Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 11


__ADS_3

✨✨✨


POV RASYA


Hari Rabu yang dinanti-nanti pun telah tiba, semua orang terlihat sangat bersemangat hari ini. Saat ini Rasya dan ketiga sahabatnya tengah berada diruangan kuliahnya. Mereka fokus memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh sang Dosen. Sekarang tepat pukul 15:00 WIB, jam kuliah pun telah usai. Terlihat sang dosen telah pergi meninggalkan ruangan itu. Keempat gadis itu pun membereskan buku-buku mereka dan bersiap untuk meninggalkan kelas.


"Kita jadi nonton pertandingan basket kan...?" Tanya Tiara kepada ketiga sahabatnya.


"Jadi dong...! Aku sudah tidak sabar ingin melihat idola kampus bermain basket hari ini." Jawab Dina seraya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke-arah Tiara. Lana dan Tiara yang melihat tingkah Dina yang centil itu pun langsung tertawa.


"Kau pergi juga kan Syaa...?" Tanya Tiara.


"Hmmmm. Iya aku akan ikut dengan kalian, tapi aku tak bisa berlama-lama, karena aku ada janji jam 19:00 WIB dengan teman ku di game." Jawab Rasya.


"Baiklah, mari kita pergi sekarang, sebelum semua kursi terisi penuh oleh para penggemar si idola kampus." Ucap Tiara.


Mereka berempat pun berangkat menuju lapangan basket yang berada didalam ruangan, tempat diadakannya pertandingan itu. Begitu mereka memasuki lapangan basket itu, terlihat Galih telah menanti kedatangan mereka. Galih telah siap dengan seragamnya untuk bermain basket, iya mengenakan kaos putih tanpa lengan dipadukan dengan celana pendek diatas lutut.


"Hay kak Galih...! Dimana tempat duduk kami...?" Tanya Tiara.


"Ayo ikut dengan ku, tempat duduk kalian ada dibarisan depan sebelah sana." Jawab Galih, seraya mengarahkan ke-empat gadis itu menuju tempat duduk yang telah ia siapkan.


"Apakah sang idola kampus ada disini...? Aku sudah tak sabar untuk melihatnya...?" Tanya Dina kepada Galih. Galih yang mendengar pertanyaan Dina pun langsung memasang wajah cemberut. "Jadi kau kesini bukan datang untuk mendukungku Dina...?" Ucap Galih memelas.


"Tentu aku akan mendukungmu Galih. Tapi tetap yang menjadi fokus utama pertandingan ini adalah sang idola kampus." Jawab Dina lagi.


"Jika itu tujuan mu untuk melihat pertandingan ini, kalian akan kecewa, karena ia tak akan datang hari ini. Ia sedang ada meeting diperusahaannya." Jawab Galih memelas.


Empat orang gadis itu membulatkan matanya, mereka merasa sedikit kecewa karena sang idola kampus yang mereka harapkan, tak dapat hadir hari ini. "Jadi gambar yang ada di poster itu hanya akal-akalan kalian aja...?" Tanya Dina.


"Iya...! Jika kami tak memasang wajah Ardian mana mungkin gedung ini akan seramai ini. Kau lihat ke-arah sebelah sana, Karina mahasiswi tercantik di jurusan seni budaya juga datang kemari untuk melihat pertandingan ini." Jawab Galih sambil mengarahkan matanya ke-arah sebelah kanan, menunjuk ke-arah Karina yang telah duduk dengan sahabatnya Siska.


Mata para gadis itu pun mengarah ke-arah yang ditunjukkan oleh Galih. "Hmmm. Jadi kau merasa senang dilihat oleh wanita itu, dan kau tak menganggap ku...!" Tanya Dina yang merasa kesal.


"Tentu tidak Dina sayang. Aku hanya mengharapkan kehadiran mu, tapi kau yang mengharapkan kehadiran orang lain." Balas Galih


"Hmmm. Sudahlah, aku percaya dengan ucapan mu Galih. Awas saja jika kau berpaling dengan yang lain, akan kupastikan kakimu tak akan bisa berjalan lagi." Tegas Dina.


