
POV ARDHIAN
Sejak aku melihatnya, entah mengapa pikiran ku selalu mengarah pada gadis itu. Aku baru pertamakali bertemu dengannya, permainannya memang luar biasa, ia sangat berani untuk mengalahkan lawan-lawannya, hal itu bahkan sangat berkebalikan dengan dirinya yang terlihat cantik dan anggun. Aku merasakan ada yang salah dengan diriku.
Aku masih mengingat username nya, dan memutuskan untuk menghubunginya. Entah mengapa sepertinya takdir memang berpihak kepada ku. Aku menemukannya disaat yang tepat, Gadis itu tengah berada ditengah-tengah perayaan, menyaksikan mantan kekasihnya mengikat janji dengan wanita lain. Ia terlihat biasa saja, bahkan tak memperdulikan ucapan-ucapan para pemain lain yang menghinanya. Aku memberanikan diriku untuk mengirmkan pesan kepadanya. "RC.Willand...?" Itu lah kata-kata pertama yang berhasil ku kirimkan. Tak perlu waktu yang lama,
ia langsung membalas pesan ku. "Iyaa ?" Bunyi balasan pesan itu.
Seketika aku langsung menyungginkan bibirku, memncarkan senyuman bahagia, ketika aku mengetahui jika gadis itu membalas pesanku. Jantungku berdegup dengan kencangnya, tak ingin membuang waktu aku langsung membalas pesan itu secara sepontan. "Maukah Kau menjadi pasangan ku...?" Tanyaku padanya.
Oh Tuhan ! Sepertinya aku terlalu terburu-buru, apa yang telah kukatakan ? Bagaimana jika ia salah faham kepadaku. Aku pun langsung mengirimkan pesan kembali dengan rasa khawatir. "Bukankah minggu depan sudah mulai perlombaan untuk musim ke-tiga...? Aku ingin kau menjadi pasangan ku untuk memenangkan perlombaan itu Willend...!" Bunyi pesan yang kembali kukirimkan. Aku benar-benar mengutuk keberanianku ini, tak biasanya aku seperti ini, kemana Ardhian yang selama ini bersikap dingin, kenapa kau terlalu terburu-buru dengannya Ardhian ! Gumamku didalam hati.
Setelah beberapa saat, pesan balasan telah masuk kedalam akun ku. sesuatu yang kuharap-harapkan pun terjadi, gadis itu telah setuju untuk menjadi pasangan ku didalam game. Aku sangat bahagia kali ini, dan memutuskan untuk menyiapkan segala sesuatunya secara matang. Aku akan memberikan perayaan yang terbaik untuknya, dan aku telah memutuskan untuk mengadakan perayaan itu pada hari rabu, gadis itu pun menyepakatinya.
"Cekleek." Suara pintu terbuka, aku segera melihat kearah pintu, terlihat ketiga sahabatku telah pulang dari kampus. "Kau disini Ardhian...?" Tanya Rayyan.
Saat ini aku sedang berada didalam sebuah kamar yang terdapat diasrama kampusku. Kamar ini merupakan kamar kami berempat, dan ditempat inilah awal pertemuan kami, terkecuali aku dengan Rayyan, karena kami berdua adalah saudara sepupu. Aku memang jarang tinggal ditempat ini, karena mereka bertiga yang terlalu berisik dan aku membutuhkan privasi untuk menyelesaikan project-project ku. Maka dari itu aku memutuskan untuk tinggal dirumah pemberian orang tuaku yang berada tak jauh dari kampus ini.
"Aku sengaja menunggu kalian disini, dan ingin memastikan keadaan kamar ini. ternyata kalian tidak berubah." Jawabku menggoda mereka.
"Kau memang bukan pria yang normal Ardhian. Dimana-mana kamar pria itu seperti ini, ini merupakan sebuah seni." Ucap Arjuna yang membanggakan kamar yang berantakan itu, lebih tepatnya itu tak terlihat seperti kamar melainkan tampak seperti gudang yang dipenuhi oleh pakaian kotor dan barang-barang yang berserakan.
"Sudahlah berhenti menggerutu Ardhian, kau tau hari ini sepertinya merupakan hari keberuntungan kita. Tadi aku bertemu dengan putri kampus ini, dia bilang laptopnya sedang bermasalah, dan meminta kita untuk pergi keasramanya untuk memperbaikinya." Ucap Pandu sambil tertawa bangga.
"Putri kecantikan dikampus...?" Tanya Arjuna.
"Maksudmu Karina...?" Ucap Rayyan yang dibalas anggukan oleh Pandu.
