengan laki-laki yang sudah memiliki istri sah. Bintang ini kadang-kadang tidak sadar dengan perbuatannya sendiri.

__ADS_1


Saat Nadia sudah keluar dari ruang kerjanya, Bintang langsung menghubungi Jony dan menceritakan apa yang sudah Nadia ceritakan padanya. Mereka lalu mengatur waktu untuk bertemu dengan Vanesa agar dia bisa tahu kejadian yang sebenarnya.


Mereka hari ini tidak masuk kampus karena takut Alex akan melakukan hal-hal yang gila. Bintang dan Jony serta Nadia menemui Vanesa di apartemennya. Gadis itu lalu menceritakan semuanya, cerita yang tidak jauh berbeda dengan yang Nadia ceritakan pada Bintang.


“Jadi anda adalah putri tunggal pemilik Aruma’s Grup?” tanya Jony tidak percaya bisa bertemu langsun dengan seorang putri dari konglemerat di negeri ini.


“Jadi bagaimana Om, apa Om bisa mengambil video itu dari dia. Aku takut Papa Mama sampai tahu dan mereka benar-benar akan memberikan uang pada laki-laki itu,” kata Vanesa.


Jony melihat Bintang, dia tentu akan melakukannya jika atas persetujuan Bintang.


“Aka aku usahakan, siapa namanya?” Vanesa lalu memberi tahu pada Jony nama dan tempat tinggal juag perushaan Alex. Dia memberikan semua informasi yang dia ketahui mengenai Alex pada Jony.


“Baiklah, aku akan mengabari Tuan Bintang dengan segera,” kata Jony yang tetap akan mengabari Bintang pertama kali.


Setelah selesai, Jony lalu meninggalkan apartemen Vanesa. Bintang juga pergi tapi dia melirik Nadia seolah mengatakan kau juga harus ikut dengan ku. Nadia akhirnya mengikuti Bintang setelah Vanesa mengangguk seperti mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


“Semoga Om Jony bisa mendapatkan Video itu, yah,” kata Angel.


“Iya, aku akan memberi pelajaran pada laki-laki kurang ajar itu kalau videonya bisa aku dapatkan,” kata Vanesa yang sudah merencanakan balas dendam pada Alex.


“Aku janji akan minta maaf sama Mama dan Papa, aku juga nggak akan lagi menuntut apapun dari mereka. Dia bilang kalau Mama Papa sayang banget sama aku, aku benar-benar menyesal,” Vanesa kembali meneteskan iar mata mengingat orang tuanya, tiba-tiba rasa rindu itu datang menghampirnya membuat Vanesa langsung menelpon Mamanya.


Vanesa menangis saat mendengar suara Mamanya membuat wanita di seberan telepon itu menjadi khawatir. Tapi Vanesa berhasil menenangkan kekahwatiran Mamanya dan mereka melanjutkan cerita tentang kuliah Vanesa. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya karena Vanesa sangat malas bicara dengan orang tuanya.


Mungkin kejadian Alex bisa Vanesa ambil sebagai pelajaran yang sangat berharga, bahwa sangat sulit untuk bisa menemukan orang benar-benar tulus menyayangimu di dunia ini, apalagi jika kau memiliki sesuatu yang bisa saja membuat orang mendekatimu hanya untuk memanfaatkanmu.

__ADS_1


Bukan itu saja, Vanesa sekarang mulai menyadari bahwa Papa dan Mamanya adalah orang yang paling mencintainya di dunia ini.


__ADS_2