Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 46


__ADS_3

Ardhian bangkit dari tempat duduknya, bergerak perlahan kearah bangku penonton, sehingga berhasil membuat para mahasiswa yang berada dideretan bngku penonton deg-degan.


Langkah demi langkah ia terus mendekat, kearah deretan mahasiswa yang duduk dibagian tengah.


Rasya menundukkan kepalanya, tak berani melihat kearah Ardhian yang tengah berjalan, berulang kali ia mencoba untuk menarik nafasnya, namun tetap saja kegelisahan yang datang melandanya, tak mampu ia tutupi lagi.


Karin yang tapat berada diseberang Rasya terlihat sangat antusias melihat Ardhian, ia meremas jari Siska yang duduk disampingnya, hingga membuat temannya itu kesakitan. Senyum keangkuhan mulai menyelimuti bibir tipis Karin, ia mengangkat wajahnya, bersiap untuk menyambut sang pujaan hati.


Akan tetapi sepersekian detik kemudian, mimpi Karin yang telah teramat tinggi, terbang melewati langit ketujuh tadi. Terbanting, jauh hingga kedasar jurang yang terdalam.


"Deg !"


Ardhian berjongkok disamping Rasya, meletakkan sebelah tangannya pada pinggiran bangku yang diduduki gadis itu dan tersenyum ke arahnya, membuat Rasya tersentak dan menutup mulutnya, ia menatap tak percaya dan masih mengira ini semua adalah mimpi dan tak percaya akan kenyataan ini, demikian juga dengan ketiga sahabatnya dan para nahasiswa lainnya yang berada didalam gedung itu.


"Rasya apakah besok kau akan keruang penelitian ?" Tanya Ardhian pada Rasya.


Rasya terlihat gugup mendengarnya. "Emm, aku besok harus keperpustakaan terlebih dahulu, untuk mencari jurnal lanjutan." Ucapnya sopan.


"Emm baiklah ! Aku akan menemui mu diperpustakaan besok." Ucap Ardhian dengan senyumannya.


γ€€


Gosip yang terus diucapkan oleh para mahasiswa yang duduk dibelakang Karin, semakin membuat gadis itu murka. Ia menggerutuki giginya, kesal dengan semua kejadian ini.


"Ini semua salah mu Siska, jika saja kau tak mengajak ku menonton pertandingan ini, aku pasti tidak akan dipermalukan seperti ini. Kau lihat semua mata mereka menatap rendah kearah ku." Ucap Karin kepada temannya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu jika merek dekat, siapa yang dapat mengira jika perempuan rubah itu akan bergerak cepat untuk mendapatkan Ardhian. Lalu apa keinginanmu sekarang Karin ? Apakah kita harus meninggalkan gedung ini sekarang juga ?" Ucap Siska.


"Bodoh ! Jika aku pergi sekarang, semua orang akan semakin memandng rendah kearahku. Tutup mulutmu Siska, dan pikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya." Gertak Karin.


"Kita ketinggalan lima poin." Ucap Rasya pelan.


"Emm, tenanglah ! Setelah fokus mereka kembali kelapangan, mereka pasti akan mengembalikan skor kemenangan." Ucap Ardhian ada Rasya.


Rasya menganggukkan kepalanya, dan kembali fokus kearah lapangan menyaksikan permainan itu lagi.


"Apakah kau tau jika Aksa_R dan Rey_K ada dilapangan itu ?" Tanya Ardhian.


Rasya menatap kearah Ardhian, "Apakah mungkin jika mereka berdua adalah kak Pandu dan kak Rey ?" Tanya Rasya.


"Emm, kau benar !" Ucap Ardhian.


"Yes ! Kita berhasil memenangkan pertandingan ini lagi." Pekik Tiara.


Rasya tersenyum kearah Tiara, dan kembali menatap ke Ardhian. "Tunggu ! Aku sampai lupa mengenalkab mereka dengan senior." Batin Rasya.


"Kak kenalin mereka bertiga adalah teman sekamar ku. Ada Dina, Tiara, dan Lana." Ucap Rasya memperkenalkan satu persatu temannya.


"Hay !" Ucap Ardhian seraya melambaikan tangannya kearah tiga gadis itu. Membuat mereka bertiga yang melihatnya, merasa canggung, dan tak berani menjawab ucapan Ardhian.


"Hmm sepertinya aku bisa membuat perbandingan, aku jauh lebih tenang menghadapi senior dibandingkan mereka." Batin Rasya, hingga membuat bibirnya kembali melengkung.

__ADS_1


"Ayo turun kebawah, kita jumpai Pandu dan Rayyan." Ajak Ardhian kepada Rasya.


"Emm" Rasya mengangguk. "Tunggu aku disini." Bisiknya kepada, Dina, Tiara, dan Lana.


Rasya berjalan disamping Ardhian, melangkah mendekat kearah Rayyan dan teman temannya.


"Wih, Mimpi apa aku semalam, melihat sang idola kampus berjalan mendekat kearah junior kesayangan kita." Rayyan menggoda Ardhian dan Rasya.


"Hallo senior ! Aku Rasya !" Ucap gadis itu sopan.


γ€€


"Jam delapan, jika tidak perpustakaan akan sangat ramai dan tidak ada lagi tempat duduk yang kosong." Jawab Rasya.


"Emmm, baiklah ! Tolong sisakan satu kursi kosong untukku." Ucap Ardhian.


Rasya mengangguk pelan dan melepaskan tangannya dari genggaman Ardhian, ia melangkahkan kakinya dengan cepat kearah teman temannya.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..

__ADS_1


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2