
"Cinta ! sebuah rasa yang datang tiba-tiba, menetap tanpa meminta izin, dan pergi tanpa pamit. Kita tidak pernah tahu kapan, dimana dan dengan siapa akan jatuh cinta, karena dia datang tanpa aba-aba, rasa nyaman yang membahana membuat rasa itu datang mengabaikan asa."
🍁PERKENALAN KARAKTER🍁
Ralliensyah Viollin Sanjaya (Allin)
Seorang gadis cantik yang sangat ceria, berumur 18 tahun. Memiliki bentuk tubuh yang proporsional dengan tinggi badan 165 cm. Terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya tak membuat gadis itu menyombongkan diri. Ia bersikap sama seperti gadis biasa lainnya, dengan kesaharian sibuk bermain game online dan tergila-gila dengan drama korea. Akan tetapi Allin merupakan gadis yang sangat pintar, sejak kecil ia sangatlah berprestasi dibidang pendidikan.
Dillon Alfandi Dirga Kusuma
Seorang pria yang sangat tampan dengan tinggi badan 180 cmdan tubuh yang proporsional, maskulin sehingga membuat banyak wanita mengejar-ngejarnya. Namun sayang, Dillon merupakan pria yang sangat dingin, dan tidak suka meladeni kaum hawa, karena menurut pria tampan satu ini semua wanita terkucuali ibunya adalah sama hanya merepotkan dan mendekatinya untuk mengincar kekayaannya. Maklum saja, Dillon merupakan anak milyarder ternama di negeri ini. Pria tampan yang satu ini sangatlah berprestasi, ia merupakan pria cerdas yang mampu menjalankan perusahaan ayahnya sejak berumur 15 tahun.
🌿🌿🌿
PROLOG
Disuatu malam yang dingin dengan hembusan angin yang kencang, bertemankan rembulan yang berbentuk bulat sempurna dan didampingi ribuan bintang yang berkelap kelip.
Seorang gadis cantik, tengah sibuk didalam kamarnya, berulangkali ia berteriak bahkan mengumpat kesal, karena patner bermain game onlinenya melakukan kesalahan yang membuat mereka dikalahkan oleh lawan main.
"Lebih cepat lagi Fero ! Akh, kau sangat lambat !" Keluhnya ketika Fero_W teman bermainnya tidak tepat sasaran daam menembak lawan.
"Damn ! Apakah kau tidak bisa bermain ? Kau menyebalkan !" Kesalnya lagi karena gara-gara Fero_W, Allin dapat dikalahkan oleh lawan mainnya.
"Yes ! Kau hebat Dirga !" Ucap Leon memuju patnernya karena mereka telah berhasil mengalahkan tim Sanjaya and Fero.
(Sanjaya merupakan username Allin, gadis cantik itu sengaja menggunakan nama belakangnya, agar semua orang mengira jika dia adalah seorang pria.)
__ADS_1
"Ceh, baru menang sekali saja bangga ! Ayo kita tanding satu ronde lagi !" Ucap Allin tak terima dengan kekalahan.
"Tidak bisa, bukan aku sudah membuktikan kekuatan ku dengan memenangkan dua sesi pertandingan ?" Ucap Dirga.
"Hanya dua sesi belum bisa membuktikan kehebatan mu Dirga ! Aku ingin kita bertanding satu kali lagi, jika aku kalah aku akan menuruti semua permintaan mu." Ucap Allin.
"Baiklah ! Pegang ucapan mu !" Ucap Dirga.
Mereka melanjutkan permainan satu ronde lagi, namun kali ini satu lawan satu. Fero dan Leon hanya bertugas sebagai penonton saja.
Pertandingan itu cukup sengit, mereka berdua sama-sama kuat, dan belum ada satu orangpun yang kalah, sehingga membuat Fero dan Leon yang menikmatinya semakin tegang, bahkan jantung mereka seakan berhenti berdetak.
Waktu pertandingan hanya bersisa dua menit lagi, namun belum ada satupun yang terkena serangan.
"Hiya !"
"Ces ces ces"
"Dduarrr !"
"Aaaaakh!" Pekik Sanjaya, ketika sebuah serangan tajam dari Dirga mampu mengalahkannya.
