
Sinar matahari pagi menyeruak masuk melalui tirai-tirai yang menutupi jendela kamar hotel bintang lima itu. Rasya mengerjap-ngerjapkan matanya yang silau terkena cahaya yang cukup terang itu.
Seorang gadis telah siap dengan pakaian warna warninya, duduk didepan meja rias dengan memperlihatkan senyuman yang melebar.
"Selamat pagi Viona !" Ucap Rasya yang bangkit dari tempat tidur nyamannya.
"Pagi !" Ucap Viona memperlihatkan giginya yang berbehel hitam. Sebenarnya gadis itu terlihat cukup manis dengan senyumannya itu, hanya saja dia jarang memperlihatkannya.
Rasya segera beranjak menunu kamar mandi setelah selesai merapikan tempat tidur miliknya. Viona memperhatikan gerak gerik gadis cantik itu, matanya bolak balik menatap kearah tempat tidur Rasya dan tempat tidur miliknya secara bergantian.
Kamar itu memiliki dua buah tempat tidur yang dibatasi oleh nakas dan sebuah lampu tidur. Kedua tempat tidur itu terlihat jauh berbeda, Viona yang sudah terbiasa berantakan dan tidak merapikan tempat tidurnya merasa kecil hati melihat perilaku Rasya yang sangat rapi dan bersih.
Gadis itu berjalan kearah tempat tidurnya, mencoba untuk merapikan tempat nyaman itu, berusaha membuatnya terlihat mirip dengan temoat tidur milik Rasya.
Rasya telah keluar dari dalam kamar mandi, ia segera memakai body lotion dan beberapa perawatan kecantikan untuk tubuhnya, dan memakai kemeja berwarna coklat susu dengan warna celana kulot yang senada. Gadis itu terlihat sangat cantik, dengan pakaian modis yang sesuai dengan bentuk tubuhnya yang langsing dan tinggi.
Dandanan Rasya terlihat sangat kontras dengan Viona yang hanya memakai rok kembang dengan seribu lipitan berwarna kuning telur dan baju berbunga-bunga dengan warna yang senada. Oh tuhan !Sepertinya kuning memang warna favorit gadis itu.
"Kau terlihat sangat cantik nona ! Mana sang idola kampus ? Sepertinya dia memberikan vitamin yang baik untukmu !" Ucap Dina dengan seringai nakalnya, diikuti oleh tawa nakal dari Tiara dan Lana.
"Ckh ! Tidak ada ! Kalian tidak boleh menatap vitamin ku nona-nona !" Ucap Rasya.
"Yaaakh ! Kau sangat pelit nona !" Ucap Tiara lesu. Pandangan ketiga gadis itu menatap kearah seorang wanita yang berada disamping Rasya.
Seorang gadis dengan dandanan yang lucu, menatap aktivitas mereka sedari tadi, membuat ketiga gadis itu mengerutkan dahinya dan menggerak-gerakkan pandangannya kearah samping Rasya.
Rasya yang paham dengan maksud tiga sahabatnya itu mengembangkan senyumannya. "Kenalkan ini teman ku, anak teknik kimia, namanya Viona !" Ucap Rasya memperkenalkan Viona pada gadis-gadis itu.
"Viona mereka bertiga adalah makhluk-makhluk yang selalu menghantui hidupku. Namun aku menyayanginya." Ucap Rasya tersenyum nakal, melirikkan pandangannya kearah layar handphoe tempat ketiga sahabatnya berada.
"Ckh makhluk ! Kau pikir aku adlah mereka yang tak terlihat ? Menyebalkan ! Kau membuatku semakin merindukan mu !" Ucap Tiara kesal.
__ADS_1
______"Ting !"
Pintu lift itu terbuka, mereka berdua telah berada dilantai satu.
"Aku sudah sampai ! Nanti aku hubungi kalian lagi oke ! Bye bye !" Ucap Rasya.
"Bye Rasya ! Emmmmmuaaach ! See u next time !" Ucap tiga gadis itu kompak.
Rasya tersenyum melihat layar handphonenya dan segera mematikan panggilan vidio itu. Mereka segera berjalan menuju restoran.
Terlihat Ardhian bersama tiga sahabatnya telah berada dimeja itu, Rasya seger berjalan mendekat kearah para senior tampannya tersebut.
"Good morning junior !" Ucap Rayyan diikuti dengan Pandu dan Arjun yang melambai-lambaikan tangan kearah gadis cantik itu.
"Morning !" Ucap Rasya, dan mendekat kearah Ardhian yang menepuk kursi kosong yang berada disampingnya.
"Apakah aku membuat kalian menunggu lama ?" Ucap Rasya dengan senyum khawatir.
