Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 5 PERMINTAAN ALLAN


__ADS_3

Matahari telah bersinar cerah, Allin dan Clayrisa sedang berada diruang makan, bersiap untuk menikmati sarapan pagi. Tak berselang lama kemudian, seorang pria yang telah rapih dengan kemeja hitam dan celana jeans telah sampai diruang makan.


"Good morning mama, good morning Allin !" Ucap Allan seraya memberikan ciuman selamat pagi untuk dua wanita itu secara bergantian.


"Good morning sayang !" Ucap Clayrisa seraya memeluk anak laki-lakinya itu.


"Woah, kau sangat rapih hari ini mas, mau kemana ?" Tanya Allin yang merasa heran.


"Mau jumpa dosen pembimbing dong, mas Allan sudah buat janji untuk konsul skripsi pagi ini." Ucap Allan santai seraya mengambil sepotong roti dan mengolesinya dengan mentega.


Clayrisa dan Allin saring melempar pandangan setelah mendengar ucapan Allan. "Mas Allan sehat ?" Ucap Allin dengan matanya yang sesekali melirik kearah Clayrisa.


Allan mengenggukkan kepalanya. "Memangnya wajah mas Allan pucat apa Lin ? Kok kamu nanyaknya gitu ?" Tanya Allah heran.


"Hehe" Allin tertawa paksa dengan mata yang melirik kearah Clayrisa. "Enggak kok mas, Allin heran aja tumben-tumbenan mas Allan mau konsul skripsi, apalagi sepagi ini." Ucap Allin heran.


Allan hanya tersenyum tipis dan fokus menyantap sarapan paginya. "Allan, nak ! Kamu butuh sesuatu ?" Tanya Clayrisa yang masih tak percaya.


Clayrisa sangat hafal dengan sifat anak-anaknya. Apalagi Allan, pria itu selalu bersikap manis jika ada sesuatu yang diinginkannya.


Alan menggelengkan kepalanya. "Enggak ada kok mah." Ucapnya santai.


"Kamu kuliah jam berapa Lin ?" Lanjutnya lagi.


"Emmm ? Jam sembiln mas ! Tapi, Allin ada janji buat jumpa Dea sama Gita dulu dikampus." Ucap Allin.


"Baguslah kalau begitu, kita berangkat bareng aja ya, nanti mas yang jemput kamu juga !" Ucap Allan.


"Emmm ? Apa nggak ngerepotin mas Allan nanti ?" Tanya Allin yang masih heran.


"Nggak apa-apa kok sayang, kamu berangkat sama Allan aja hari ini ya. Biar mobil kamu mama yang pakai, soalnya mobil mama mau diservis." Ucap Clayrisa, yang dibalas anggukkan oleh Allin. "Oke !" Ucapnya santai.


Clayrisa paham jika Allan ingin mencari waktu berdua dengan Allin, dan mungkin dia ingin membicarakan sesuatu dengan adiknya itu.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Allan segera melajukan mobilnya keluar gerbang rumah menuju jalan kampus Universitas Cendikiawan.


"Lin kamu pulang jam berapa ?" Tanya Allan yang tengah fokus menyetir mobil.


"Jam dua belas mas ! Aku cuman ada satu mata kuliah hari ini." Ucap Allin.


"Emm, oke ! Mas akan jemput kamu tepat waktu." Ucap Allan yang semakin membuat gadis cantik itu merasa heran.

__ADS_1


Tanpa terasa mobil mewah Allan telah sampai ditempat parkir Universitas Cendikiawan. Allin seger meraih tangan Allan dan berpamitan dengan kakak nya itu. "Allin turun dulu ya mas, semangat konsulnya !" Ucap Allin setelah mengecup pipi Allan.


"Emm, kamu juga semangat belajarnya, jangan sembarangan dekatin cowok !" Ucap Allan kepada adiknya.


Allin telah turun dari dalam mobil, ia berdiri menghadap kearah mobil itu, dn melambaikan tangan setelah Allan melajuka. kendaraannya.


Gadis cantik itu berjalan menuju taman kampus yang terletak tidak jauh dari tempat Allan menurunkannya.


Di tempat itu sudah terdapat Gita dn Dea yang tengah duduk disebuah kursi panjang. "Good morning girls !" Ucap Allin menyapa kedua sahabatnya tersebut.


"Morning Allin." Jawab mereka kompak.


"Kenapa wajah kamu ? Kok ditekuk gitu ? Kamu ada masalah Lin ?" Tanya Dea dan diikuti tatapan heran dari Gita.


