
Sepasang manusia sedang duduk disebuah restoran tradisioanal yang tidak jauh dari kampus. Restoran itu terletak didekat komplek perumahan dosen, dan para pejabat kampus lainnya.
Pemandangan hijau yang menenangkan, tanpa adanya suara kegaduhan membuat semua orang yang berada ditempat itu merasa nyaman.
Tak berselang lama, datang seorang pelayan restoran yang sudah cukup tua, membawa semangkuk besar makanan kemeja mereka.
Nama pelayan itu adalah bibi Wu, wanita berdarah china yang sangat cantik, walaupun diumurnya yang sudah menjelang kepala lima.
Dengan senyuman khas yang merekah, bibi wu menggerakkan tangannya, sebagai lambang untuk mengucapkan "Silahkan menikmati !" Kepada Rasya dan Ardhian.
Ardhian menganggukkan kepalanya, seraya menggerakkan ibu jari kanannya dengan lembut. Rasya terus memperhtikan tingkah Ardhian dan mencoba untuk mengikutinya. Bibi Wu tersenyum melihatnya, dan ia segera kembali kebelakang, untuk mengambil menu lainnya.
Ardhian menuangkan sup kepala ikan yang telah dimasak bibi Wu kedalam mangkuk kecil yang ada dihadapannya.
"Bibi Wu, tidak bisa berbicara. Dia hanya menggunakan bahasa isyarat. Tapi kau tidak usah ragu, makanan yang ia masak sangat lezat dan sempurna." Ucap Ardhian seraya memberikan mangkuk yang telah ia isi kepada Rasya.
Rasya menganggukkan kepalanya, dan menerima pemberian Ardhian. Setelahnya Ardhian memint mangkuk kosong yang ada dihadapan Rasya.
"Sup kepala ikan ?" Ucap Rasya senang.
"Emmmm" Ardhian mengnggukkan kepalanya. "Orang tua ku memesankan sup kepala ikan selama sebulan untuk memulihkan kepala ku."
γ
__ADS_1
"Apakah kau ingin ikut melihat pertandingan basket sore ini ?" Tanya Ardhian keada Rasya dan dibalas anggukkan oleh gadis itu.
"Aku akan membawanya kesana." Ucap Ardhian lagi pada handphonenya, dan segera menutup panggillannya.
"Emm, sepertinya itu suara senior Rayya, dan Pandu." Batin Rasya.
*****
Rasya keluar dari restoran tradisional milik bibi Wu, ia melihat tanaman tanaman bunga yang ditanam didedap resto itu seraya menunggu kedatangan Ardhian.
Tak berselang lama Ardhian datang dengan mengendarai sepeda motor yang terlihat cocok untuknya pria itu terlihat sangat keren dan berhasil meningkatkan ketampanan pria itu.
Angin sepoi sepoi yang berhembus pelan membuat jaket yang Ardhian kenakan berterbangan, menambahkan efek dramatis yang membuat Rasya semakin mengagumi pria tampan itu.
"Ayo naik !" Ucap Ardhian ketika sudah berada disisi Rasya.
"Emmm, sejak kapan kita tidak dalam hubungan yang seperti itu Willend ?" Ucap Ardhian dengan seringai nakalnya, sehingga berhasil membuat gadis itu menundukkan kepalanya, karena wajahnya yang terasa panas.
Tanpa banyak protes lagi Rasya langsung naik keatas motor itu, ia memutuskan untuk duduk menyamping, karena gaunnya yang tidak memungkinkan itu, dan Ardhian segera melajukan motornya.
Tempat duduk sepeda motor itu sangat tinggi dibagian penumpan, membuat Rasya sedikit kesusahan, ditambah kencangnya angin membuat rok nya berterbangan, dengan susah payah iya mencoba untuk memperbaikinya, namun tetap saja masih berterbangan diterpa angin.
Ardhian menghentikan motornya didepan sebuah super market, Rasya segera turun dari motor itu, disusul dengan Ardhian yang sedang melepas helmnya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar aku akan membeli sesuatu terlebih dahulu." Ucap Ardhian yang segera masuk kedalam super market itu, meninggalkan Rasya yang berdiri didekat motor itu.
Mahasiswa mahasiswa yang ada disekitar itu berkerumunan, ketika menyaksikan sepasang manusia yang baru saja turun dari motor mahal keluaran terbaru itu adalah sang idola kampus "Ardhian" dengan "Rasya" wanita tercantik di teknik informatika.
Aedhian kembali menemui Rasya dengan membawa sekantung penuh plastik belanjaan, dan memberikannya kearah Rasya. Sedikit adegan itu saja mmpu membuat para mahasiswa itu histeris dan mulai mengabadikan sepadang insan itu.
Ardhian dan Rasya kembali melanjutkan perjalanannya menuju gedung olah raga. Kini rok Rasya tidak lagi berterbangan diterpa angin, karena ada kantung plastik itu yang menahannya.
"Pegangan ! Aku akan mempercepat laju motor ini." Ucap Ardhian.
Dengan malu malu Rasya menggerakkan sebelah tangannya untuk memegang jaket Ardhian.
Mereka melewati banyak orang yang menatap kagum kearah mereka. "Untung saja senior membawa motor ini, jika tidak perjalanan ke gedung olah raga pasti akan memakan waktu yang sangat lama, dan menarik perhatian lebih banyak orang lagi." Batin Rasya.
Tanpa terasa mereka telah memarkirkan motor itu, didepan salah satu gedung olah raga.
Rasya segera turun dari motor itu, dan memberikan helmnya kepada Ardhian. "Aku akan menemui teman teman ku terlebih dahulu." Ucapnya dan langsung berlari meninggalkan Ardhian yang baru saja turun dari atas motornya.
***Hallo Readers***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
__ADS_1
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€