
🌟🌟🌟
TRIIIIIING !
Handphone Rasya berdering pertanda notifikasi pesan masuk. Rasya segera mengambil handphone miliknya, dan menggeser layarnya keatas. Ia menatap tajam kearah layar handphone itu.
"Malam ! Ini aku Ardhian !" Bunyi pesan masuk itu.
Rasya benar - benar kaget membaca pesan itu, ia masih tak menyangka bahwa pesan tersebut berasal dari sang idola. Seketika bibirnya melengkung keatas, membentuk pola senyuman yang indah, ia masih terbayang - bayang akan pertemuannya dengan Ardhian tadi. "Huuush tidak Rasya ! kau tidak boleh berpikir yang tidak - tidak." Batin Rasya.
Tak berselang lama, Handphone Rasya kembali berdering, ia kembali menatap layar handphone nya, ternyata pesan masuk itu berisi tentang jadwal kosong Ardhian dan teman-temannya. Rasya kembali teringat dengan ucapan Dina tadi, ia pun memutuskan untuk menanyakannya langsung pada Ardhian.
"Senior, ada berapa orang yang bergabung dalam tim kita untuk mengikuti olimpiade itu ?" Tanya Rasya.
"Lima orang ! Kau, Aku, dan ada tiga orang lagi. Besok aku akan mengenalkanmereka kepadamu." Bunyi pesan balasan dari Ardhian.
DEG !
Jantung Rasya berdetak, ia sangat gugup saat ini, rasanya ia sangat sulit untuk bernafas, ketika ia membayangkan akan sering bertemu dengan sang idola kampus itu. "Huuush Tidak Rasya, Kau harus fokus !" Batin Rasya.
Setelah mengirimkan dan mencocokkan jadwalnya dengan Ardhian, Rasya memutuskan login kedalam game untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
"Master !" Rasya mengirimkan pesan kepada Pradiktan_AT.
"Hmm Kau login Willend ?" Balas Pradiktan_AT.
__ADS_1
"Apakah kau sedang sibuk master ?" Tanya Rasya.
"Ada apa Willend ?" Jawab Pradiktan_AT.
"Mengenai kompetisi diserver, apakah kau telah mendaftarkannya ?" Tanya Rasya.
"Hmm, Aku sudah mendaftarkannya, dan mengatur jadwal pertandingan itu menjadi minggu sore. Kau bisa kan?" Tanya Pradiktan_AT.
"Minggu sore ?" Batin Rasya. Rasya segera mengecheck jadwal belajarnya bersama Ardhian. Ternyata minggu sore jadwal Rasya memang kosong. Jadi dia tetap bisa mengikuti pertandingan tersebut.
"Hmm Aku setuju!" Ucap Rasya.
"Baguslah jika kau setuju dengan hal itu. Tidurlah Willend, ini sudah larut malam. Kau memerlukan banyak stamina untuk belajar." Ucap Pradiktan_AT.
"Bagiamana master tau jika aku harus banyak belajar mulai dari sekarang ?" Batin Rasya. "Hmm mungkin yang dimaksud master adalah berlatih untuk turnamen digame." pikir Rasya kembali.
"Rasya apa yang telah kau lakukan ? kenapa kau bisa bersikap seperti ini kepadanya ?" Batin Rasya, menyesali perbuatannya. "Master memang selalu mempunyai cara untuk membuatku tunduk padanya. Untunglah aku tidak bertemu dengan mu didunia nyata, jika tidak, aku yakin jantung ku akan segera berhenti berfungsi karena telah terlalu sering berdetak dengan kencang." Pikir Rasya yang merasa malu.
"Apakah kau mengkhawatirkan ku Willend ?" Ucap Pradiktan_AT seraya tersenyum.
"Hufht !" Nafas Rasya tercekat.
"Hmm Kau berlebihan master, aku hanya takut jika kau sakit kitaakan gagal mengikuti turnamen itu." Elak Rasya.
"Untungnya otak ku masih berfungsi dengan baik, jika tidak aku pasti telah mati berdiri dihadapan laptop ini." Batin Rasya. Rasya segera logout dari game itu. Ia masih melamun dikursi goyangnya, seraya tersenyum mengutuk kebodohannya.
__ADS_1
"Hey ! Apa yang kau lakukan malam - malam begini Rasya ? Aku sangat takut melihat mu tersenyum sendirian." Ucap Tiara.
"Kau benar Tiara ! Aku merasakan ada yang aneh dengan rasya akhir - akhir ini. Ku rasa kita harus segera membawanya kerumah sakit. Jika tidak ingin penyakitnya itu semakin parah." Timpal Dina. Sedangkan Lana hanya bisa mengamati rasya dengan tatapan aneh.
"Hey ! Kau pikir aku sudah tidak waras lagi Dina ?" Tanya Rasya.
"Hehehe Bukan aku yang mengatakannya. tapi tingkah lakumu akhir - akhir inilah yang memperlihatkannya." Ucap Dina sambil menatap geli kearah Rasya.
"Hmmm Sudahlah tubuhku lelah ! Aku akan tidur terlebih dahulu." Ucap Rasya seraya berlalu menuju kamar mandi untuk menyikat gigi dan membersihkan wajahnya. Rasya memang gadis yang sangat rajin merawat kecantikan alaminya.
Dina dan Tiara saling bertatap - tatapan, selanjutnya pandangan mereka beralih menatap jam, dan kembali saling menatap lagi setelahnya. "Ini bukan jam tidur mu Rasya !" Ucap Tiara dan Dina secara bersamaan. Lana yang mendengar ucapan Tiara dan Dina, ikut - ikutan melihat jam dinding dikamar itu.
"Hmmm aku harus bangun pagi besok !" Ucap Rasya dari dalam kamar mandi.
"Hmm baiklah terserah kau saja nona !" Ucap Tiara.
🌟🌟🌟
Keesokan pagi nya, Rasya telah siap dengan pakaian kampusnya. Ia akan segera bersiap untuk berangkat keperpustakaan sesuai dengan janjinya pada Ardhian, mereka akan berjumpa diperpustakaan untuk mendiskusikan segala hal mengenai olimpiade itu.
"Kau mau kemana sepagi ini Rasya ? Bukan kah jam kuliah kita dimulai dari jam 10:00 WIB hari ini ?" Tanya Dina yang baru bangun dari tidurnya.
"Hmm Aku harus keperpustakaan pagi ini, mencari bahan jurnal profesor Albert." Jawab Rasya.
"Kau terlalu rajin Sya !" Ucap Dina, dan Rasya hanya membalasnya dengan senyuman dan segera ergi meninggalkan asrama itu.
__ADS_1