Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 33


__ADS_3

"Aku apa Rasya ! Mengapa kau menjawabnya terbata bata seperti itu. Jangan membuatku penasaran Rasya !" Ucap Tiara seraya memegang pundak Rasya.


Rasya menatap mata Tiara dengan tatapan yang sulit diartikan, dan membuat Tiarasemakin membulatkan matanya karena jantungnya semakin menggebu gebu, rasa penasaran telah menguasai hati dan pikirannya. Bersiap untuk mendengarkan jawaban yang akan membuat kakinya melemas.


Rasya menelan salivanya, seolah ia tengah tercekat dan sulit untuk mengatakan semuanya. "Aku !" Gumam Rasya, dan diikuti tatapan yang semakin dalam dari Tiara. "CKH ! Aku bukan asisten pribadinya nona ! Jadi aku tidak tau soal kehidupan sang idola kampus itu." Ucap Rasya seraya menggeser tangan Tiara dan membalikkan badannya menghadap meja belajar.


"Huuuuuh !" Tiara menghembuskan nafas panjangnya. "Kau hampir membuat jantung ku berhenti berfungsi lagi Rasya ! Ternyata kau hanya mempermainkan ku." Gumam Tiara seraya mencoba untuk menguatkan tubuhnya yang tadi melemas.


"Ckh, Salah mu sendiri nona Tiara ! Kau menanyakan hal itu pada gadis tak berguna itu." Ucap Dina seraya melebarkan senyumannya.


"Berhenti mengataiku gadis tak berguna Dina ! Atau kau akan menyesal nantinya." Balas Rasya yang tengah fokus menghidupkan laptopnya.


"Kakak ipar ?" Ucap Arjuna.


"Emm ? Apa kau melihat master ?" Tanya Rasya.


"Hmmm, apa kau merindukannya ?" Balas Aksa_R seraya mengirimkan emoticon menggoda.


"Apa salah jika aku merindukannya ?" Balas Rasya yang kembali menggoda pria itu.


"Ckh ! Kalian memang pasangan yang serasi. Berhentilah bersikappamer kakak ipar." Balas Aksa_R.


"Hehehe, Sudahlah aku hanya bercanda. Ada hal yang harus kudiskusikan bersama master." Ucap Rasya.


"Emm apakah soal vidio itu ?" Tanya Rey_K.


"Hmmm !" Ucap Rasya.


"Wah apakah kau sudah memiliki ide." Tanya Arjuna.


"Hmm sepertinya, tapi aku harus mendiskusikannya dengan master terlebih dahulu." Balas Rasya.


"Pradiktan tengah ada urusan, mungkin dia akan terlambat online, bagaimana jika kita berburu monster terlebih dahulu sambil menunggu kedatangannya." Ucap Arjuna.


"Ide bagus ! Aku juga perlu menambah perlengkapanku !" Balas Rasya.


"Ckh ! Kau terlalu berkerja keras kakak ipar, bukankah kau merupakan kekasih seorang master." Ucap Aksa_R.


"Benar, Kau bisa meminta perlengkapan yang kau butuh kan darinya." Timpal Rey_K.

__ADS_1


"Aku tak ingin menyusahkannya, lagian bukankah mendapatkan sesuatu dengan kerja keras itu akan lebih berharga jika dibandingkan mendapatkannya dengan mudah ?" Balas gadis itu.


"Ckh tidak salah pria itu memilihmu sebagai patnernya, kau benar benar wanita yang hebat." Ucap Arjuna.


γ€€


"Ckh ! Apakah kau mencoba untuk mencerna ucapan Rey_K kakak ipar ?" Tanya Arjuna mencoba untuk menggoda Rasya.


"Hmm ? Tidak Arjuna, jaringan diasrama ku tiba tiba hilang tadi, dan sekarang sudah kembali normal." Jelas Rasya.


Ketiga pria itu tertawa mendengar ucapan Rasya, mereka sangat paham jika gadis itu sedang berkilah karena merasa malu.


"Mengapa kalian tertawa ?" Tanya Rasya.


"Ckh kau tidak mahir dalam kebongan kakak ipar. Aku tau master memang sangat mempesona, apalagi jika kau bertemu dengannya didunia nyata." Jawab Arjuna.


"Ekkehmmm !" Pradiktan_AT yang baru saja bergabung dengan mereka berdehem.


"Brother ?" Ucap Rey_K.


"Hmm, Apakah kalian diam diam sedang membicarakan ku ? Dan mencoba untuk menggoda istriku ?" Ucap Pradiktan_AT.


"Damn ! Aku sangat tidak suka berada diantara mereka." Ucap Aksa_R.


"Hmm bagaimana jika kita mulai merekam vidionya sekarang, lebih cepat lebih bagus bukan ?" Ucap Rey_K.


"Ckh ! Sepertinya kau lebih bersemangat dibandingkan mereka berdua Rey !" Ucap Aksa_R.


