Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 51


__ADS_3

Rasya da Ardhian memasuki ruang penelitian professor Albert secara bersamaan, dengan membawa kantong belanjaan yang berisi sarapan dan minuma hangat yang sudah dibeli oleh Rasya.


Gadis cantik itu terkejut, ketika memasuki ruangan dan melihat tiga orang pria dengan kondisi tertidur dikursi kerjanya. Komputer yang masih hidup, dapat menjawab pertanyaan yang mengganjal didalam benak Rasya.


Rasya menatap kearah Ardhian dengan pandangan sayu, hatinya terasa melemah. "Apaka kalian tidak tidur semalaman kak ?" Tanyanya pada sang kekasih.


Ardhian tidak menjawab pertanyaan Rasya, pria itu berjalan kearah sebuah meja bundar yang berada ditengah ruangan dan meletakkan kantong belanjaannya disana.


Rasya berjalan mendekat kearah sang kekasih, dengan langkah pelan dan ragu ragu. Ia tak berani bersuara, dan juga tak memiliki keberanian untuk menatap mata Arhdian. Kini ia hanya fokus untuk membuka kantong belanjaannya dan menyiapkan sarapan untul dirinya, dan keempat pria itu.


Ardhian duduk dikursi yang berada disamping Rasya, tangannya bergerak meraih tangan gadis itu. "Sayang ! Jangan khawatir, mereka sudah terbiasa seperti ini. Tidak akan tidur sebelum misi selesai, itu adalah selogan yang selalu mereka tanamkan. Jadi jangan berfikir yang tidak tidak okey." Ardhian tersenyum seraya mengusap punggung tangan gadis itu yang berada didalam genggamannya.


Rasya menghembuskan nafasnya pelan, rasanya bibirnya telah kelu karena menahan omelan omelan yang ingin ia lontarkan. Akan tetapi ketampanan pria yang berada dihadapannya ini, membuat hatinya mampu mengalahkan logikanya.


Rasya merapikan sarapan yang telah ia beli, menyusunnya diagas meja itu. Sedangkan Ardhian tetap duduk disampingnya dengan senyuman yang merekah. Aroma yang keluar dari bubur itu, membuat ketiga pria yang tengah tertidur pulas itu terbangun.


"Huemmmm, Aroma apa ini ? Mengapa kelihatannya sngat lezat." Ucap Arjun dengan suara serak, yang baru saja menegakkan badannya.


Rasya mengalihkan pandangannya menatap ketiga pria yang berjalan mendekat kearah meja itu. "Bersihkan wajah kalian terlebih dahulu, aku akan menyiapkannya terlebih dahulu." Ucapnya seraya menunjuk makanan dan minuman itu.


Ketiga pria itu mengangguk kompak, dan dengan menurut mereka berjalan kearah kamar mandi secara bersama sama. Suasana itu terlihat seperti mereka merupakn sebuah keluarga kecil, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.


Tak berselang lama, ketiga pria itu telah kembali kemeja tersebut dengan wajah yang lebih segar. "Woah ! Aroma ini sangat lezat, dan sepertinya rasanya tak akan membohongi aromanya." Ucap Arjun bersemangat setelah duduk disamping Ardhian.

__ADS_1


Mereka berlima duduk secara melingkar mengelilingi meja bundar itu. "Kau sengaja menyiapkan semua ini untuk kami kakak ipar ?" Ucap Rayyan seteoah meneguk minuman hangat yang terbuat dari sedikit rempah rempah tradisional itu.


γ€€


Ardhian hanya diam, tak membalas ucapan yang dikeluarkan oleh sahabat sahabatnya itu. Pria itu hanya fokus menyesap minuman yang berada ditangannya.


Rasya menatap sekilas kearah sang kekasih ketika mendengar ucapan Pandu. "Emm, tidak masalah ! Aku senang jika kalian menyukainya." Ucap gadis itu dengan senyumannya.


Setelah selesai menbereskan meja, dan merapikan bekas bekas sarapan. Mereka berlima kembali kemeja kerja masing masing dan melanjutkan pekerjaannya sesuai dengan tugas yang telah dibagikan.


