
Rasya tengah membuka laptopnya, dan login kedalam game dengan senyuman yang sumringah.
"Kakak ipar ?" Ucap Arjuna sewaktu melihat kehadiran Willend.
"Arjuna ?" Balas Willend.
"Syukurlah kau login kembali, Master sangat mengkhawatirkan keadaan mu." Ucap Arjuna.
"Master ? Dimana dia ? Apa sebenarnya yang telah terjadi ?" Tanya Willend penasaran.
"Ceritanya panjang, dan sebaiknya kau segera menemuinya ditaman yang berada dibawah bukit." Ucap Arjuna, dan segera meninggalkan Willend.
Willend telah berada ditempat yang tadi diberitahu oleh Arjuna.
Terlihat seorang pria, dengan jubah putih dan rambut yang diikat tinggi, bagaikan para kaisar yang berasal dari dinasti qing. Sedang menikmati pemandangan yang indah.
Willend dengan ragu beejalan kearah pria itu. "Emm, master !" Ucapnya
Pradiktan segera membalikkan pandangannya, menatap kearah Willend. "Willend ?" Ucapnya dengan senyuman kebahagiaan. "Kau baru datang ?" Tanyanya seraya mengulurkan tangan sebelah kanannya untuk menggapai tangan Willend.
Willend menggapai tangan Pradiktan. "Apa yang terjadi pada mu master ?" Tanyanya penasaran.
"Maafkan aku, yang tidak menepati janji untuk hadir tepat waktu." Ucap Pradiktan. "Bahkan aku telah membiarkan mu menunggu sendirian ditempat itu."
"Aku sudah melupakannya master. Aku tau pasti kau tidak sengaja melakukannya."
Pradiktan tersenyun menatap sang kekasih, ia menggenggam tangan Willend dan mulai menceritakan apa yang menimpannya, seraya menikmati pemandangan yang sangat indah itu.
Langit berwarna jingga, dihiasi burung burung berterbangan, hamparan bunga collosium dengan beragam warna melengkapi keindahan alam saat itu.
"Bagaimana keadaanmu sekarang ?" Tanya Willend yang masih shock mendengar cerita sang master.
"Aku sudah jauh lebih baik, dan sedang dalam masa pemulihan." Ucap Pradiktan menenangkan Willend.
Wajah Willend yang sedari tadi gusar, kini terlihat manis dengan sedikit senyuman. "Emm master ! Tadi pihak game menghubungi ku, dan meminta untuk membeli vidio yang kita buat."
pradiktan menatap gadis yang berada disebelahnya. "Lalu apa keputusan mu ?"
__ADS_1
"Emm aku belum memberikan keputusannya, karena ingin menunggu keputusan dari mu master. Aku meminta waktu hingga hari senin." bUcap Willend menjelaskan dengan suara yang sangat teduh.
"Apakah kau memiliki waktu hari sabtu ini ?" Tanya Pradiktan, dan dibalas anggukkan oleh Willend. "Aku selesai ujian tepat pukul dua belas siang." Jawab Willend.
"Baiklah, kita jumpa setelah kau selesai ujian." Jawab pria itu.
Willend terlihat gugup, mendengar ucapan Pradiktan. "Jumpa dengan master ? Apakah itu harus ? Tapi kami memang harus membahas tentang vidio itu." Batin Rasya seraya tersenyum sendirian, membayangkan pertemuannya dengan sang master.
"Emm baiklah, aku setuju ! Dimana kita bertemu ?" Tanya Willend.
"Bukankah kau pernah mengatakan jika kau kuliah di Universitas Tirtawijaya ?" Ucap Pradiktan dan dibalas anggukkan oleh gadis itu. "Baiklah aku kan menunggumu dikolam dekat taman universitas itu." Ucap Pradiktan, dan disetujui oleh Willend.
Rasya menutup laptopnya, ia mondar mandir keliling kamar, membuka semua lemari pakaiannya, dan membolak balikan akaian tersebut, seperti sedang mencari sesuatu, hingga berhasil memancing reaksi dari tiga orang wanita lainnya yang berada didalam kamar itu.
"Apa yang sedang kau cari nona ?" Tanya Dina yang merasa pusing dengan prilaku sahabatnya itu.
