Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 50


__ADS_3

Matahari baru saja memancarkan semburai sinar jingga diufuk timur, mentari yang baru saja mengintip dipadukan dengan angin yang berhembus kencang, menciptakan suasana kesejukan, yang menambah sisi poitif untuk tetap meringkuk didalam balutan kain nan tebal.


seorang gadis cantik tengah terlelap dalam tidur nyenyaknya, kaki jenjangnya menekuk, memeluk guling yang dari semalam tidak pernah lepas dari tubuhnya. Hangatnya selimut membuat ia tetap merasa nyaman tanpa memperdulikan apapun yang terjadi didunia nyata.


"Kriiiiiing Kriiiing Kriiiiing" Dering handphone yang sedari tadi berbunyi, tanpa ada yang menjawab, entah panggilan kebera sudah, namun tak membuat sipemanggil berhenti menghubungi nomor tujuannya.


"Kriiiiing Kriiiiiing Kriiiiiiing" Dering handphone itu kembali terdengar, suaranya yang nyaring membuat empat orang gadis yang tengah meringkuk itu menggeliat.


"Hallo !" Ucap Dina yang pada akhirnya mengangkat panggilan dihandphonenya itu.


"[..................`````````````........................]" Suara seorang wanita tengah berceramah dengan nada tinggi terdengar dari dalam handphone tersebut.


γ€€


"Entahlah ! Selagi itu masih bermanfaat aku akan tetap menggunakannya !" Rasya mengeratkan pelukkannya ditubuh Dina, dan mencoba untuk memejamkan matanya lagi.


"Triiiiing" Notifikasi pesan masuk kembali di handphone Dina.


"Uang untuk membeli handphone baru mu sudah ku transfer ! Cepat pergi untuk membelinya agar kau dapat segera mencegah keberangkatan raja tua itu ! Kau tahu ? Dia sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menemui mu !" Bunyi pesan ang dikirimkan oleh mama Rasya, yang dibaca Dina dengan keras.


"Oh tuhan !" Pekik Rasya yang terpaksa harus bangkit dari tidurnya.


*****


Matahari telah naik dengan pancaran sinar yang cukup hangat, seorang gadis yang baru saja keluar dari sebuah toko handphone akhirnya bisa menghembuskan nafasnya dengan lega. Ia sudah hamoir menyerah menunggu toko iti buka, bagaimana tidak, jam kecil yang melingkar ditangannya masih menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Setelah setengah jam menunggu akhirnya ia mendapatkan apa yang diinginkannya


Dengan segera gadis itu menggesek layar handphone barunya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo Pa !" Ucap Rasya antusias.


[........................]


"Hmm aku telah membelinya, tak perlu khawatir, maafkan aku !" Rasya mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Huuuuush" Ia menghembuskan nafasnya dengan lega, seraya mengusap usap dadanya.


Tubuhnya terasa lemas karena tenaganya telah terkuras untuk meyakinkan pria yang baru saja ia hubungi. Bagaimana tidak ? pria itu bersikeras untuk menjemput putri kesayangannya, karena sang putru sangat sulit untuk dihubungi. Akan tetapi setelah rayuan yang sangat panjang, pada akhirnya pria itu luluh juga.


"DONE !" Rasya tersenyum lega, dan memperhatikan jam tangannya.


"Hmm para senior itu, pasti belum sarapan, sebaiknya aku membelikan bubur untuk mereka." Gumam Rasya.


*****


Rasya telah kembali kearea kampus, ia sedang berjalan menuju ruang penelitian profesor Albert, dengan membawa dua kantong belanjaan ditangannya, sebuah kantong berisi minuman hangat, dan yang satu lagi berisikan bubur.


"Tunggu !" Batin Rasya menghentikan langkah kakinya. "Hmmm bukankah senior belum mengetahui nomor ku ! Bagaimana jika aku sedikit mengerjainya ! Ckhh, sepertinya ide itu tidak buruk untuk menghibur dirinya yang telah bekerja keras semalaman." Gumam Rasya dengan senyum sumringah.