Suasana hening kembali tercipta didalam ruangan itu, hanya ada suara tombol tombol komputer yang ditekan oleh jari jari kelima mahasiswa itu. Pandangan mereka masing masing tertuju pada layar monitor yang terdapat dihadapan mereka.


Hal tersebut terus berlanjut selama beberapa hari, buku buku nan tebal menghiasi setiap sudut sudut meja. Hari ini adalah hari keempat sejak mereka memutuskan untuk lembur, kecuali Rasya.


Hubungan yang terjalin diantara dua manusia itu terasa semakin dekat dan hangat. Mereka berdua mencuri curi waktu untuk menikmati kebersamaan sebagai sepasang kekasih disela sela kesibukan mereka. Beruntungnya, mereka berdua berada didalam bidang yang sama, keaadaan yang sangat menguntungkan itu mmpu meminimalisir permasalahan permasalahan kecil yang mungkin terjadi dengan pasangan lainnya.


Hari telah menjelang petang, matahari hampir saja terbenam diufuk barat. Hamparan langit berwarna jingga nan luas, menambah keeksotisan pemandangan. Burung burung berterbangan, pulang kembali kerumah masing masing, menghangatkan diri dengan bertemu keluarga mereka.


Pepohonan yang rindang menghiasi sepanjang jalan area kampus Tirtawijaya, ditemani oleh bunga bunga yang sedang bermekaran, dan hamparan rumput hijau yang telah terasa lembab.


Sepasang manusia sedang berjalan menuju area asrama. Wajah lelah menyelimuti mereka, bagaimana tidak ! Besok adalah hari terakhir mereka untuk mengembangkan proyek olimpiade karena lusa mereka sudah harus berangkat ke beijing.


Proyek yang mereka kembangkan berjalan dengan lancar, namun bukan Ardhian namanya jika tidak mencari kesempurnaan dan kepuasan dari karyanya.

__ADS_1


Gadis cantik itu mencoba untuk menatap kearah sang kekasih yang terlihat diam, entah apa yang sedang membebani pikiran pria itu. Apakah ia tidak ingin mengistirahatkan otaknya hanya untuk sebentar saja ? Rasya mengeratkan genggaman tangan Ardhian yang sedari tadi berada ditangannya.


Wajah Rasya bersemu merah mendengar ucapan Ardhian, senyuman pria itu selalu bisa melengkapi ketampanannya.


"Maksulah kedalam, aku akan memperhatikan mu dari sini. Jangan lupa untuk beristirahat dan tenangkan dirimu nyonya, beijing telah menunggu kita untuk menciptakan kabar baik itu." Ucap Ardhian.


Rasya menganggukkan kepalanya, namun ia belum bergerak dari tempat itu, tangan mereka berdua masih bertautan, terlena dalan rasa nyaman yang membahana, membawa sel sel kehangatan yang mengalir mengikuti aliran darah, menembus masuk kedalam hati mereka masing masing.


"Apakah kau tidak ingin masuk kedalam nona ? Aku akan menutup pintu asrama ini, dan tolong jangan memamerkan kemesraan didepan asrama. Itu membuat pikiran ku menjadi gila ! Dasar anak muda jaman sekarang ! Tak ada lagi rasa malu untuk mengumbar kemesraan, mereka pikir dunia hanya milik mereka berdua saja ? Tak semudah itu, kalian akan merasakan bebannya, setelah umur kalian sama dengan ku." Ucap seorang wanita parubaya yang memiliki tubuh gendut, yang diketahui sebagai penjaga asrama Rasya.


"Emm, masuklah nona ! Atau kau akan tidur diluar gedung malam ini." Ardhian melepaskan tangan Rasya yang berada digenggamannya, dan mengusap pelan pucuk kepala Rasya.


Rasya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Emm, kau juga kak ! Istirahatlah dan jangan terlalu memaksakan diri." Ucapnya dan pergi meninggalkan Ardhian yanv masih mengawasinya.


Pria itu akan meninggalkan tempat tersebut, setelah memastikan sang kekasih masuk kedalam asrama dengan aman. Menatap punggung yang menghilang ditelan dinding gedung itu, menjadi hobi baru seorang Ardhian yang terkenal dengan sifatnya yang dingin.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..

__ADS_1


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2