
Rasya telah berada didalam gedung itu, ia berdiri disamping tangga tangga tempat duduk penonton.
"Rasya !" Tiara melambai lambaikan tangannya, memanggil Rasya.
Rasya segera berjalan mendekat kearah sahabatnya itu, dengan senyum sumringah. Dina meminta Galih agar memberikan bangkunya untuk Rasya.
Galih mengusap pucuk kepala Dina, dan segera turun kelapangan, untuk segera bersiap mengikuti pertandingan basket.
Rasya duduk dibagian pinggir, tepat disebelah Dina. "Bagaimana wawancara mu Rasya ?" Tanya Dina.
Rasya membalasnya dengan anggukkan. "Kurang lebih berjalan lancar." Ucapnya seraya mengatur nafasnya.
"Rasya kau lihat itu." Bisik Tiara seraya menunjuk kearah seberang tempat duduk Rasya, membuat Rasya mengalihkan pandangannya mengikuti petunjuk dari Tiara.
"Karin." Batin Rasya, dan segera mengalihkan fokusnya kearah sahabatnya.
"Si ratu kecantikan ada disini." Ucap Tiara lagi.
"Untuk apa dia berada disini ? dia bukan anak Kimia bukan juga anak Informatika." Ucap
Lana bingung.
"Aku rasa dia ingin mencari cari kesempatan untuk bertemu sang idola kampus." Ucap Dina.
"
"Deg"
Pandangan Ardhian dan Rasya bertabrakan selama beberapa detik, sebelum Rasya panik dan menutupi wajahnya dengan plastik cemilan yang tengah diegang Dina.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian dua orang pria datang menghampiri Ardhian. Ya ! mereka adalah Pandu dan Rayyan, yang berhasil mengusir para suporter itu menjauhi sang idola kampus.
"Mana wanita yang bersama mu ?" Ucap Rayyan menggoda sahabatnya itu.
"Dia sudah kabur terlebih dahulu, karena takut dengan kalian." Ucap Ardhian dengan senyum tipisnya, dan segera berjalan kearah ruang ganti.
"Ckh ! Aku rasa dia tidak nyaman berada didekat mu Ar, dan lebih memilih menghindar dari mu." Goda Rayyan lagi, dibantu dengan anggukkan dan tawa renyah dari Pandu.
"Apakah kau yakin bisa mengikuti pertandingan hari ini ?" Tanya Pandu dengan nada khawatir.
"Emmm" Ardhian menganggukkan kepalanya. "Berisaplah ! Kita akan memenangkan pertandingan hari ini." Ucap Ardhian seraya meninju pelan bahu Pandu.
*****
Rasya duduk kembali dibangkunya seraya menguk minuman yang ada ditangannya dengan rakus. Ia terlihat seperti ikan yang membutuhkan air untuk bertahan hidup.
"Kau lihat ? Sang idola kampus melihat kearah sini sambil tersenyum ? Tapi untuk siapa senyuman itu ?" Ucap Lana histeris.
"Ahhhh, Tentu tidak mungkin !" Ucap Dina dan Lana kompak.
"Lalu untuk siapa ?" Tanya Tiara lagi.
"Kheh, Hanya ada satu kemungkinan." Ucap Rasya dengen cengirannya, membuat tiga manusia itu menatap kearahnya. "Senior tersenyum kearah ku !" Ucap Rasya dengan melebarkan senyumannya.
Ketiga gadis itu saling menatap. "Hahahahhahaha" Mereka dengan kompak menertawakan Rasya, membuat gadis itu memanyunkan bibirnya.
"Kau tau Rasya ! Kau sudah dicoret dari daftar calon kekasih sang idola kampus." Ucap Dina.
"Maksudnya ?" Ucap Rasya seraya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ya ! Kau sudah berulang kali memiliki kesempatan untuk bersama dengannya, namun ia tetap tidak melihatmu sama sekali." Ucap Tiara seraya mengatur nafasnya karena lelah menertawakan gadis itu.
"Ckh ! Lihat saja nanti !" Gumam Rasya kesal.
*****
Sorak sorakan kembali memenuhi isi gedunh itu, ketika para lelaki tampan yang berasal dari teknik informatika memasuki lapangan itu, dengan baju basket tak berlengan berwarna putih.
Semua penonton terpana melihat sang idola kampus berada diantara pria pria itu. Ia terlihat kontras diantara mereka dengan ketampanan dan kesempurnaannya, membuat hati para wanita itu meleleh.
Pertandingan basket telah dimulai, dengan sigap Ardhian mulai bergerak untuk merebut dn menggiring bola basket itu, saring mengopor bola dengan tim nya, hingga mereka berhasil mencetak poin.
Rasya dan teman temannya fokus menyaksikan pertandingan itu, seraya memakan cemilan yang dibeli oleh Ardhian tadi.
Setengah jam telah berlalu, pertandingan sesi pertama telah selesai. Tim informatika berhasil mengalahkan tim teknik kimia dengan poin yang sangat berbeda jauh.
Ardhian duduk dibangkunya bersama teman teman satu timnya, mereka mendiskusikan strategi yang akan mereka gunakan ada babak selanjutnya
Ardhian menjelaskan bebera trikc dan stragi untuk timnya, Rayyan diutus untuk menggantikan posisi Ardhian, karena pria itu memutuskan untuk bermain satu babak saja.
γ
γ
***Hallo Readers***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
__ADS_1
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€