Gadis itu, memutuskan untuk duduk disebuah bangku taman yang terletak tidak jauh dari ruang penelitian professor Albert. Ia meletakkan bungkusan yang ada ditangannya, dan segera meraih sebuah buku catatan yang berada didalam tasnya.


Dengan cekatan, jari jarinya mulai mengetik angka angka yang ia salin dari buku catatan tersebut.


Selama meunggu balasab Rasya teeus mebayangkan bagaimana ekspresi Ardhian ketika membaca pesan itu, dan mencob untuk menebak apa yang akan dilakukan oleh Ardhian, hingga tanpa sadar hayalanya itu membuat Rasya tersenyum senyum seorang diri.


Setelah lima menit menunggu, akhirnya sebuah pesan balasn telah masuk kedalam handphone Rasya.


"Emm, ku sangat merindukan mu, dan akan menemui mu secepat mungkin." Bunyi pesan yang tak disangka sangka oleh Rasya.


"What ? Ckh ! Balasan seperti apa ini ? Apakah senior memang pria nakal seperti ini ? Sungguh luar biasa ! Bukankah dia baru mengumbar kata kata manisnya kemarin untukku ! Ckh, dengan beraninya di berniat selingkuh dengan wanita lain !" Hati Rasya terus berperang dengan logikanya, serasa ada asap yang keluar dari dalam hatinya yang menderu, karena balasan yang begitu mengejutkan dari sang kekasih.


γ€€


"DEG !"


Seorang pria tampan tersenyum kearahnya, dengan sebelah tangan yang memegang handphone ditelinganya, dan tangan yang sebelahnya lagi diletakkan didalam kantong celananya.


"Se-nior ?" Ucap Rasya terbata.

__ADS_1


Gadis cantik itu tercekat tak menyangka, ia meletakkan sebelah tangannya untuk menutupi mulutnya yang menganga tak percaya.


"Bagaiman senior mengetahui jika aku yang mengirimkan pesan itu ?" Ucap Rasya, setelah Ardhian duduk disampingnya.


"Tentu saja ku mengetahuinya, karena kau adalah kekasih ku satu satunya !" Ardhian menggoda Rasya dengan senyuman yang lebar dan mata yang menatap kearah gadis itu.


"Ckh ! Kau bermulut manis tuan !" Pipi Rasya bersemu merah menahan rasa malu yang telah menguasai dirinya.


"Hehe baiklah ! Aku menghubungi call center dan menanyakan pada mereka identitas seseorang yang telah mengganggu ku."


"Apakah kau lupa dengan hal ini ?" Ardhian menunjukkan gambar yang berada didalam handphonenya, sebuah peta lokasi yang terdapat tanda panah merah dan biru. Peta online yang begitu canggih diera 4.0, melalui aplikasi itu kita bisa menemukan keberadaan seseorang yang ingin kita temui.


Rasya menghembuskan nafasnya, dan semakin mengeratkan jari jari tangannya untuk meremas ujung pakaian yang ia kenakan.


"Sepertinya teori yang menyatakan bahwa jika seseorang sedang jatuh cinta akan menurunkan IQ itu adalah benar." Ardhian tersenyum menggoda.


Rasya mengerutkan keningnya, dengan bibir sedikit memonyongkan bibirnya. "Siapa yang sedang jatuh cinta ?" Ucapnya manja.


"Tentu saja kau, sayang !" Ucap Ardhian dengan senang hati.


"Deg ! Pria ini begitu pintar untuk menjatuhkan ku dengan kata kata manisnya hingga membuat jantung ini berdebar mengikuti alunan kata kata sayang yang ia lontarkan." Batin Rasya.


Suasana pagi hari yang indah, dipenuhi oleh taburan benih benih cinta menghiasi dunia kedua insan itu. Mereka berdua terlalu terpana dengan kenyamanan dan kedekatan yang tercipta untuk mereka.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2