Galih yang mendengar ucapan Dina pun tertawa, jelas ia tak akan berpaling dengan wanita lain, karena ia sangat mencintai Dina. Ia telah berjuang dalam waktu yang sangat lama agar bisa bersama Dina. Ketiga sahabat Dina pun ikut tertawa,  karena mereka memang telah mempercayakan Dina kepada Galih. Melihat Dina yang berani membuka hubungan dengan Galih membuat hati Rasya tenang. Ia sangat menyayangi sahabatnya itu.


Galih pun berlalu pergi untuk bertemu dengan Tim nya, karena sebentarlagi pertandingan akan segera dimulai. Ke-empat gadis itu duduk dibangku paling depan. Pertandingan pun telah dimulai, mereka ber-empat kompak bersorak menyemangati Galih dan teman-temannya. Tak lupa Dina mengambil gambar Galih sewaktu berhasil memasukkan bola kedalam ring dan mengunggahnya di akun sosial media miliknya.

__ADS_1


Pertandingan sore itu pun telah berakhir, skor akhir perlombaan menunjukkan bahwa Tim basket Galih berhasil memenangkan pertandingan itu. Mereka pun memutuskan untuk pergi merayakannya,  terkecuali Rasya. Ia memutuskan untuk segera kembali ke-asrama, karena ia sudah ada janji dengan teman barunya digame.


✨✨✨


Jam didinding sudah menunjukkan pukul 18:30 WIB, itu artinya masih ada waktu setengah jam lagi untuk Rasya bersiap-siap. Ia segera meletakkan tas nya ke-atas meja belajarnya, dan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Hari ini aktivitas Rasya sangat padat, ia mulai masuk ruang kuliah pada pukul 08:00 WIB dan berakhir hingga pukul 15:00 WIB, ditambah lagi ia harus menonton pertandingan basket itu.


Rasa penat ditubuh Rasya telah hilang seketika ia telah memanjakan tubuhnya dikamar mandi, aroma vanila yang berasal dari tubuh Rasya menyeruak dikamar itu. Rasya yang telah selesai berpakaian langsung menuju ke-meja belajarnya. Ia segera menghidupkan laptopnya, dan mengarahkan kursor untuk membuka gamenya.


Tepat pukul 19:00 WIB Rasya telah berhasil login ke-dalam game tersebut. Satu pesan yang berasal dari Pradiktan_AT telah masuk kedalam akunnya. "Willend...?" Bunyi pesan itu. Rasya pun segera membalasnya. "Kau sudah lama menunggu master...? Maaf aku sedikit terlambat." Bunyi pesan balasan dari Rasya.


"Kau tidak terlambat Willend. Aku juga baru login. Mari pergi ke Bukit cinta mereka telah menunggu kita disana." Balas Pradiktan_AT. Merekapun segera mengarahkan kursor ke-arah peta game dan pergi menuju Bukit cinta untuk mengikat janji.


Rasya merasa terkejut kala melihat banyak akun yang telah menunggunya di tempat itu, bahkan para pemain teratas juga telah menunggunya. Hal ini sungguh tak sesuai dengan ekspektasinya, ia sempat berfikir jika perjanjian ini hanya akan dihadiri oleh mereka berdua saja, tapi ternyata tidak. Pradiktan_AT telah mengundang semua teman-temannya untuk menyaksikan kebahagian itu.


 


"Kau yang menyiapkan semua ini...?" Tanya Rasya Kepada Pradiktan_AT.


"Hmmm. Apakah kau tak menyukainya sayang...?" Balas Pradiktan_AT. Rasya yang membaca pesan tersebut pun langsung salah tingkah. Jantungnya kembali berdetak dengan kencang, ia merasakan ada sesuatu yang lain didalam dirinya. "Aku menyukainya master. Tapi aku benar-benar terkejut melihatnya, Aku belum mengenal mereka,.." Balas Rasya.


"Selamat datang kakak ipar !" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh username yang bernama Arjuna. Pesan itu dikirim Arjuna sebagai percakapan umum dan menggunakan pesan suara, jadi semua orang yang menghadiri perayaan itu bisa membacanya. Pipi Rasya bersemu mereah begitu membaca pesan tersebut. "Kakak ipar...?" Balas Rasya. Yang disambut gelak tawa dari para pemain game lainnya yang ada disitu.


