Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 61


__ADS_3

PERHATIAN !


Sebelum membaca episode ini, tolong pastikan jika kamu telah menekan tombol like terlebih dahulu untuk mendukung author agar lebih semangat lagi dalam bekarya. Terimakasih ! 🙏😘


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Matahari telah terbenam dengan sempurna, mereka tengah berada didalam sebuah aula yang cukup luas didalam kampus itu.


Menikmati beberapa penampilan dari para musisi lokal, dan tarian tradisional china. Rasya terlihat sangat antisias menikmati pertunjukkan itu, matanya berbinar, dan bibirnya melengkung tersenyum.


Tamara terlihat memutar pandangannya kesana kemari mencari seseorang.


"Ada apa Tamara ?" Ucap Rasya yang tepat berada dibelakang gadis itu.


"Emm itu, aku sedang mencari Karin ! Entah kemana gadis itu, dia selalu menghilang !" Ucap Tamara.


"Itu Karin !" Ucap Viona menunjuk kearah seorang gadia yang tengah melenggang kearah mereka.


"Dari mana saja kau Karin ? Mengapa selalu menghilang ?" Ucap Tamara, namun gadis itu tak menjawabnya, ia langsung duduk dikursinya tanpa memperdulikan sekitarnya.

__ADS_1


Setelah selesai pertunjukan dan sambutan dari orang-orang ternama, tibalah saatnya puncak acara, yaitu pengumuman pemenang olimpiade sains dan teknologi.


Wajah mereka semua terlihat tegang, gugup dengan pengumuman yang akan mereka dengar. Terkecuali Karin ia memperlihatkan senyuman kesombongan.


Gadis itu terlihat sombong dengan gaun mewahnya, ia sangat percaya diri bahwa dia akan memenangkan olimpiade itu, bahkan dandanannya telah mengalahkan artis terkenal.


Pembawa acara itu mulai mengumumkan dari kategori olimpiade sains terlebih dahulu.


Dengan menggunakan bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional, pembawa acara itu mulai mengumumkan para juara olimpiade sains, dimulai dari juara harapan tiga.


Hingga MC memanggil nama kampus mereka sekali lagi, dan meminta kelima mahasiswa itu untuk naik keatas panggung. Tak perlu menunggu waktu lama Rasya, Ardhian, dan tiga pria lainnya, langsung melangkahkan kaki menuju keatas panggung.


Para dewan juri yang telah menilai mereka memberikan ucapan selamat kepada lima mahasiswa berprestasi itu. Bahkan diantara para dewan juri itu ada yang berasal dari perusahaan teknologi yang sangat terkenal di Beijing, sehingga hak ini merupakan kesempatan emas bagi Ardhian dan teman-temannya.


Setelah selesai menerima penghargaan dan ucapan selamat dari para dewan juri itu, mereka kembali ketempat duduk semula, untuk bergabung bersama oerwakilan dari universitas masing-masing.


"Wah selamat Rasya !" Ucap Tamara bahagia, seraya memeluk gadis cantik itu. "Terimakasih Tamara !" Balas Rasya dengan pelukan hangat.


Tamara dan teman-temannya menyalami Rasya, Ardhian, Rayyan, Pandu dan Arjun secara bergantian. Begitu juga dengan Viona, ia mengucapkan selamat kepada Rasya, dan menyalami mereka semua. Namun gadis itu terlihat terpaku ketika bersalaman dengan Ardhian, ia menatap lama kearah pria tampan itu tanpa ingin melepaskan tangannya yang tengah bersalaman dengan Ardhian.

__ADS_1


Ardhian yang menyadari tingkah aneh Viona langsung melepaskan tangannya dengan kasar, dan mengalihkan pandangannya menjauh dari gadis itu. Rasya tidak mengetahui hal tersebut karena dia masih sibuk berpelukan dengan Tamara.


Setelah selesai semua sesi acaranya, para mahasiswa ith segera keluar dari dalam ruangan tersebut.


Rayyan, Pandu, dan Arjun rebutan untuj membawa tropi dan piagam, sedangkan Ardhian sibuk menggandeng tangan Rasya.


Tamara kembali mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Karin, entah kemana perginya wanita itu.


"Kak aku ke toilet dulu ya !" Ucap Rasya pada Ardhian, pria tampan itu menganggukkan kepalanya. "Emm, jangan lama-lama sayang !" Ucap Ardhian seraya mengusap pucuk kepala Rasya membuat Viona yang menatap kearah mereka semakin merasa kecil hati.


Rasya segera pergi ketoilet meninggalkan Ardhian dan teman-temannya yang lain menunggu kedatangan Karin.


"Apa yang kau lakukan ? F*** you ! Kau telah mendapatkan semuanya dari ku ! Tapi kau malah menghianati ku !" Jerit seorang gadis yang didengar Rasya setelah ia kembali dari kamar mandi.


"Cuih ! Hey gadis bodoh ! Aku tidak meminta itu dari mu, namun kau yang menawarinya pada ku !" Suara seorang pria membentak gadis yang ada dihadapannya.


Rasya terdiam ia seperti familiar dengan suara gadis yang tengah berdebat dengan seorang pria, yang Rasya ketahui sebagai salah satu dewan juri untuk kategori olimpiade sains.


Pandangan Rasya tertuju oada seorang gadis yang membelakanginya. "Karin !" Gumam Rasya seraya menutup mulutnya, ia merasa tak percaya dengan apa yang tengah ia lihat.

__ADS_1


"Dasar pria ******** !" Teriak Karin yang berhasil memancing emosi pria itu, hingga membuatnya mengangkat tangan ingin memukul Karin, membuat Rasya tersentaj dan merasa panik.


__ADS_2