Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 30


__ADS_3

Rasya telah sampai didalan kamarnya, setelah selesai dengan uji coba pertamanya, dan pamit dengan para senior, gadis itu berjalan dengan tergesa gesa menuju asrama.


Ia segera meletakkan tasnya diatas meja belajar, dan mulai menghidupkan laptopnya. Seraya menunggu, ia berlari kearah dispenser, mengambil segelas air hangat untuk menenangkan dirinya.


Air hangat itu mengalir dengan deras ditenggorakkan Rasya yang gersang karena berlarian menuju asrama. Ia sangat terburu buru seperti akan kehabisan waktu. Bagaimana tidak, tepat sepuluh menit lagi kompetisinya bersama Pradiktan_AT didalam game akan segera dimulai.


Rasya kembali kemeja belajarnya dengan membawa segelas air hangat dan meletakkannya diatas meja tersebut. Ia segera mengarahkan kursor laptopnya agas segera login kedalam game.


"Apakah aku terlambat master ?" Bunyi pesan yang dikirim Rasya untuk Pradiktan ketika telah berhasil login kedalam game, seraya memasangkan headsad ditelingannya.


"Kau tepat waktu Willend." Balas Pradiktan.


Mereka berdua segera pergi keguild untuk bergabung dengan peserta lainnya. Kompetisi yang diadakan pada musim ini merupakan kompetisi khusus untuk para pemain yang memiliki pasangan resmi didalam game.


"Selamat datang dipertandingan musim ketiga. Pada musim ini seluruh peserta dan pasangannya akan melewati beberapa tantangan yang harus diselesaikan untuk memenangkan kompetisi ini. Tantangan yang pertama akan segera diumumkan setelah kompetisi ini resmi dibuka." Bunyi pesan yang diumumkan diserver tersebut.


Rasya terlihat sangat antusias, ia penasaran dengan tantangan yang akan diberikan, dan apakah ia bisa atau tidak melaluinya bersama sang master.


"Tantangan yang pertama, adalah misi mencari pasangan. Peserta wanita akan disembunyikan disuatu tempat, dan peserta pria harus bisa menemukan kekasihnya dalam waktu satu jam." Bunyi pesan yang kembali dikirimkan oleh server.


Begitu mereka mengklik tombol untuk memulai pertandingan, Rasya dipisahkan oleh server dari pasangannya Pradiktan_AT, dan ia tidak mengetahui dimana keberadaannya saat ini.


"Berada dimana ini ? dan dimana master ?" Batin Rasya.


"Master ?"


"Master ?"


"Master ?"


Bunyi pesan yang coba dikirimkan oleh Rasya kepada Pradiktan_AT namun gagal.


"Sepertinya tidak bisa berkirim pesan." Batin Rasya.


Rasya merasa kebingungan akan apa yang harus ia lakukan. Ia memberanikan dirinya untuk berkeliling ditempat itu, dan mencoba mencari petunjuk.


"Willend !" Terdengar suara dari dalam headsadnya.


"Master ?" Ucap Rasya yang tersentak.


"Hmm," gumam Pradiktan_AT.

__ADS_1


"Aku telah mencoba untuk mengirimkan pesan padamu namun selalu gagal." Ucap Rasya.


"Server memang membatasi kita untuk berkirim pesan, tapi masih bisa terhubung dengan panggilan suara." Jawab Pradiktan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Tanya Rasya.


"Hmm, aku akan mencoba mencari lokasi mu saat ini. Apakah kau menemukan petunjuk ditempat itu ?"


"Tempat ini sangat gelap master, aku tidak bisa melihat apapun. Namun sepertinya aku mendengar suara air sejak tadi."


"Hmm, aku faham. Tunggulah aku disitu istriku, aku akan segera menjemputmu."


Kata kata yang diucapkan Pradiktan membuat wajah Rasya memanas dan bersemu merah. "Ckh Istri ? Sejak kapan ?" Gumam Rasya.


"Aku mendengarmu Willend ! Tentu sejak kita mengikat janji di bukit cinta." Ucap Pradiktan_AT secara tiba tiba.


