
Rasya telah sampai diruang penelitian profesor Albert. Ruangan itu masih terlihat sepi. Ia melangkahkan kakinya, berjalan menuju meja kerjanya.
Rasya meletakkan tasnya dibadan kursi, tak lupa untuk mengeluarkan buku catatan dan juga penanya.
Setelah ia duduk dikursi itu, tangannya segera menekan tombol untuk menghidupkan komputernya, dan mulai fokus untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan Ardhian.
*****
Ardhian dan ketiga sahabatnya baru saja tiba dan memasuki ruang penelitian profesor Albert itu. Pandangannya tertuju pada sosok gadis yang tengah fokus dengan komputernya.
Ketiga sahabat Ardhian juga tercekat menyaksikan pemandangan itu.
"Woaaah ! Junior itu memang benar benar berbakat ! Tak heran jika profesor killer itu mempercayainya." Kata Arjun menatap kagum kearah Rasya.
Ardhian melengkungkan bibirnya keatas, dengan garis yang lembut namun tegas, sehingga menghasilkan simpul senyuman yang memiliki makna mendalam.
Rayyan tak sengaja melihat senyuman Ardhian, ia menatap tak percaya, hingga kedua alisnya menekuk penuh tanda tanya.
"Oh Tuhan ! Brother ? Aku benar benar tidak bisa mempercayai hal ini. Kau tersenyum menatap seorang wanita ? Aku tak salah melihatnya kan ? Whoaah sepertinya jumlah anggota keluarga tirtawijaya akan bertambah." Ucap Rayyan penuh penekanan.
"Brother ! Kau tidak boleh tersenyum melihat wanita lain ! Kau harus ingat dengan kakak ipar didalam game. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kau tak akan mendekati wanita lain karena telah memiliki istri didalam game ?" Sindiran Arjun kepada Ardhian.
Ardhian hanya membalas Sindiran Arjun dengan senyum tipisnya. "Aku selalu memegang kata kata ku, dan tak akan pernah menghianatinya." Ucap Ardhian seraya berjalan kedepan.
"Aku akan menunggu perkembangan selanjutnya my big bos !" Ucap pandu seraya mengedipkan sebelah matanya.
Rasya tak menyadari kehadiran emat pria yang sedang berjalan kearahnya. Ia hanya fokus dengan tugasnya. Hingga suara Arjun mengejutkannya.
"Pagi junior !" Ucap Arjun menyapa Rasya.
Rasya memutar kursinya menghadap kesumber suara. "Senior ? Selamat pagi !" Ucap Rasya tersenyum gugup.
Ardhian membalas sapaan Rasya dengan menganggukkan kepalanya, kemudian segera berjalan menuju mejanya yang tepat berada disamping meja kerja Rasya.
Sedangkan ketiga pria yang lainnya juga telah bergerak menuju meja kerja masing masing. Posisi meja tempat kerja mereka berbentuk setengah melingkar.
Ardhian dan Rasya duduk berdampingan, tepat dihadapan meja mereka masing masing adalah meja kerja Rayyan dan Arjun. Sedangkan Pandu berada diantara meja kerja Ardhian dan Rayyan.
Mereka berlima fokus dengan tugas masing masing yang telah mereka bagi. Sesuai dengan rencan Ardhian mereka memutuskan untuk mengembangkan software itu dengan metode RAD atau dikenal dengan Rapid Application Development yang merupakan salah satu metodelogi pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan prototipe yang nantinya mereka akan mempresentasikan hasil pengembangan mereka pada olimpiade dibeijing.
Rasya sedikit mengerutkan alisnya, tangannya memijat mijat keningnya yang tak sakit itu.
"Apakah ada kendala pada project yang kau kerjakan ?" Tanya Ardhian yang menyadari kondisi Rasya.
"Hmm aku hanya sedikit pusing dengan grafik yang kurang stabil !" Ucap Rasya.
Ardhian langsung menatap kelayar komputer Rasya, ia sedikit mengerutkan keningnya, dan meminta Rasya untuk mengetikkan beberapa kode yang diberikan oleh Ardhian. Ardhian terus membimbing Rasya, dengan sabar dan telaten.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Rasya yang memang pada dasarnya gadis yang cerdas, dengan sedikit bantuan dari Ardhian, telah berhasil mengubah grafik itu menjadi sempurna.
"Kau benar benar luar biasa senior ! Sepertinya aku harus belajar banyak kepadamu !" Ucap Rasya.
"Itu semua sebab kerja keras mu sendiri. Jadi jangan pernah merasa pisimis, cobalah untuk mulai mempercayai dirimu sendiri." Balas Ardhian.
Arjun yang merasa penasaran dengan kinerja Rasya langsung bangkit dari kursinya dan bergerak kearah meja Rasya.
"Whoaah itu benar benar detail dan sempurna. Kau benar benar luar biasa junior !" Ucap Arjun.
"Huem terimakasih senior !" Ucap Rasya tersenyum.
"Aku rasa dengan kekuatan tim ini, kita akan membawa kabar bahagia bulan depan !" Ucap Pandu percaya diri.
"Tentu ! Aku yakin kita bisa mengalahkab ara lawab itu." Ucap Rayyan.
"Jangan terlalu puas dulu Ray. Karena kita tidak akan pernah tau terhadap apa yang akan terjadi kedepannya. Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan." Ucap Ardhian.
*****
Jam didinding sudah menunjukkan pukul 18:00 WIB, mereka berlima yang telah seharian berada diruangan itu memutuskan untuk pulang dan menyisakan tugas mereka untuk hari esok.
