Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 34


__ADS_3

Rembulan malam telah lama pergi, bahkan mentari pagi telah menembus jendela kamar itu. "Uuuuukh !" Suara seorang gadis sedang meregangkan tubuhnya.


Ia mengerjap ngerjapkan matanya yang silau oleh cahaya matahari yang terasa sangat terik. Pandangannya tertuju pada eorng gadis yanh tengah duduk dimeja makan, menikmati sandwich dan segelas susu coklat.


"Pagi Rasya !" Ucap Dina.


Rasya tersenyum kearah Dina. "Pagi Dina, basuhlah wajahmu terlebih dahulu, aku telah membuatkan sarapan untuk kalian."


"Hmmm !" Gumam Dina seraya menganggukkan kepalanya, dan berjalan perlahan menuju kamar mandi.


"Kau mau kemana Rasya ?" Tanya Dina yaang baru selesai dengan urusannya dikamar mandi.


"Aku akan menjumpai profesor Albert, karena para senior itu tidak bisa datang pagi hari ini." Jawab Rasya, seraya memberikan sepotong sandwich kepada Dina.


"Hmmm, ini sangat enak. Kau memang ratunya membuat sandwich." Ucap Dina dengan mulut yang penuh dengan sandwich.


Rasya hanya tersenyum melihat Dina menyukai sarapan yang ia buat. Sandwich itu membuat pipi Dina membengkak seperti balon, membuat ia terlihat cubby dan lucu.


"Hmmm aroma apa ini." Ucap Tiara yang terbangun dari tidurnya karena mencium aroma yang sangat enak, sehingga mampu membuat perutnya keroncongan. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya, berjalan mengikuti arah aroma yang tercium oleh hidungnya dengan mata yang masih terpejam.


"Emmmm" gumam Tiara yang telah menggigit sepotong sandwich.


"Tiara, cuci muka terlebih dahulu ! Kau sangat jorok, baru bangun tidur langsung makan." Ucap Dina.


Akan tetapi gadia itu tidak memperdulikan Dina yang sedang mengomeli dirinya, bahkan ia dengan lahapnya mengunyah sandwich itu, bahkan sekarang ia sedang mengunyah sandwich yang kedua.


γ€€

__ADS_1


γ€€


"Maaf Saya tidak bisa menemui kalian diruang penelitian, karena saya harus berangkat ke luar kota pagi ini."


"Hmm, dan ini berkas berkas yang kalian butuhkan. Pendaftaran kalian telah berhasil dan sudah diverivikasi, dan kita tinggal menunggu waktu saja. Saya harap kalian bisa mengerjakannya dengan sukses, dan saya ingin mendengar kabar baik dari tim kalian."


"Emm" gumam Rasya seraya menganggukkan kepalanya. "Terimakasih professor, kami akan berusaha agar tidak membawa hasil yang mengecewakan. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Rasya, dan professor Albert membalasnya dengan anggukkan dan senyuman.


Rasya telah keluar dari ruangan itu, ia berjalan menuju kantin kampus untuk membeli beberapa minuman dan snack, karena ia akan melalui hari yang panjang diruang penelitian hari ini.


*****


dengan membawa setumpuk berkas ditangan kirinya, dan sekantong belanjaan ditangan kanannya, membuat gadis itu kesulitan dalam berjalan. Berkas berkas itu terlalu berat ditangannya, ditambah lagi ia harus menjinjing tas yang berisikan Laptop didalamanya.


ya ! Hari ini gadis itu membawa Laptop, karena kekasih onlinenya, hmm maksudnya Pradiktan_AT akan mengirimkan vidio kompetisi untuk direview oleh gadis itu.


"Hmm, seharusnya aku meletakkan barang barang ini terlebih dahulu. Baru aku kekantin, kau terlalu bodoh Rasya ! Kau lihat sekarang kau kesusahan." Gerutu Rasya.


Tanpa sengaja Rasya menabrak sesuatu, hingga membuat ia terjatuh.


"Awww" Pekik Rasya. "Mengapa lantai ini tidak terasa keras ?" Batin Rasya seraya mengangkat kepalanya yang tertunduk.


Rasya tercekat begitu memastikan pendangannya. Berulang kali ia mencoba untuk mengerjap ngerjapkan matanya, memfokuskan matanya, dan memastikan apakah yang ia lihat itu nyata atau tidak


"Oh tidak !" Sesuatu yang ia kira lantai, ternyata ...,


"Ss-Senior ?" Gumam Rasya.

__ADS_1


Ternyata Rasya menabrak Ardhian yang membuka pintu ruang penelitian. Hingga gadis itu menindih dada bidang Ardhian.


"Hmm ? Apakah tubuhku terlalu nyaman ?" Ucap Ardhian, ketika melihat Rasya terpaku dan masih berada diatas tubuhnya tanpa ada pergerakan apapun.


"Maaf !" Gadis itu langsung bangkit dari tubuh Ardhian.


Ardhian yang tengah terduduk dihadapan Rasya, dapat melihat wajah gadis itu yang bersemu merah, persis bagaikan kepiting rebus. Tanpa ia sadari, bibirnya telah melengkung membentuk senyuman tipis yang membuat wajahnya semakin terlihat tampan. Untung saja Rasya tidak mengetahui hal tersebut, karena gadis itu terus menundukkan kepalanya.


"Maaf master, aku tidak bisa melihat keberadaanmu tadi." Ucap Rasya seraya merapikan berang barangnya.


"Hmm !" Gumam Ardhian seraya menganggukkan kepalanya, dan membantu gadis itu merapikan barang barangnya.


Rasya tercengang melihat Ardhian yang merebut berkas berkas itu dari tangannya, dan membawa berkas tersebut kesebuah meja yang berada diruangan itu.


Rasya segera mengangkat tas dan kantong belanjaanya lalu berjalan mengikuti langkah kaki Ardhian.


"Ini berkas berkas yang diberikan professor Albert ?" Tanya Ardhian.


"Emm" gumam Rasya menganggukkan kepalanya.


"Hhuuuuh" Ardhian menarik nafasnya, dan menatap mata Rasya. "Mengapa kau tak menghubungiku jika berkas berkasnya sebanyak ini ? Maafkan aku, aku tak mengira jika profesor Albert akan memberikan sebanyak ini." Ucap Ardhian.


***Hallo readers πŸ€—***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2