"Aku hanya ingin mendukung idenya kakak ipar, karena kau yakin mereka pasti akan menajdi pemenang dalam pertandingan musim ini." Balas Rey_K.


Merekapun memutuskan untuk menyiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk membuat sebuah vidio didalam game tersebut. Dan Pradiktan lah yang menjadi penanggung jawab semuanya, mereka berlima mulai merekam adegan adegan vidio yang telah mereka rancang, dan Pradiktan yang akan mengedit dan menyempurnakannya.


Setelah kurang lebih dua jam mereka membuat vidio tersebut, akhirnya tugas mereka selesai. Kini vidio itu tinggal menunggu hasil editan dari sang master. Dan mereka memutuskan untuk istirahat dan segera log out dari dalam game tersebut.


Rasya telah mempercayakan semuanya kepada sang kekasih, dan sudah tidak sabar untuk segera melihat hasilnya besok. Ia pun memutuskan untuk segera membereskan meja belajarnya.


"Kau sudah selesai Rasya ?" Tanya Dina yang barusaja masuk kedalam kamar mereka.


"Emm," gumam Rasya seraya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kau dari mana Dina ?" Tanya Tiara yang baru keluar dari kamar mandi.


Dina mengangkat tangannya, memperlihatkan sebuah paperbag yang sedang ia bawa. "Aku barusaja mengambil masker ini, apakah kalian mau mencobanya bersamaku ? Sudah lama kita tidak maskeran bersama." Ucap Dina.


"Ya ! Kita terlalu sibuk akhir akhir ini, dan sepertinya sekarang waktu yang tepat." Ucap Tiara dengan senyumnya yang mengembang.


Ketiga gadis itu duduk dimeja yang berada ditengah ruangan dengan berdampingan. Masing masing dari mereka bertiga telah menggenggam cermin kecil, dan mulai mengoleskan masker yang telah mereka siapkan kewajah mereka masing masing. Sebiah ide nakal muncul dikepala Tiara, tangannya mulai bergerak, mengoleskan masker kewajah Rasya dan Dina dengan menggunakan telapak tangannya, hingga membuat wajah kedua gadis itu berantakan.


"Tiara ! Kau ingin mengjakku perang !" Ucap Dina dnegan senyum tipisnya.


"Hmm apakah kalian bisa melawanku ?" Tanya Tiara dengan seringai nakalnya.


Dina menutup pintu kamar itu, kemudian berjalan perlahan mendekat kearah tiga wanita itu. "Hmmm, maafkan aku telah berbicara dengan nada keras pada kalian bertiga." Ucap Lana dengan menundukkan wajahnya.


Rasya, Dina, dan Tiara menatapnya dengan senyuman, mereka bertiga langsung bangkit dan memeluk Lana dengan erat. "Kau tidak perlu minta maaf Lana, kau tidak salah. Justru aku yang tidak memahami keadaanmu tadi." Jawab Rasya yang tengah berada didalam pelukan itu.


"Hmm, kami hanya ingin menolongmu Lana, jadi jangan sungkan sungkan untuk meminta bantuan kepada kami, demikian juga jika kau butuh waktu untuk sendirian, katakan saja, jadi kami akan mengerti, dan faham dengan kondisimu." Timpal Dina.


Mereka berempat berpelukan dengan hangatnya, didalam kamar itu. Hingga Tiara yang jahil, mulai mengerjai ketiga sahabtanya, tangannya yang masih berlumur masker, ia gunakan untuk mengusap usap wajah ketiga sahabatnya itu. Hingga peperangan kembali dilanjutkan, mereka saling menggencatkan senjata untuk kembali membalas perbuatan Tiara.


Suara riuh tawa mereka kembali terdengar dikamar itu, mereka terus berlari larian seperti anak kecil. Saling mengejar dan mencoret tubuh lawannya.


"Dor Dor Dor Dor." Suara pintu kamar mereka dipukul dengan keras, dan berhasil membuat mereka berempat terdiam.


γ€€


Penjaga asrama itu, mulai mengangkat wajahnya, dan menatap kearah pintu yang telah terbuka itu. "Aaaaaa Hantu !" Teriak wanita itu seraya berlari. ia terkejut menyaksikan empat orang sosok yang berwajah hitam berada dihadapannya.


Keempat gadis itu saling bertatapan, lalu mereka tertawa ketika melihat wajah mereka masing masing. "Hahaha Wajah mu seperti hantu tiara pantas saja sigendut itu lari ketakutan." Ucap Dina.


"Kau yang seperti hantu gosong Dina." Ucap Tiara seraya tertawa.


"Sudah sudah, jangan ribut lagi, sebaiknya kita segera membersihkan diri dan tidur. Karena memang sudah larut malam." Ucap Rasya serayamengunci pintu kamar itu.


***Hallo readers πŸ€—***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next timeπŸ€—πŸ€—


__ADS_2