"Ceh, sial !" Umpat Sanjaya.
"Mulut mu terlalu rusak sanjaya, ingat kau memiliki sebuah perjanjian dengan ku." Ucap Dirga dan langsung pergi meninggalkan game tersebut.
"Ckh, main pergi begitu saja ! Menyebalkan ! Menyebalkan ! Menyebalkan !" Ucap Sanjaya kesal.
"Sabarlah Sanjaya ! Mungkin ini bukan rezeki kita." Ucap Fero mencoba untuk menenangkN temannya.
"Sabar kau bilang ? Ini semua karena mu Fero, jika saja kau bermain dengan cepat kita pasti akan menang." Ucap Sanjaya seraya menjewer online Fero.
"Aaaaa, ampun ampun ! Aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Fero.
"Oh iya San, ada yang mau aku tanyakan sama kamu. Apa benar kamu merupakan seorang pria jadi-jadian ? Emm maksud ku, kau seorang pria yang melambai-lambai." Lanjut Fero lagi.
"Apa kau bilang huh ? Apakah kau sudah bosan hidup huh ?" Ucap Sanjaya dengan emoticon marah.
"Bukan begitu, emm maksudku ! Banyak orang yang berbicara seperti itu, karena mereka mendengar suara mu yang manja seperti wanita. Apalagi ketika kau ngomel-ngomel seperti tadi." Kilah Fero, ia berbicara dengan berhati-hati karena takut temannya itu tersinggung.
__ADS_1
"Oh jadi kau lebih memilih mendengarkan kata orang ? Dibandingkan aku teman mu sendiri ?" Ucap Sanjaya.
"Bukan begitu, aku hanya ingin menanyakannya saja kepada mu, agar aku bisa membantu mu membantah ucapan mereka." Ucap Fero berkilah.
"Ah sudahlah ! Aku lelah, sudah malam aku mau out dulu." Ucap Sanjaya dan langsung meluar dari dalam gamenya.
Allin mematikan handphonenya yang telah kehabisan daya karena ia gunakan untuk bermain game berjam-jam, ia segera turun darit tempat tidurnya untuk mengisi daya handphone miliknya iti, lalu gadis cantik itu mengambil laptop yang terletak di atas meja dan membawanya naik keatas tempat tidur.
Gadis cantik itu memutar sebuah drama china yang sedang booming. Sebuah drama yang menceriakan tentang seorang gadis allien yang turun ke bumi dan bertemu dengan seorang pria. Tingkah wanita dalam drama itu yang lucu dan konyol, membuat Allin tertawa terbahak-bahak.
Clayrisa sanjaya yang tengah tidur pulas didalam kamarnya yang tepat berada didekat kamar Allin putri tunggalnya itu terbangun karena mendengar suara Allin yang teriak gemas dan tertawa kencang.
Dengan mata setengah terpejam dan wajah putih dipenuhi dengan masker kecantikan itu berjalan menuju kamar Allin, ia membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu sehingga membuat Allin menghentikan aktivitasnya dan menatap kearah pintu masuk.
"Mama ?" Ucap Allin tersentak karena melihat wajah Clayrisa yang putih seperti hantu.
"ALLIN ! Ini sudah malam nak ! Kau tertawa seperti kuntilanak yang berterbangan diluar sana." Bentak Clayrisa.
"Hehe maaf mah, Allin gak tahu kalau suaranya kedengeran keluar." Ucap gadis cantik itu dengan wajah tak berdosa.
"Ini sudah malam Allin, cepat tidur dan matikan laptop mu ! Bukankah besok kamu harus bangun pagi untuk berangkat kekampus ?" Clayrisa berbicara dengan nada tinggi sehingga membuat hadis cantik itu menurut dan segera mematikan laptopnya.
Allin berjalan menuju meja belajarnya dan meletakkan laptop itu diatas meja tersebut. Lalu berjalan kembali ketempat tidurnya, "good night mama ! have a nice dreams." Ucap Allin yang memejamkan matanya.
"Hmm, good night dear !" Ucap Clayrisa seraya berjalan masuk kedalam kamar Allin, bergerak menuju tempat tidur gadis itu, dan memberikan kecupan selamat malam.
-
-
-
-
-
-
Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏
__ADS_1