"Hmmm. Aku tak yakin jika putri kampus itu benar-benar menginginkan kita untuk memperbaiki laptopnya, pasti yang diinginkannya adalah Ardhian...!" Jawab Arjuna
"Huuuufht. Itu sudah jelas Arjuna, putri kampus itu aku ikhlaskan untuk Ardhian, namun kita bisa mendekati teman-teman asramanya bukan...?" Ucap Pandu seraya mengedipkan matanya ke-arah Arjuna.
"Hmmm. Aku rasa, aku tak pantas untuk pergi ke-asrama perempuan lain. Karena aku telah memeliki seorang kekasih." Jawabku ! Mereka bertiga langsung menertawaiku, dan tak percaya dengan apa yang aku ucapkan.
"Hahahaha, Kau serius Ardhian...?" Ucap Rayyan meremehkan ku.
"Hmmm. Aku serius, aku tak akan mendekati wanita lain lagi, putri kampus itu aku serahkan untuk kalian." Ucap ku.
" Wanita mana yang berhasil meluluhkan es balok ini...! Aku sangat penasaran." Ucap Arjuna.
"RC.Willend...! Apakah kalian pernah mendengarnya...?" Tanya ku.
Mereka bertiga mulai mencerna ucapanku, mencoba mengingat-ingat nama siapa itu. "Oh Tuhan...! Maksudmu RC.Willen satu-satunya pemain wanita yang menduduki peringkat Top ten di game...?" Teriakan Pandu memecahkan gendang telingaku.
"Hmm. Tebakan mu cukup tepat Pandu." Jawab ku sambil mengacungkan jempol kepadanya.
"Kau benar-benar serius dengan ucapanmu...?" Tanya Rayyan yang masih tak percaya, Rayyan sangat mengetahui bagaimana kepribadian Ardhian, sejak kecil Ardhian hanya fokus untuk belajar, dan tak pernah memperdulikan wanita manapun. Tapi sekarang...! Sungguh kemajuan yang luar biasa, ia mendengar Ardhian mengucapkan nama seorang wanita, walaupun wanita itu berada didalam sebuah game. Ini benar-benar luar biasa.
__ADS_1
"Aku serius, Rabu jam 19:00 WIb aku akan mengikat janji dengannya di game, dan akan melangsungkan perayaan. Kalian harus membantuku untuk menyiapkan semuanya." Jawabku tegas.
"Rabu...? Bukan Rabu kita ada sebuah acara pertemuan yang akan dihadiri oleh beberapa perusahaan...?" Tanya Arjuna.
"Aku tahu itu, maka dari itu kita akan mengadakannya setelah pulang dari pertemuan itu." Jawab ku. dan mereka bertiga setuju akan hal itu.
✨✨✨
Rabu yang dinanti-nanti pun telah tiba. Pagi itu Ardhian dan ketiga sahabatnya telah bersiap untuk menghadiri acara tersebut. Mereka terlihat tampan dengan mengenakan setelan kemeja yang dipadu dengan baju jas dan celana bahan yang sesuai dengan selera mereka masing-masing. Ke-empat pria muda itu akan membuat siapapun yang melihat mereka akan terpana.
Mereka telah duduk didalam suatu ruangan, banyak perusahaan-perusahan besar yang berasal dari dalam dan luar negeri turut serta dalam acar itu. Satu persatu perusahaan maju kedepan untuk mempresentasikan perusahaan mereka masing-masing, mereka semua saling berlomba-lomba untuk menarik perhatian dari perusahan lainnya.
Sekarang tiba giliran Ardhian yang maju kedepan untuk memperkenalkan perusahaannya dihadapan semua orang yang ada didalam ruangan itu. Ardhian telah mendirikan suatu perusahaan dibidang teknologi yang sekarang sedang fokus untuk mengembangkan beberapa software dan juga aplikasi game online. Semua mata terpana ketika menyaksikan Ardhian memaparkan satu persatu tentang perusahaannya. Banyak perusahaan yang tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaan Ardhian.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore, Ardhian dan ketiga sahabatnya sangat puas dengan hasil hari ini, karena mereka berhasil menarik perhatian perusahaan lain. Mereka berempat memang anak-anak muda yang sangat berbakat, bahkan di usia mereka yang saat ini menginjak 21 tahun, dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Mereka berempat telah berhasil membangun sebuah perusahaan sendiri, yang diberi nama "Dikta Teknologi".
Banyak perwakilan dari perusahaan lain yang mulai mendekati Ardhian dan memberikan kartu nama mereka, untuk membuka peluang agar bisa menjalin kerjasama. Ardhian pun menyambutnya dengan senyuman ramah dan tak menyia-nyiakan kesempatan itu. yang terakhir menemui mereka adalah pak "Handoko", ia merupakan
perwakilan dari perusahaan "Raharja Cooperation". Pak Handoko memberikan kartu namanya kepada Ardhian, dan mengundang Ardhian untuk datang keperusahaan Raharja Cooperation. Ardhian pun menyetujuinya, dan memutuskan untuk segera mengatur jadwal pertemuan itu.