Ardhian menggelengkan kepalanya. "Kau tidak terlambat nona ! Kami baru saja sampai !" Ucap ardhian seraya memberikan semangkuk bubur kesukaan Rasya.
Tanpa mereka sadari seorang gadis terus menajamkan pandangannya kearah meja mereka, ia merasa kesal melihat kehangatan yang terjalin diantara Rasya dan Ardhian. Rahang gadis itu mengeras, wajahnya menjadi tegang, dan pergi meninggalkan ruang makan itu.
"Viona !" Ucap Tamara yang baru saja selesai sarapan, bersama dua temannya yang lain. "Oh tuhan ! Sedari tadi aku mencarimu namun ternyata kau disini. Apakah kau sudah selesai sarapan ? Kita harus mengikuti technical meeting !" Ucap Tamara oada gadis itu.
Viona mengerutkan dahinya. "Oh tuhan jangan pasang wajah seperti itu Viona ! Waktu kita tidak banyak sebaiknya kita pergi sekarang !" Ucap Tamara yang segera menarik tangan Viona.
" Bye Rasya ! Terimakasih karena telah menemani gadis ini untukku !" Ucap Tamara sebelum berlalu pergi membawa Viona meninggalkan Rasya dan para seniornya.
Rasya membalasnya dengan senyuman, dan melambaikan tangan kearah Tamara, kemudian melanjutkan sarapanya lagi.
_______
Setelah dua jam berada diruangan itu akhirnya mereka telah selesai melakukan tecnical meeting. Sekarang saatnya mereka semua para perwakilan dari universitas Tirtawijaya untuk menikmati waktu kosong dengan mengunjungi beberapa tempat agar mereka bisa menenangkan pikiran sebelum pertempuran besok.
Seperti biasa Ardhian dan Rasya duduk berdampingan didalan bus, Rayyan bersama Pandu, dan Arjun seorang diri. Sebuah formasi yang mereka ciptakan, dengan membiarkan Arjun menikmati waktunya seorang diri.
__ADS_1
"Kau menyebalkan !" Ucap Arjun pada Rayyan dan Pandu yang berhasil mengerjainya. Awalnya pria itu duduk bersama Pandu, namun karena keusilan Rayyan, kedua pria itu bekerjasama mengangkat tubuh Arjun dan memindahkannya duduk dikursi yang berada dibelakang supir seorang diri.
Rayyan dan Pandu tertawa seraya menjulurkan lidah mereka mengejek kearah Arjun. Membuat pria itu meringis kesal dan memberikan tanda agar mereka bersiap untuk menunggu pembalasan dari Arjun.
Tamara dan viona masuk kedalam bus itu bersama teman-teman satu kelompoknya. Tamara tersenyum seraya melambai-lambaikan tangannya kearah Rasya.
Sedangkan Viona hanya memerlihatkan senyum tipisnya dan berlalu duduk dikursi belakang. Ada sesuatu yang berbeda dari Viona, gadis itu terlihat merubah style rambutnya, dikepang menyamping sama seperti yang Rasya lakukan, padahal tadi pagi sewaktu mereka keluar kamar rambut gadis itu dikuncir kuda.
"Kau terlihat sangat cantik Viona !" Rasya menghadap kearah belakang dan memuji gadis itu.
Viona tersenyum bangga seraya memperkihatkan giginya yang masih berbehel hitam, namun gadis itu sedikit melirikkan matanya kearah samping Rasya. Ia memandang kearah Ardhian yang tengah fokus dengan bukunya.
Rasya tersenyum kearah Viona, ia kembali memutar pandanganya kearah depan.
___ "Deg !"
Karin masuk kedalam bus itu, ia menatap tajam kearah Rasya yang duduk disamping Ardhian.
"Permisi bisakah kau pindah sebentar, ada yang harus aku bicarakan dengan Ardhian sebagai sesama ketua kelompok !" Ucap Karin dengan percaya diri.
Rasya menatap kearah Ardhian, dan ingin bangkit dari kursi itu, namun tangan Ardhian menahannya. Ardhian tersenyum kearah Rasya, "kau bisa membicarakannya sekarang ! Tanpa harus meminta seseorang untuk pindah dari tempat duduknya !" Tegas Ardhian, dengan tatapan tajam kearah Karin.
Rayyan, Pandu dan Arjun menggelengkan kepalanya menatap kearah gadis itu. Mereka jengah dengan sikap Karin yang sombong dan angkuh. sebenarnya mereka semua faham jika tingkah Karin meminta Rasya pindah bukan karena sesuatu yang penting, wanita itu memang ingin mendekati Ardhian, dan mereka bertiga telah mengetahuinya sejak dulu.
***Hallo Readers***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian 🤗😘
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next time
__ADS_1