Rasya terdiam menatap kearah lemarinya, dengan tangan kiri dipinggang, dan jari telunjuk tangan kanan menepuk nepuk dagunya.
γ
γ
"Pelayan tolong carikan baju yang sesuai untuk nona ini !" Ucap Dina, dan segera duduk disofa yang tepat berada ditengah tengah ruangan itu.
Tak berselang lama kemudian pelayan tadi datang dengan membawa sebuah gaun berwarna pink soft, dengan hiasan bunga bunga dibagian bawahnya.
"Ini nona silahkan dicoba !" Ucap pelayan itu, dan dibalas tatapan tak yakin dari Rasya.
Dina, lana dan Tiara seger mendekat kearah Rasya. "Tunggu apa lagi ? Cobalah !" Ucap Dina. "Tapi, aku tidak yakin !" Balas Rasya, seraya menatap gaun itu, namun ketiga sahabatnya tetap memaksa agar Rasya mencoba gaun tersebut.
Rasya menatap dirinya dicermin setelah memakai gaun yang dipilihkan oleh pelayan tadi. Gaun itu memang terlihat indah, namun ada sesuatu yang membuat gadis itu tidak nyaman.
"SREEEET" Suara tirai ruang ganti itu terbuka, memperlihatkan seorang gadis yang sangat cantik, dengan rambut tergerai bebas, dan sebuah gaun yang sangat cocok melekat ditubuhnya.
Gaun tanpa lengan memperlihatkan lengan Rasya yang putih bersih. Dengan belahan dada yang sangat rendah, memperlihatkan sesuatu yang menonjol dari tubuh gadis itu.
"Kau terlihat sangat cantik nona !" Ucap Tiara dan langsung mengeluarkan handphone nya, Dina dan Lana langsung mendekat kearah gadis itu, dan mereka bergaya untuk selfie. Namun sang gadis yang menjadi fokusnya, telah kabur terlebih dahulu.
__ADS_1
"Rasya ! Kau membuat hasil jepretannya menjadi buram." Ucap Tiara.
"Dina ! Aku tidak nyaman menggunakan gaun ini. Bisakah kau mencarikan pakaian yang sesuai untuk wanita tak berdosa seperti ku." Ucap Rasya dengan tangan yang diletakkan diatas belahan dadanya, menutupi sesuatu.
"Hahahahahahhahaha" Ucapan Rasya berhasil membuat ketiga gadis itu tertawa keras, hingga membuat Rasya kesal dan memanyunkan bibirnya.
"Dina !" Pekik Rasya.
"Ckh ! Baiklah !" Jawab Dina. "Pelayan tolong carikan pakaian lainnya yang lebih sesuai untuk wanita tak berdosa ini !" Perintah Dina kembali.
"Apakah pakaian ini tidak sesuai nona ? Gaun ini sangat sesuai dengan bentuk tubuh mu yang sangat ideal, dan memperlihatkan ..." Ucap pelayan terpotong, dengan suara batuk dari Dina.
"Ekhem ! Lakukan saja tugas mu dan jangan banyak protes !" Perintah Dina tegas, dan berhasil membuat pelayan itu tutup mulut.
"Rasya ! Emm berapa ukuran p******a mu ? Kau terlihat sngat seksi mengenakan gaun ini." Bisik Tiara setelah pelayan itu meninggalkan mereka.
"Tiara ! Sepertinya aku tau apa yang membuat laki laki tidak ada yang mendekatimu !" Ucap Rasya.
"Eims ? Apa Rasya cepat beritahu agar aku bisa memperbaikinya dengan segera." Ucap Tiara memohon.
"Tentu saja, karena kau lebih tertarik dengan wanita." Ucap Rasya dan pergi meninggalkan Tiara.
"RASYA !" Pekik Tiara kesal.
Rasya mengganti gaun yang ia kenakan, dengan sebuah setelan yang diberikan oleh pelayan. Kini ia terlihat cantik dengan gaun kembang berwana putih, yang berhiaskan bayangan bunga bunga kecil berwarna biru muda dibagian bawahnya.
γ
γ
***Hallo Readers***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
__ADS_1
Bye Bye and See u next timeπ€π€