"Willend\, mereka bertiga adalah saudara-saudaraku\, Arjuna_k\, Aksara_P\, dan yang terakhir adalah Arjuna." Kata Pradiktan_AT yang memperkenalkan ketiga orang itu dengan Rasya. "Hmmm. Salam kenal\, aku Willend !" Ucap Rasya.


"Hmmm. Kami sudah tau itu kakak ipar. Kau cukup terkenal diserver ini, dan pria ini selalu membangga-banggakan mu dihadapan kami." Jawab Arjuna seraya menyindir Pradiktan_AT. Rasya pun terkejut mendengarnya,


sepertinya Pradiktan_AT memang bukanlah orang yang sembarangan, ia bersama teman-temannya selalu berhasil untuk membuat Rasya malu dan salah tingkah.


"Sudahlah, Ku bilang berhenti untuk menakutinya Juna ! Atau kau mau jika aku tak memberikan hadiah pernikahan ini untukmu...!" Balas Pradiktan_AT mengancam Arjuna. "Hmmm. Baiklah aku akan berhenti menggoda istrimu


itu, tapi kau harus berjanjiuntuk memberikan hadiah yang menarik untukku." Balas Arjuna.


"Hadiaah...? Oh tidak aku melupakannya, Master telah mengundang banyak orang untuk menghadiri perayaan ini, tapi aku belum sempat untuk mempersiapkan hadiah untuknya." Batin Rasya.


"Sepertinya sudah waktunya\, mari kita lanjutkan acara ini." Ucap Aksa_R. Merekapun segera mengucapkan janji untuk menjadi pasangan didalam game\, acara itu telah berlangsung dengan sempurna\, Pradiktan_AT memberikan hadiah pernikahan berupa pedang biru yang terbuat dari berlian untuk Rasya. "Kau sungguh memberikan ini untukku master ? ini terlalu mewah master\, aku tak bisa menerimanya." Ucap Rasya.


"Ini adalah hadiah pernikahan dari ku untukmu. Kau tak boleh menolaknya Willend. Simpan pedang ini dan gunakan disaat kita menyelesaikan misi istriku." Jawab Pradiktan_AT. Pipi Rasya langsung bersemu merah. "Hmmm. Pria ini selalu berhasil membuatku merasa malu." Batin Rasya. "Baiklah aku akan menyimpannya master, dan maaf aku belum bisa memberikan hadiahuntukmu, tapi aku akan berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik dalam menyelesaikan misi-misi bersama mu master." Jawab Rasya malu-malu, dan mulai mengutuk dirinya sendiri karena telah mengucapkan kata-kata itu.


"Hmmm. Aku harap nanti kau akan memberikan hadiah terbaikmu itu untukku Willend." Ucap Pradiktan_AT menggoda Rasya. "Sudahlah jangan memamerkan kemesraanmu itu dihadapan para jomblo ini master Kau membuat ku iri. Lebih baik kita lanjutkan perayaan ini." Ucap Arjuna yang disambut gelak tawa oleh para pemain lainnya.


Sekarang adalah waktunya untuk merayakan pernikahan itu. Rasya duduk didalam kereta kuda bersama dengan Pradiktan_AT, dengan didampingi oleh teman-temanya dansemua akun yang diundang oleh mereka. Pesta perayaan itu terlihat sangat mewah, mereka diarak untuk berkeliling server, banyak pemain lain yang turut menyaksikan perayaan itu.

__ADS_1


"Waahhhh...! Perayaan ini lebih megah dibandingkan dengan perayaan yang diadakan oleh Acxelliglenard dengan Penyihir_cantik kemarin. Ku rasa orang yang mengadakan perayaan ini bukanlah orang yang sembarangan, ia pasti sangat kaya sehingga bisa membuat perayaan semewah ini." Ucapan yang keluar dari salah satu pemain yang menyaksikan perayaan itu dan disambut oleh para pemain lainnya yang ikut mengagumi perayaan itu.


"Apakah aku tidak salah lihat...?"


