Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 21


__ADS_3

💦💦💦


Rasya telah berada didalam ruangan penelitian profesor Albert. Pandangannya tertuju pada meja yang berada dibagian kanan ruangan itu. Seorang pria tengah fokus menatap monitor yang ada didepannya, sedangkan tangannya dengan lincah menekan tombol - tombol keyboard memasukkan kode - kode yang lumayan rumit. Pria itu terlihat sangat serius hingga ia tidak menyadari kehadiran Rasya.


Rasya terpana melihat pria itu. "Benar - benar pria yang berbakat !" Batin Rasya menatap kagum. Rasya berjalan mendekat kearah pria itu, kini matanya fokus menatap layar monitor yang ditatap pria tampan itu.


"Senior !" Ucap Rasya yang tengah berada tepat dibelakang Ardhian.


Ardhian segera memutar kursi goyangnya menghadap kearah Rasya. "Hmm Maaf aku tak menyadari kedatangan mu." Ucap Ardhian seraya menatap Rasya dengan mata elangnya.


"Hmmm" Gumam Rasya memberikan anggukan.


"Duduklah !" Ucap Ardhian sambil menepuk sebuah kursi yang ada disampingnya. Rasya berjalan mendekat kearah kursi itu, dan segera mendudukinya. Pandanganya masih fokus menatap layar komputer itu. Ardhian yang menyadari tatapan Rasya langsung membuka suaranya.


"Aku sedang mencoba untuk mengembangkan sebuah aplikasi game." Ucap Ardhian. Rasya menatap kagum kearah Ardhian.


Ardhian mengambil sebuah buku yang ada diatas meja kerjanya. "Buku ini berisi tentang rancangan - rancangan yang akan kita kembangkan. Aku ingin kau mempelajarinya, karena besok kita akan memulai untuk mengerjakan tahapan - tahapannya." Ucap Ardhian memberikan buku tersebut kepada Rasya.


Rasya mulai membuka buku itu, iya memperhatikan lembaran demi lembaran. Bibirnya melengkung keatas secara refleks membentuk senyuman. "Hmmm ! Senior memang luar biasa, ia telah matang merancang segalanya dan menyusunnya dengan sempurna. Tak heran jika profesor Albert selalu mempercayainya." Batin Rasya seraya mengangguk - anggukkan kepalanya.


"Kau bisa mempelajarinya dengan santai ! jangan terlalu tertekan. Aku yakin kau pasti bisa. Jika ada yang tidak kau mengerti, kau bisa menanyakannya pada ku." Ucap Ardhian dengan tenang.

__ADS_1


"Hmm !" Jawab Rasya seraya menganggukkan kepalanya.


"Itu adalah meja kerja mu ! Kau bebas memakai komputer yang ada dimeja itu mulai dari sekarang." Ucap Ardhian menunjuk komputer yang ada dihadapan Rasya.


Rasya dan Ardhian tengah fokus dengan komputer mereka masing - masing, mereka berdua disibukkan dengan tugas yang telah dibagikan. Ardhian menatap kearah Rasya yang tengah fokus. "Aku tak tau harus menganggap mu sebagai Willend ku atau sebagai Rasya ! Kau memang berbeda dengan wanita lain." Batin Ardhian seraya memperhatikan kegiatan Rasya.


Tak terasa waktu semakin cepat berlalu, matahari sudah hampir terbenam dengan sempurna, tanda hari telah petang. "Rasya ! Hari sudah sore. Ayo kita pulang sebelum jalanan mulai gelap." Ucap Ardhian.


Rasya segera menatap kearah jam tangannya. "Hmm Senior benar." Batin Rasya. Mereka berdua segera membereskan peralatan masing - masing dan segera keluar dari ruangan itu.


"Aku akan mengantarmu kembali keasrama !" Ucap Ardhian.


"Hmm ?" Gumam Rasya tersentak mendengar ucapan pria itu.


"Hmm." Gumam Rasya ia segera mengikuti langkah kaki Ardhian. Setelah berjalan beberapa langkah Rasya menghentikan pergerakannya. "Senior !" Ucap Rasya yang berada dibelakang Ardhian. Ardhian pun segera memutar badannya menghadap ke Arah Rasya.


Ardhian memandang gadis itu dengan mata elangnya. "Ada Apa Rasya ?" Ucap Ardian.


Rasya menatap mata Ardhian dan memberanikan diri untuk berbicara. "Hmmmm, Aku takut jika kita jalan berbarengan menuju asrama, semua orang akan berpikir yang tidak - tidak, dan menganggap kita memiliki hubungan yang...." Ucap Rasya terpotong.


"Hubungan ? Bukankah kita memang memiliki hubungan Willend ?" Ucap Ardhian tersenyum nakal.

__ADS_1


"Hmmm ?" Gumam Rasya tercekat.


Ardhian menatapnya dengan senyuman. "Kita memang sedang memiliki hubungan untuk mengembangkan project ini kan ? Berhentilah mendengarkan perkataan orang lain. dan tak usah diambil pusing." Jelas Ardhian dengan santainya.


"Tapi ?" Ucap Rasya.


"Sudahlah ! Jangan terlalu memusingkan perkataan orang lain, kau hanya harus fokus dengan tugas mu Willend !" Sanggah Ardhian.


"Hmm." Gumam Rasya dan berjalan mengikuti langkah kaki Ardhian. "Tunggu ! Bukankah senior tadi memanggilku Willend ? Ah tapi tidak mungkin ! sepertinya aku yang salah mendengarnya, fokuslah Rasya !" Batin Rasya.


Rasya dan Ardhian jalan berbarengan menuju asrama. Sepanjang perjalanan Rasya hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia merasa tak nyaman dengan pandangan semua orang yang menatap kearah mereka dengan tatapan yang tak dapat dimengerti, ia merasa sangat canggung dan menjadi salah tingkah. Berbeda dengan Ardhian, ia tetap tenang dengan tatapannya yang dingin, dan tak memperdulikan semua orang yang menatapnya. Bahkan tak ada yang berani menyapa Ardhian.


Ardhian yang menyadari ketidak nyamanan Rasya, berinisiatif untuk menggerakkan tanganya dan menarik tangan Rasya kedalam genggamannya. Rasya tercekat karena mendapatkan perlakuan itu secara tiba - tiba, ia memalingkan wajahnya secara spontan menatap wajah Ardhian. Ardhian hanya menatapnya dengan senyuman.


DEG DEG DEG


"Suara degupan jantung kedua insan itu."


"Mmmm Se-nior ?" Ucapnya terbata karena merasa tak percaya dengan kenyataan ini, ia menatap kearah tangannya dan wajah Ardhian secara bergantian.


"Jangan terlalu memperdulikan mereka, dan kau harus mulai membiasakan diri untuk berada dalam situasi seperti ini." Ucap Ardhian menenangkan Rasya.

__ADS_1


DEG !


__ADS_2