"Mmm !" Rasya tercekat, ia tak menyangka jika pria itu bisa mendengar batinnya. "Tidak Rasya ! Kau tidak berbicara dalam hati. Sepertinya kau memang melepaskan suaramu. Gadis bodoh!" Gerutu Rasya didalam hatinya.


"Kau adalah istriku Willend, sejak kita mengikat janji dan memutuskan untuk menjadi pasangan." Jelas Pradiktan.


"Hukkkks" Rasya tersedak mendengar ucapan Pradiktan_AT. "Huuuuush" Rasya mencoba untuk mengatur nafasnya yang memburu. Jantungnya berdetak dengan kencang.


γ€€


"Kau begitu pelit brother ! Aku tau ini baru awal. Namun setidaknya kita telah berhasil membuat para professor itu mengepakkan senyumannya." Protes Rayyan.


"Ckh ! Mengepakkan senyumannya ! Kau kira dia burung yang akan mengepakkan sayapnya ?" Ucap Pandu.


"Apa yang salah ? Aku hanya mengucapkan kata kata yang memiliki makna yang dalam. Tau apa kau tentang bahasa Pandu !" Ucap Rayyan.


"Sudahlah ! Hentikan perdebatan yang tidak penting itu." Ucap Arjun memisahkan dua orang yang tingkahnya seperti anak anak itu.


"Ardhian kau mau kemana ?" Teriak Pandu.


"Aku pulang duluan, hari ini pembukaan kompetisi musim ketiga. Dan aku tidak akan mengecewakan istriku."


"Istri ? Berhentilah untuk bersikap pamer. Kau harus ingat dia hanya istrimu didalam game dan kau tidak memiliki pasangan didunia nyata." Teriak Rayyan seraya tertawa.


"Kau ingin aku mengambil kartu itu kembali, dan membuat kalian membatalkan perayaan ?" Ucap Ardhian seraya menunjuk kartu yang ada diatas meja kerjanya.


"Kau memang yang terbaik Ardhian, bersenang senanglah dengan istrimu. Tenanglah kami akan merayakan keberhasilan hari ini, tak perlu khawatir." Teriak Arjun seraya memegang kartu kredit Ardhian.

__ADS_1


Seperti biasa Ardhian berjalan keluar dari ruangan itu, dengan sikapnya yang dingin. Ia melangkah menuju mobilnya, dan berniat untuk segera pulang kerumahnya.


*****


Sesampainya dirumah, Ardhian segera menghidupkan laptopnya dan login kedalam game.


"Triiiiing"


Suara notifikasi dilaptop Ardhian.


"Apa aku terlambat master ?" Bunyi pesan yang dikirimkan Willend untukku, ketika aku sedang berganti pakaian.


"Kau datang diwaktu yang tepat Willend." Balasku.


Aku dan Willend segera pergi keguild untuk bergabung dengan peserta lainnya. Kompetisi yang diadakan pada musim ini merupakan kompetisi khusus untuk para pemain yang memiliki pasangan resmi didalam game.


"


"Hmm, aku faham. Tunggulah aku disitu istriku, aku akan segera menjemputmu."


"Ckh Istri ? Sejak kapan ?" Gumam Rasya yang masih terdengar olehku walaupun suaranya cukup pelan. Tanpa kusadari bibir ku melengkung keatas mendengar gumamamnya.


"Aku mendengarmu Willend ! Tentu sejak kita mengikat janji di bukit cinta." Ucap Ku yang sontak mengejutkannya


"Khmmm" Gumamnya.


"Kau adalah istriku Willend, sejak kita mengikat janji dan memutuskan untuk menjadi pasangan." Jelas ku padanya.


"Huukkhs" Sepertinya Willend tersedak mendengar ucapan ku. "Huuuuush" Aku dapat mendengar suaranya yang mencoba untuk mengatur nafasnya.


Setelah kurasa cukup untuk menggodannya, aku memutuskan untuk segera mencari keberadaanya, kembali..


***Hallo readers πŸ€—**


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2