Mereka berlima jarang beriringan menuju asrama. sepanjang perjalanan pembahasan keempat pria itu tak jauh jauh dari project yang sedang mereka kembangkan. Rasya hanya menyimak pembicaraan itu.
"Senior dan ketiga sahabatnya memang bukan orang yang luar biasa. Mereka merupakan generasi muda yang berbakat !" Batin Rasya berdecak kagum.
Setelah itu Rasya langsung bergegas menuju kamarnya. "Kau baru pulang ?" Tanya Dina, ketika Rasya baru masuk kedalam kamar itu.
"Hmm, Kami mengerjakan project itu hingga lupa waktu." Jawab Rasya.
"Huuuh jangan terlalu memaksakan diri Rasya. Kau dengan senior mu itu sama sama gila kerja, hingga lupa waktu seperti ini." Ucap Dina.
"Hmm senior memang terlalu berbakat Dina, aku harus berusa keras agar tidak mengecewakan mereka." Jawab Rasya seraya merebahkan dirinya diatas kasur.
"Huem dasar keras kepala. Istirahatlah ! Aku akan pergi bersama Galih, Tiara sedang ada kegiatan diruang teater, sedangkan Lana berada diperpustakaan." Ucap Dina.
"Hmm Aku akan istirahat, sampaikan salam ku untuk kak Galih." Ucap Rasya.
"Tentu ! Aku akan membawakan makan malam untuk mu." Balas Dina.
*****
Rasya terbangun dari tidurnya, ia menatap kearah jam dinding yang telah menunjukkan pukul delapan malam. Rasya bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sekitar dua puluh menit memudian ia telah selesai mandi dan berpakaian. Ketika ia sedang mengeringkan rambutnya ia, tiba tiba ia teringat jika ia belum membalas pesan Pradiktan_AT kemarin malam, gara gara ia terlalu emosi melihat vidio yang dikirimkan Mrs.Frog.
Rasya segera bergegas menunu meja belajarnya, membuka laptopnya, dan segera login kedalam game.
__ADS_1
Rasya melihat banyak orang yang sedang ribut diguild membicarakan sesuatu yang tak dapat dimengerti olehnya.
"Kakak ipar ?" Ucap Arjuna pada Rasya.
"Hmm ?" Jawab Rasya.
"Kau harus ikut dengan ku ! Suami mu sedang membuat kekacauan di server ini." Ucap Arjuna.
Rasya segera mengikuti arjuna, mereka kini tengah berada ditengah sebuah arena pertandingan digame tersebut.
Terlihat Pradiktan_AT telah berdiri ditengah Arena itu, menunggu seseorang. Rasya benar benar bingung dengan hal ini. Ia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini ?" Ucap Rasya.
"Kakak ipar, kau telah datang rupanya." Ucap Ray_K.
"Suami mu menantang Acxelliglenard, tapi sepertinya mantan kekasih mu itu adalah seorang pengecut kakak ipar." Jelas pandu.
"Menantang Acxelliglenard ? Untuk apa ?" Tanya Rasya penasaran.
"Hehehe tentu saja untuk membela mu. Kau tidak ingat dengan vidio yang dibuat oleh pecundang itu untuk mempermalukanmu ?" Ucap Arjuna yang mengingatkan Rasya tentang vidio yang menjengkelkan itu.
"Master menantang Acxelliglenard untuk bertanding satu lawan satu, dan jika master berhasil mengalahkannya maka pria itu harus menghapus vidio jelek itu, dan meminta maaf kepada mu." Ucap Ray_K.
Rasya teersenyum simpul membaca percakapan itu, ia tak pernah menyangka jika master akan membelanya dan membantu Rasya seperti ini.
Hati rasya terasa menghangat dengan perbuatan Pradiktan_AT. "Huh Pria itu benar benar berani." Gumam Rasya.
Setelah beberapa saat kemudian Acxelliglenard telah hadir ditengah keramaian itu, ditemani oleh Penyihir_Cantik, kekasih barunya.
"Kau benar benar menantang ku hah ?" Ucap Acxeliglenard dengan nada sombongnya.
"Hmm, mari segera kita selesaikan perselisihan ini." Balas Pradiktan_AT.
Pertandingan pin segera dimulai, Acxelliglenard dengan sombongnya melancarkan serangan serangan yang dapat dihindari Pradiktan_At.
Pradiktan_AT terlihat sangat tenang, ia tidak terlihat berambisi dalam serangannya. Semua orang yang berada diserver itu menatap kagum dengan permainannya. Serangan Acxelliglenard semakin berambisi, karena terpancing oleh ucapan orang orang itu.
"Ayo kita taruhan, berapa menit Acxelliglenard mampu bertahan dari serangan master ?" Ucap Arjun menantang seluruh pemain yang ada didalam server itu.
"Aku rasa permainan babak pertama ini akan berakhir dalam beberapa menit lagi." Ucap Ray_K.
Pradiktan_AT mulai membalas serangan serangan yang diberikan oleh Acxelliglenard. Benar ucapan Ray_K dalan hitungan menit\, Acxelliglenard telah mampu ditumbangkan oleh Pradiktan_AT.
Rasya\, Arjuna\, Ray_K\, dan Aksa_R segera naik keatas arena pertandingan untuk menyemangati Pradiktan_AT begitu babak pertama telah selesai.
"Kau terlihat hebat master !" Ucap Rasya yang dibalas senyuman oleh Pradiktan_AT.
__ADS_1