"Huuuuhhs" Allin membuang nafasnya. "Aku merasa heran sama mas Allan, dia hari ini terlihat sangat aneh." Ucap Allin.


"Aneh gimana maksud kamu Lin ?" Tanya Gita penasaran.


"Emm itu, dia tiba-tiba berubah, jadi semangat konsul skripsi, terus minta ngantar jemput aku hari ini." Ucap Allin dengan lesu, pikirannya masih terpusat pada Allan.


"Sudah deh, nggak usah negatif thinking gitu beb, siapa tahu aja mas Allan pengen cepat-cepat selesain kuliahnya." Ucap Dea dan diikuti anggukan oleh Gita.


"Yah udah jam segini, anterin aku ke kelas yuk." Ucap Dea memohon.


"Nggak mau !" Ucap Allin dengan tersenyum nakal demikian juga dengan Gita.


"Iiih, kalian berdua jahat banget sih. Ayok dong !" Ucap Dea lagi seraya menarik-narik tangan Allin dan Gita.


Allin dan Gita tertawa, mereka bertiga berjalan kearah gedung kuliah Dea dengan tangan yang saling merangkul.


Tanpa terasa mereka bertiga telah sampai didepan ruangan kuliah Dea. "Yah, kenapa cepet banget sampainya sih ! Aku kan belom mau pisah sama kalian berdua." Keluh Dea.


"Idih, siapa suruh beda sendiri ?" Ucap Allin seraya mengacak-acak rambut Dea.


"Iih Allin ! Kan berantakan !" Ucap Dea.


Allin menjulurkan lidahnya kearah gadis kecil itu, membuat Dea semakin kesal dn berakhir dengan mereka berdua yang kejar-kejaran. Gita hanya bisa berdiri menyaksikan tingkah dua sahabatnya itu yang seperti anak-anak.


"Brukkk" Allin tersandung hingga tanpa sengaja jatuh kedalam pelukan seseorang yang berdiri didepannya.


Aroma maskulin menyeruak masuk kedalam hidung Allin yang tepat berada didada seseorang yang bertubuh tinggi itu.

__ADS_1


"Hmm, wanginya !" Gumam Allin pelan.


Gadis cantik itu mengangkat kepalanya, menghadap kearah wajah seseorang itu. "Tampan ?" Pekik Allin tidak percaya jika yang ia tabrak adalah Dillon.


Pria tampan itu tidak memperdulikan Allin, ia menyapu kemeja yang ia kenakan, dan melangkahkan kaki hendak meninggalkan tempat itu. Akan tetapi dengan cekatan tangan Allin meraih tangan Dillon, membuat langkah kaki pria tampan itu terhenti.


Dillon menatap tajam kearah tangannya yang dipegang Allin, dan berlanjut dengan menatap gadis itu dengan tatapan mematikan.


"Mengapa kau terburu-buru ?" Tanya Allin dengan senyuman tak berdosa.


"Apakah kau mengambil jurusan manajemen bisnis ? wah kebetulan sekali, sahabat ku juga mengambil jurusan yang sama. Jangan-jangan kita jodoh lagi." Ucap Allin percaya diri.


Allin melepaskan tangan Dillon dan menjulurkan tangan kanannya ingin bersalaman dengan pria tampan itu.


"Nama ku Allin !" Ucapnya mengulang perkenalan karena kemarin sewaktu ingin berkenalan pria Dea dan Gita menarik tubuhnya.


Dillon hanya menatap sinis kearah gadis cantik itu. "Hay Allin, aku Leo." Ucap Leo yang langsung meraih tangan Allin karena Dillon meninggalkannya begitu saja.


"Hay Leo !" Ucap Allin namun matanya tertuju kepada Dillon yang telah masuk kedalam ruangannya.


Leo mengernyitkan dahinya, dan melirikkan pandangnnya mengikuti arah pandang gadis cantik itu. "Oh, pria itu namanya Dillon ! Dan ini sahabat kami Mike !" Ucap Leo mempekenalkan temannya satu persatu.


"Emm ? Kalian bersahabat dengannya ? Baguslah kalau begitu !" Ucap Allin dengan senyuman mencurigakan.


"Hehe, Allin ! Udah sebaiknya kau dan Gita segera kembali keruangan kalian sebelum terlambat." Ucap Dea seraya mengedipkan sebelah matanya kearah Gita.


Gita yang faham maksud Dea untuk menghentikan ide liar Allin, langsung menarik tangan gadis itu menjauh dari tempat itu.


-


-


-


-


-


-


Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2