Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 29


__ADS_3

*****


Hari telah berganti dengan minggu, Rasya telah kembali berkativitas seperti biasanya. Bahkan hari-hari yang dilaluinya terasa lebih berwarna sekarang.


Alfa menghilang, entah kemana perginya, lenyap bak ditelan bumi, setelah kejadian beberapa waktu yang lalu.


Rasya merasa aman saat ini karena tak ada lagi yang menerornya, bahkan dia sudah mulai berani menginjakka kakinya diperpustakaan lagi.


Namun gosip yang memberitakan gadis itu tidak pernah surut, selalu pasang bak ombak yang terus menerjang daratan. Mereka menyebar berita hoax tentang Rasya dan Dina yang turun dari mobil mewah dipagi hari, bahkan ada yang menyebar berita jika kedua gadis itu bekerja sebagai wanita malam.


Akan tetapi kedua gadis itu, tidak pernah menggubrisnya, mereka hanya membiarkan begitu saja dan menggapnya seperti angin lalu.


"Untuk apa membuang buang tenaga menghadapi orang yang selalu berpikiran negatif dan memandang sebelah mata. Lebih baik berusaha untuk terus memperbaiki diri dan berkarya. Toh jika mereka sudah lelah juga akan berhenti dengan sendirinya." Seperti inilah bunyi prinsip yang selau ditanam Rasya didalam benaknya.


Rasya telah siap dengan kemeja putih dengan garis garis yang berwarna senada dengan celana jeans yamg ia kenakan, memperlihatkan tubuhnya yang langsing, dan kaki jenjangnya. Rambutnya ia kuncir satu keatas, dan tas samping warna putih bergambar sepeda ontel.


Hari ini jadwal Rasya sangat padat, walaupun pada hakikatnya ini adalah hari libur untuk Rasya karena ia tidak memiliki jam kuliah. Namun ia harus segera pergi keruang penelitian profesor Albert.


Software yang dikembangkan oleh Rasya, Ardhian, dan ketiga temannya telah berada pada tahap uji coba awal, dimana kelima mahasiswa ini akan mempresentasikan hasil kerja mereka sekaligus melakukan uji coba terhadap kinerja software itu.


Rasya telah sampai digedung penelitian professor Albert, seperti biasa ia segera masuk kedalam ruangan tersebut. Terlihat Ardhian dan ketiga temannya sudah berada diruangan itu.


"Selamat pagi junior !" Suara yang keluar dari mulut manis Arjun ketika melihat Rasya berjalan kearah mereka.


"Hmm, Selamat pagi senior, maaf aku datang terlambat." Balas Rasya.

__ADS_1


"Hmm dan aku akan menyuruhmu untuk presentasi hari ini sebagai hukumannya." Ucap Rayyan dengan seringai nakalnya.


"A-ku ? Hmm...." Ucap Rasya gugup.


"Ya kau junior ! Siapa lagi ?" Timpal Pandu dengan seringai yang tak kalah nakal dari Rayyan, kedua pria itu mensejajarkan tempat berdirinya, dan menatap Rasya dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti.


Rasya terdiam dan menatap ke arah dua pria itu, lalu mengalihkan pandangannya pada Ardhian yang tengah duduk didepan komputernya.


"Kenapa kau menatapku dengan tatapan mematikan itu Rasya ? Apa kau mempunyai dendam terhadapku ?" Ucap Ardhian dengan senyum tipisnya.


Rasya tersentak mendengar ucapan Ardhian, ia langsung mengalihkan pandangannya, kembali menatap Rayyan dan Pandu, sebagai tersangka yang memulai drama sepagi ini.


"Hmm ! A-ku ! Aku ! Aku rasa ! Aku tidak ! Eeee." Ucap Rasya terbata seraya meremas remas ujung kemejanya.


Sedangkan Rayyan dan Pandu tetap menatap kearahnya dengan tatapan yang tajam menanti jawaban apa yang akan diberikan oleh gadis cantik itu.


" Hmm baiklah aku akan menuruti perintah kalian, tapi seseorang akan kehilangan kepercayaan jika aku melakukannya." Ucap Rasya dengan senyuman nakal, dan melirikkan bola matanya kearah Ardhian. Rayyan, Pandu, dan Arjun mengikuti arah lirikan mata Rasya, dengan raut wajah yang penuh tanya.


"Hmm, kalian dengar itu ? Aku akan kehilangan kepercayaan dari profesor Albert ketika membiarkan junior itu melakukan presentasi ditahap ini. Jadi berhenti untuk mengerjainya, karena dia lebih pintar dibandingkan kalian." Kata Ardhian dengan wajah dinginnya.


"Heeerrrtt, Kau benar benar luar biasa junior !" Ucap Rayyan yang masih shock karena baru pertamakali melihat Ardhian membela seseorang.


Ardhian bangkit dari bangkunya. "Segera persiapkan segalanya, aku akan memastikan keberadaan professor Albert." Tegas Ardhian, kemudian berjalan kearah Rasya.


"Aku tidak ingin kehilangan pamor ku, jadi lakukanlah yang terbaik Willend !" Bisik Ardhian ditelinga Rasya, kemudian berlalu keluar ruangan.

__ADS_1


Rasya terdiam, wajahnya bersemu merah bak kepiting rebus. Ardhian memang master dalam segala hal, termasuk untuk membuatnya salah tingkah seperti ini.


Arjun menatap heran pada Rasya yang masih Berdiri ditempat dan tanpa ada sebuah gerakan pun. Tatapannya kosong dengan wajah yang memerah. "Apa yang membuatmu tercekat disitu junior ? Apa kau marah dan tak ingin bergabung bersama kami untuk mempersiapkan segalanya ?"


"Hmm, Aku menyimpan dendam pada para senior yang telah berdrama pagi pagi." Rasya berjalan kearah meja kerjanya serayakan melayangkan tatapan mematikan.


"Hahahaha kau terlihat lucu dengan wajah yang dibuat buat seperti itu junior." Ucap Rayyan.


"Hmm tunggu pembalasan ku." Balas Rasya.


"Hehe sudahlah berhentilah bermainn peran, sebentar lagi profesor Albert akan datang." Ucap Ardhian yang baru saja kembali.


Mereka berlima segera mempersiapkan semuanya, dan menunggu kedatangan professor Albert.


Jantung Rasya berdebar dengan kencangnya, ia sangat gugup karena ini merupakan kali pertamanya bergabung dalam sebuah tim untuk mengembangkan sesuatu. Berbeda dengan Ardhian dan ketiga temannya, mereka terlihat tenang dan sangat antusias.


Beberapa menit kemudian pintu ruangan itu kembali terbuka, terlihat professor Albert memasuki ruangan itu didampingi dua orang professor lainnya yang berjalan dibelakang professor Albert.


Kelima mahasiswa itu langsung berdiri menghadap ketiga professor itu untuk menyambut kedatangannya.


*Hallo readers πŸ€—


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2