Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 64


__ADS_3

**PERHATIAN !


Sebelum membaca episode ini, tolong pastikan jika kamu telah menekan tombol like terlebih dahulu untuk mendukung author agar lebih semangat lagi dalam bekarya. Terimakasih ! 🙏😘


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dengan menggunakan sebuah bus mereka semua berangkat kearah "wang fujing street". Sebuah pusat perbelanjaan yang sangat populer di Distrik Dongcheng Beijing dengan panjang jalanan sekitar 1,8 Kilo meter. Di mulai dari Changan Avenue selatan hingga Museum Seni Nasional yang terletak di China utara.


Mereka menikmati perjalanan mereka diarea itu, untuk membeli beberapa oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang. Mereka mengunjungi Gongmer Mansion untuk mencari berbagai macam pernak pernik kerajinan khas negeri itu.


Ardhian dan Rasya bergandengan tangan sepanjang jalan, sedangkan Rayyan, Arjun, dan Pandu bertugas untuk mengawasi gerak gerik Viona yang telah berulang kali mencoba untuk mendekati Ardhian. Dengan kompaknya tiga pria itu mengalihkan Viona agar tidak mengganggu kebersamaan Ardhian dan Rasya.


"Sayang gelang ini terlihat sangat cantik, pasti cocok untuk mu !" Ucap Ardhian seraya mengangkat sebuah gelang dengan rantai yang berbahan kayu dan bermatakan sebuah batu yang berwarna hijau tua. Terlihat sangat elegan dan cantik jika dipakai oleh Rasya yang memiliki warna kulit putih cerah itu.


Ardhian memasangkan gelang itu ditangan Rasya, membuat wajah Viona semakin berkerut, gadis itu terlihat semakin kesal. Sedangkan Arjun, Rayyan, dan Pandu tersenyum lebar menyaksikan hal itu.


Viona tersenyum licik kearah Rasya. "Wah gelang itu sangat cantik Rasya." Ucap gadis itu mendekat kearah Rasya dan merebut tangan Rasya dari genggaman Ardhian.


Viona terus memandang kearah pergelangan tangan Rasya yang sedng ia pegang. "Rasya aku sangat menyukainya !" Ucap Viona dengan tatapan yang terus menatap kearah gelang yang dikenakan Rasya.


Rasya tersenyum menatap kearah Viona. "Emm baiklah kita bisa membelinya kembaran !" Ucap Rasya ramah.

__ADS_1


Rasya hanya membalasnya dengan senyuman tipis, karena dia tidak hati dengan Ardhian. Pria tampan itu hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, hingga mereka keluar dari toko itu.


Ardhian membawakan paper bag yang berisikan barang belanjaan Rasya. Ia hanya diam seraya menggenggam tangan Rasya dan terus berjalan ketempat tujuan mereka selanjutnya.


Sedangkan Viona tengah tersenyum lebar, melangkahkan kakinya dibelakang sepasang kekasih itu seraya memperhatikan sebuah gelang yang melingkar ditangannya. Dengan tiga orang pria yang twrus mengawasinya dari belakang.


"Kak !" Ucap Rasya pelan saraya mengeratkan tangannya yang berada digenggaman Ardhian.


"Em !" Pria tampan itu hanya membalasnya dengan bergumam pelan, seraya melirikkan matanya kearah tiga orang pria dibelakangnya.


Rayyan, Pandu dan Arjun yang paham maksud tatapan Ardhian langsung menarik Viona untuk berjalan mendahului Ardhian dan Rasya.


Ardhian tersenyum tipis kearah gadis itu, dan kembali memeluk tubuh Rasya dengan erat. Tanpa memerdulikan orang-orang yang terus berlalu lalang disekitar mereka.


To Ardhian


"Nikmati waktu mu ! Wanita ini biar kami yang mengurusnya !"


Ardhian tersenyum setelah membaca pesan didalam handphone miliknya itu. Rasya menatap tajam kearah kekasihnya itu seraya mengerutkan dahinya.


"Wah, kau sangat beruntung anak muda ! Gadis ini sangat cantik, bhkan jauh lebih cantik dari pada ibumu sewaktu muda. Hmmm, aku seperti familiar dengan wajahnya. Coba beritahu aku nak, dimana kita pernah bertemu ? Apakah kau seorang selebriti ?" Ucap wanita tua itu.

__ADS_1


"Emmm ?" Gumam Rasya seraya menatap kearah Ardhian, seraya mengerutkan dahinya. Ia tidak faham apa yang dibicarakan oleh dua manusia beda zaman itu, Ardhian sangat fasih berbahasa mandarin, hati kecil Rasya menyesal, kenapa dulu dia menolak ketika ibunya menyuruh untuk belajar bahasa mandarin. "Maaf bibi, dia hanya junior ku dikampus !" Ucap Ardhian pada wanita tua yang berada dihadapannya.


"Huem, tapi kau sangat cantik nona ! Bahkan selebriti papan atas jauh tertinggal !" Ucap wanita tua itu ramah, seraya berjalan kearah pintu sebuah ruangan.


"Ini pesanan ibu mu, tolong bilang kepadanya kurangi berfikir yang tidak-tidak, jika ia tidak ingin cepat tua. Apakah kau tau Dikta, setiap hari dia mengomeli ku ! Aku sudah tua ! Tidak mungkin berkencan lagi, jadi tolong suruh dia berhenti mengkhawatirkan ku !" Ucap wanita tua itu.


Menu yang dipesan Ardhian telah sampai keatas meja itu. Aromanya membuat Rasya memejamkan mata, dan tersenyum lebar.


"Nikmatilah nona ! Aku yakin rasanya tak akan mengecewakan perutmu." Ucap Ardhian tersenyum jahil.


Rasya mulai menikmati makanannya dan senyumanya semakin lebar, seiring dengan makanan yang terus masuk kedalam mulutnya.


"Hmm, master benar ! Ini sangat lezat !" Batin Rasya dengan fokus menikmati makan siangnya, Ardhian tersenyum bahagia karena melihat kekasihnya itu bahagia.


Ditempat lain ada seorang wanita yang tengah merasa kesal, karena sang pujaan hati tengah menghilang bersama gadis lain. Sedangkan ia dengan terpaksa berada ditengah tiga orang pria yang cukup menyebalkan.


Ya ! Sedari tadi Rayyan, Pandu, dan Arjun bekerja sama untuk menculik Viona, membawanya berkeliling diantara kerumunan orang banyak, agar menjauh dari Ardhian dan Rasya.


"Hey Viona ! Tolong ambilkan foto yang ikhlas, kau lihat ? Mataku terlihat menyipit didalam foto itu !" Ucap Rayyan.


Viona memotret mereka kembali, dengan wajah yang cemberut karena Ardhian dan Rasya tak kunjung menampakkan diri.

__ADS_1


"Menyebalkan !" Batin Viona, dan terus melangkahkan kakinya, tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tiga orang pria yang berada disampingnya.


__ADS_2