"Itu adalah RC.Willend dan Pradiktan_AT bukan...?"


"Mereka benar-benar telah mengikat janji untuk menjadi pasangan...?"


"Bukankah RC.Willend baru ditinggal oleh Acxelliglenard...?"


"Aku juga pernah melihat Pradiktan_AT merburu monster bersama Penyihir_cantik?"


"Oh tidak sepertinya dua orang yang saling patah hati telah memutuskan untuk bersatu!"


"RC.Willend merupakan perempuan jadi-jadian, ia tak pantas dibanding-bandingkan dengan Penyihir_cantik."


Seperti itulah desas desus yang terus bermunculan didalam server itu\, semua orang  tengah membicarakan Rasya dan Pradiktan_AT. bahkan ada juga yang menjelek-jelekan Rasya dan mencoba untuk menghasut Pradiktan_AT. Tapi itu semua dibantah oleh Arjuna dan teman-temannya.  "Kalian benar kakak ipar kami memang tidak pantas untuk dibandingkan dengan Penyihir_cantik itu\, karena kakak ipar kami jauh lebih baik darinya. jika kalian tidak percaya mari kita duel ! Kalian tidak berani kan ! Hmmmm dasar pengecut !" Ucap Rey_K dan teman-temannya. Hingga tak ada lagi yang berani membicarakan mereka.


Rasya yang penasaran dengan ucapan para pemain itu pun menanyakan hal yang menjanggal dibenaknya tersebut kepada Pradiktan_AT. "Apakah kau benar-benar memiliki hubungan dengan Penyihir_cantik sebelum ini ?" Tanya Rasya.


"Hmmm ! Bukan hubungan yang seperti kau bayangkan Willend, Kami sempat berburu monster sekali dengannya, itu juga karena Arjuna yang mengajaknya. Tenanglah ! Hanya kau satu-satunya yang berhasil mengikat janji dengan ku sayang." Ucap Pradiktan_AT menggoda Rasya. "Hmmm Pria ini ! Benar-benar pandai membuatku jatuh hati kepadanya." Batin Rasya.


✨✨✨


Perayaan itu telah selesai, Rasya juga telah keluar dari gamenya, dan memutuskan untuk belajar. Ia sedang fokus membaca buku-bukunya dan membuat jurnal. Jam sudah menunjukkan Pukul 21:00 WIB, suara pintu kamar yang terbuka berhasil membuyarkan Rasya. Ia melihat ketiga sahabatnya telah pulang dari acara makan-makan.


"Kau belum tidur Syaa ?" Tanya Dina kepada Rasya.


"Hmmm. Seperti yang kau lihat, aku masih membaca beberapa referensi untuk jurnalku." Jawab Rasya seraya menampilkan senyuman manis dari bibirnya.


"Kami membawakan makan malam untuk mu Syaa ! Pasti kau belum makan kan ?" Ucap Tiara yang telah faham dengan kebiasaan Rasya yang selalu menunda makan jika sedang fokus dengan pekerjaannya.


"Hmmm, Kalian memang yang terbaik, terimakasih, letakkan saja diatas meja itu. Aku akan membereskan buku-buku ini terlebih dahulu." Ucap Rasya.


"Huuuuuh, Lelah sekali, Aku akan tidur dengan sangat nyenyak malam ini." Gumam Tiara yang langsung berbaring diatas tempat tidurnya itu.


"Hey Nona ! Kau harus mencuci muka dan menggosok gigi terlebih dahulu sebelum tidur." Ucap Lana kepada Tiara, yang hanya dibalas lambaian tangan oleh Tiara. Ketiga sahabatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan tingkah Tiara.


Rasya yang telah selesai membereskan bukunya itu, langsung menuju meja makan. "Hmmm, makanan ini sangat enak, kalian memang yang terbaik." Gumam Rasya.


"Silahkan nikmati makan malam mu Nona, Aku tau kau akan sangat menyukainya." Ucap Dina yang selalu paham selera Rasya, bahkan makanan itu merupakan hasil pilihan Dina seorang diri sedangkan Tiara dan Lana hanya mengikuti keputusan Dina saja.

__ADS_1


__ADS_2