Setelah Pak Handoko pergi meninggalkan Ardhian, Ketiga sahabtnya langsung menghampiri Ardhian dan mengucapkan kata selamat. Mereka sangat senang dengan hasil hari ini, akhirnya usaha mereka berempat tak terbuang sia-sia. "Kita harus merayakan hal ini Ardhian, dan kau harus memberikan imbalan atas usaha kami yang selalu mendukungmu." Ucap Arjuna.
"Hmmm. Terimakasih atas bantuan kalian, kita masih punya waktu selama dua jam untuk merayakannya, sebelum kita mengadakan upacara pernikahanku di game." Ucap Ardhian.
"Hmmm. Sepertinya hari ini memang hari keberuntungan, selain kita berhasil menarik perhatian dari perusahaan-perusahaan itu, kita juga akan menyaksikan sang es balok mengikat janji dengan seorang wanita, ya walaupun hanya didalam game. Setidaknya itu merupakan suatu kemajuan yang luar biasa untuk kita. Siapa tau ini merupakan awal untuk menghapuskan kata jomblo bagi kita berempat." Ucap Rayyan sambil tersenyum lebar.
✨✨✨
Menjelang pukul 19:00 WIB login ke-dalam game tersebut. Ardhian mengirimkan pesan kepada Rasya. "Willend...?" Bunyi pesan itu. Rasya pun segera membalasnya. "Kau sudah lama menunggu master...? Maaf aku sedikit terlambat !" Bunyi pesan balasan dari Rasya.
"Kau tidak terlambat Willend. Aku juga baru login. Mari pergi ke Bukit cinta mereka telah menunggu kita disana." Balas Pradiktan_AT. Merekapun segera mengarahkan kursor ke-arah peta game dan pergi menuju Bukit cinta untuk mengikat janji.
Rasya merasa terkejut kala melihat banyak akun yang telah menunggunya di tempat itu, bahkan para pemain teratas juga telah menunggunya. Hal ini sungguh tak sesuai dengan ekspektasinya, ia sempat berfikir jika perjanjian ini hanya akan dihadiri oleh mereka berdua saja, tapi ternyata tidak. Pradiktan_AT telah mengundang semua teman-temannya untuk menyaksikan kebahagian itu.
"Kau yang menyiapkan semua ini...?" Tanya Rasya Kepada Pradiktan_AT.
"Hmmm. Apakah kau tak menyukainya sayang...?" Balas Pradiktan_AT. Rasya yang membaca pesan tersebut pun langsung salah tingkah. Jantungnya kembali berdetak dengan kencang, ia merasakan ada sesuatu yang lain didalam dirinya. "Aku menyukainya master. Tapi aku benar-benar tak menyangka melihatnya, Aku belum mengenal mereka." Balas Rasya.
"Selamat datang kakak ipar !" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh username yang bernama Arjuna. Pesan itu dikirim Arjuna sebagai percakapan umum dan menggunakan pesan suara, jadi semua orang yang menghadiri perayaan itu bisa membacanya. Pipi Rasya bersemu mereah begitu membaca pesan tersebut. "Kakak ipar...?" Balas Rasya. Yang disambut gelak tawa dari para pemain game lainnya yang ada disitu.
"Kau belum mengenalkan kami dengannya Diktan...?" Tanya akun dengan username Rey_K. "Jangan menakutinya\, aku takut ia akan lari dari pernikahan ini." Jawab Pradiktan_AT yang langsung disambut gelak tawa oleh mereka.
"Willend\, mereka bertiga adalah saudara-saudaraku\, Arjuna_k\, Aksara_P\, dan yang terakhir adalah Arjuna." Kata Pradiktan_AT yang memperkenalkan ketiga orang itu dengan Rasya. "Hmmm. Salam kenal\, aku Willend !" Ucap Rasya.
"Hmmm. Kami sudah tau itu kakak ipar. Kau cukup terkenal diserver ini, dan pria ini selalu membangga-banggakan mu dihadapan kami." Jawab Arjuna seraya menyindir Pradiktan_AT. Rasya pun terkejut mendengarnya,
sepertinya Pradiktan_AT memang bukanlah orang yang sembarangan, ia bersama teman-temannya selalu berhasil untuk membuat Rasya malu dan salah tingkah.
__ADS_1
"Sudahlah, ku bilang berhenti untuk menakutinya Juna...! Atau kau mau jika aku tak memberikan hadiah pernikahan ini untukmu...!" Balas Pradiktan_AT mengancam Arjuna. "Hmmm. Baiklah aku akan berhenti menggoda istrimu
itu, tapi kau harus berjanjiuntuk memberikan hadiah yang menarik untukku." Balas Arjuna.
