
Mereka semua sudah berada didalam bandara, pria necis yang bergaya era remaja tahun tujuh puluhan itu, dengan cekatan mendorong troli yang berisi koper Ardhian and the gengs. Professor Albert berjalan seraya memberi nasihat untuk kelima mahasiswa itu.
Pandangan semua orang yang berada didalam bandara itu terpana ketika melihat wajah Ardhian dan Rasya, namun para wanita yang ingin mendekati Ardhian dengan terpaksa harus mundur ketika melihat tangan pria itu yang terus menggandeng tangan Rasya, demikian juga yang terjadi dengan pria-pria yang terpana melihat kecantikan Rasya.
Waktu penerbangan mereka masih tersisa setengah jam lagi, jalanan pagi ini sangat lenggang dan lancar, hingga mereka bisa cepat sampai dibandara.
"Selamat pagi professor Albert !" Professor Ratna datang dengan rombongannya, membuat para mahasiswa bimbingan professor Albert menatap kearah professor Ratna.
"Professor Ratna ?" Ucap professor Albert dengan pandangan menatap kearah belakang wanita itu, terlihat lima orang mahasiswa tengah tersenyum kearahnya.
"Ya ! Apakah prof. Albert sedang mengantar para mahasiswa yang akan ikut olimpiade ke Beijing ?" Ucap professor Ratna.
Professor Albert menganggukkan kepalanya. "Bagaimana kau bisa mengetahuinya Ratna ?" Tanya professor Albert penasaran.
"Oh tuhan ! Apakah pihak rektorat tidak memberitahumu prof ? Bahwa kami juga mengikuti olimpiade itu." Ucap professor Ratna dengan senyum tipisnya.
Professor Albert melirikkan mata tajamnya kearah wanita itu. "Kami akan mewakili cabang sains prof !" Ucap professor Ratna yang paham dengan pandangan professor Albert.
"Owh ! Iya ku lupa jika olimpiade ini khusus sains dan teknologi ! Selamat Ratna, semoga teknik kimia berhasil membawa kabar baik !" Ucap Professor Albert ramah.
"Emm, tentu ! Aku akan mengundang mu untuk datang ke pesta perayaan kemenangan kami, pihak yayasan akan hadir juga disana ! Kau akan memiliki kesempatan untuk mendekati para bos besar itu Albert ! Siapa tahu kau bisa mendapatkan oerhatian dari mereka." Ucap professor Ratna percaya diri.
__ADS_1
Professor Albert hanya membalas kesombongan wanita itu dengan senyuman sinisnya. Professor Ratna memang selalu terkenal dengan ke angkuhannya.
Pandu dan Arjun yang sedari tadi menyaksikan perbincangan dua orang professor itu, memutar bola mata mereka dengan kompak. Namun tiba-tiba oandngan dua orang pria itu tertuju pada seorang wanita yang berdiri didekat professor Ratna.
Seorng wanita yang cukup terkenal, menatap kearah Ardhian dengan memasang senyuman misterius. Bola mata gadis itu berbinar-binar seolah-olah sedang memperhatikan sesuatu yang sangat berharga untuknya.
"Ckh, untuk apa wanita sombong itu berada disini ?" Bisik Pandu ditelinga Rayyan.
"Entahlah ! Yang jelas kita harus tetap waspada agar dia tidak mengganggu Ardhian dan Kakak ipar." Jawab Rayyan tegas.
γ
γ
"Kau harus tetap berhati-hati kakak ipar, perasaan ku mengatakan jika dia bukan wanita baik-baik." Ucap Rayyan terus terang, Rasya hanya membalas ucapan seniornya itu dengan senyuman.
Porfessor Albert datang menghampiri para mahasiswanya dengan wajah yang ditekuk. Membuat Rasya dan para seniornya menatap bingung ke arah professor itu.
"Ardhian ada yang harus ku bicarakan ! Bisakah kau ikut dengan ku sebentar !" Ucap professor Albert, dan diangguki oleh Ardhian. Mereka berdua langsung pergi menjauh dari tempat itu.
*****
__ADS_1
Jam penerbangan mereka telah tiba, professor Albert melepas kepergian para mahasiswa itu dengan penuh semangat, ia tersenyum bangga melihat anak didiknya yang akan berjuang untuk membawa nama baik universitas Tirtawijaya. Professor Albert percaya jika para mahasiswa itu akan membawa kabar baik untuknya dan pihak kampus tentunya.
Sekarang mereka semua sudah berada didalam pesawat. Rasya duduk disamping Ardhian, Pandu dan Rayyan duduk berdampingan, sedangkan Arjun duduk sendirian, karena kursi disampingnga masih kosong.
Tak berselang lama, seorang wanita dengan dandanan yang sangat aneh duduk disamping Arjun. Wanita itu memakai kacamata bulat berantai emas dengan baju bercorak warna warni yang dipasangkan dengan celana yang sama coraknya dengan baju yang ia kenakan.
Wanita itu tersenyum kearah Arjun, dan memperlihatkan giginya yang memakai behel berwarna hitam, dengan noda merah disela-selanya.
Arjun merasa geli menatap kearah wanita itu, ia memaksakan wajahnya untuk tersenyum, dan kemudian mengalihkan pandangannya untuk fokus menatap kearah handphonenya.
Ardhian mengusap punggung tangan Rasya yang berada didalam genggamannya. "Tenanglah ada aku disini sayang, aku akan menjaga mu." Ucap Ardhian dengan memerlihatkan senyum hangatnya, hingga mampu menenangkan gadis yang berada disampingnya.
Untuk mengisi kekosongan mereka, Ardhian dan Rasya memutuskan untuk menikmati waktu itu dengan membaca buku mereka masing-masing, seraya menikmati waktu kebersamaan mereka. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan menikmati suasana itu. Suasana yang mebuat hubungan mereka semakin hangat, dipenuhi dengan benih-benih cinta yang semakin berkembang pesat didalam hati kedua insan itu.
Karin yang duduk tak jauh dari posisi mereka, mulai jengah melihat keromantisan mereka. Gadis itu mengepalkan tangannya, seraya mennggigit giginya sendiri. Ia tidak suka melihat Rasya terlalu dekat dengan Ardhian, dalam hatinya ia telah berjanji akan berusaha untuk merebut pria itu dari tangan Rasya.
***Hallo Readers***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
__ADS_1
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€