"Hadiaah...? Oh tidak aku melupakannya, Master telah mengundang banyak orang untuk menghadiri perayaan ini, tapi aku belum sempat untuk mempersiapkan hadiah untuknya." Batin Rasya.
"Sepertinya sudah waktunya\, mari kita lanjutkan acara ini." Ucap Aksa_R. Merekapun segera mengucapkan janji untuk menjadi pasangan didalam game\, acara itu telah berlangsung dengan sempurna\, Pradiktan_AT memberikan hadiah pernikahan berupa pedang biru yang terbuat dari berlian untuk Rasya. "Kau sungguh memberikan ini untukku master...? ini terlalu mewah master\, aku tak bisa menerimanya." Ucap Rasya.
"Ini adalah hadiah pernikahan dari ku untukmu. Kau tak boleh menolaknya Willend. Simpan pedang ini dan gunakan disaat kita menyelesaikan misi istriku." Jawab Pradiktan_AT. Pipi Rasya langsung bersemu merah. "Hmmm. Pria ini selalu berhasil membuatku merasa malu." Batin Rasya. "Baiklah aku akan menyimpannya master, dan maaf aku belum bisa memberikan hadiah untukmu, tapi aku akan berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik dalam menyelesaikan misi-misi bersama mu master." Jawab Rasya malu-malu, dan mulai mengutuk dirinya sendiri karena telah mengucapkan kata-kata itu.
"Hmmm. Aku harap nanti kau akan memberikan hadiah terbaikmu itu untukku Willend." Ucap Pradiktan_AT menggoda Rasya. "Sudahlah jangan memamerkan kemesraanmu itu dihadapan para jomblo ini master Kau membuat ku iri. Lebih baik kita lanjutkan perayaan ini." Ucap Arjuna yang disambut gelak tawa oleh para pemain lainnya.
Sekarang adalah waktunya untuk merayakan pernikahan itu. Rasya duduk didalam kereta kuda
bersama dengan Pradiktan_AT, dengan didampingi oleh teman-temanya dan semua akun yang diundang oleh mereka. Pesta perayaan itu terlihat sangat mewah, mereka diarak untuk berkeliling server, banyak pemain lain yang turut menyaksikan perayaan itu.
"Waahhhh...! Perayaan ini lebih megah dibandingkan dengan perayaan yang diadakan oleh Acxelliglenard
dengan Penyihir_cantik kemarin. Ku rasa orang yang mengadakan perayaan ini
bukanlah orang yang sembarangan, ia pasti sangat kaya sehingga bisa membuat
perayaan semewah ini." Ucapan yang keluar dari salah satu pemain
yangmenyaksikan perayaan itu dan disambut oleh para pemain lainnya yang ikut
mengagumi perayaan itu.
"Apakah aku tidak salah lihat...?"
"Itu adalah RC.Willend dan Pradiktan_AT bukan...? "
"Mereka benar-benar telah mengikat janji untuk menjadi pasangan...?"
"Bukankah RC.Willend baru ditinggal oleh Acxelliglenard...?"
"Aku juga pernah melihat Pradiktan_AT merburu monster bersama Penyihir_cantik?"
"Oh tidak sepertinya dua orang yang saling patah hati telah memutuskan untuk bersatu!"
"RC.Willend merupakan perempuan jadi-jadian, ia tak pantas dibanding-bandingkan dengan Penyihir_cantik."
Seperti itulah desas desus yang terus bermunculan didalam server itu\, semua orang tengah membicarakan Rasya dan Pradiktan_AT. bahkan ada juga yang menjelek-jelekan Rasya dan mencoba untuk menghasut Pradiktan_AT. Tapi itu semua dibantah oleh Arjuna dan teman-temannya. "Kalian benar kakak ipar kami memang tidak pantas untuk dibandingkan dengan Penyihir_cantik itu\, karena kakak ipar kami jauh lebih baik darinya. jika kalian tidak percaya mari kita duel...! Kalian tidak berani kan..! Hmmmm dasar pengecut...!" Ucap Rey_K dan teman-temannya. Hingga tak ada lagi yang berani membicarakan mereka.
Rasya yang penasaran dengan ucapan para pemain itu pun menanyakan hal yang menjanggal dibenaknya tersebut kepada Pradiktan_AT. "Apakah kau benar-benar memiliki hubungan dengan Penyihir_cantik sebelum ini...?" Tanya Rasya.
"Hmmm ! Bukan hubungan yang seperti kau bayangkan Willend, Kami sempat berburu monster sekali dengannya, itu juga karena Arjuna yang mengajaknya. Tenanglah ! Hanya kau satu-satunya yang berhasil mengikat janji dengan ku sayang." Ucap Pradiktan_AT menggoda Rasya. "Hmmm Pria ini ! Benar-benar pandai membuatku jatuh hati kepadanya." Batin Rasya.
__ADS_1