
***RUMAH SAKIT***
Sebuah mobil ambulance telah terparkir didepan pintu masuk IGD sebuah rumah sakit terbesar dikota itu. Para perawat bersiap untuk menyambut pasien kecelakaan itu, pintu belakang ambulance itu terbuka, terlihat seorang pria terbaring diatas sebuah tempat tidur dengan tubuh yang berlumuran darah, didampingi oleh seorang pria yang dari wajahnya menyiratkan kekhawatiran.
semua perawat dan dokter yang melihat keadaan Ardhian terlihat panik, mereka segera membawa Ardhian menuju ruang tindakan. Air mata Pandu terus mengalir, ia terduduk lemah didepan pintu ruang tindakan, menunggu bagaimana kabar keadaan sahabatnya itu.
Rayyan, dan Arjun baru saja sampai dirumah sakit itu, mereka berdua lari mencari keberadaan Ardhian dan Pandu. Hingga mereka berdua melihat seorang pria yang tengan menangis didepan pintu sebuah ruangan, dai adalah Pandu.
"Pandu !" Teriak kedua pria itu seraya memeluk sahabatnya yang tengah menangis.
"Syukurlah kau selamat !" Ucap Arjun.
"Mana Ardhian ?" Tanya Rayyan, seraya memutar mutar pandangannya.
Pandu menatap mata kedua sahabatnya itu. "Ini semua salah ku ! Jika saja aku fokus mengendarai mobil itu, Ardhian pasti tidak akan mengalami hal ini ! Seharusnya aku yang berada didalam ! Seharusnya aku yang sekarat ! Kenapa dia harus menyelamatkan ku ! Kenapa dia tidak menyelamatkan dirinya sendiri !" Ucap Pandu histeris.
Air mata Rayyan dan Arjun pecah, mereka berdua tidak tahu bagaimana keadaan Ardhian. Namun dari keadaan Pandu yang histeris seperti ini, pasti keadaan Ardhian tidak sedang baik baik saja.
Mereka bertiga duduk dilantai rumah sakit itu, seraya menunggu pintu ruangan tersebut terbuka, Pandu terus menerus mengutuk dirinya sendiri. Ia takut akan hal hal burukyang menimpa Ardhian.
*****
Dilain tempat, seorang gadis telah login kedalam akun games nya, ia sangat bersemangat dengan pertandingan final ini. Namun setelah ia login tak ada satu pesanpun yang ia terima dari sang kekasih Pradiktan.
Rasya memutskan untuk segera menuju kearena pertandingan, karena ia berpikir Pradiktan telah berada disana. Namun harapannya punah, sang master belum datang juga.
"Master ?"
"Kau dimana ?"
"Aku sudah berada diarena, kau bisa langsung menyusulku kesana ."
Bunyi pesan yang dikirimkan gadis itu kepada Pradiktan.
Desas desus dari peserta lain mulai terdengar ditempat itu,mereka menggosipkan tentang kehadiran Willend yang seorang diri tanpa ditemani Pradiktan.
"Ckh ! Kau lihat ? RC.Willend datang seorang diri !"
~I I I~
__ADS_1
"Apa yang terjadi ? Apa mungkin hubungannya dengan Pradiktan sedang ada masalah hingga mereka tidak datang bersama sama !"
Gunjingan-gunjingan terus mengalir diserver itu, bahkan ada yang menjelek jelekkan Willend.
"Aku rasa Pradiktan telah muak dengan wanita jadi jadian itu, hingga ia pergi meninggalkan Willend hahahaha." Ucap salah satu dari mereka mengompor ngompori suasana, dan memancing reaksi dari pemain pemain yang lain untuk mengeluarkan kata kata yang menyakitkan.
Rasya memutuskan untuk tidak keluar dari dalam game itu, ia terus menunggu kehadiran Pradiktan, hingga tanpa sadar ia mulai terlelap dimeja belajarnya, dengan keadaan laptop yang masih hidup.
*****
"Rasya ! Rasya !" Ucap Dina seraya menepuk pelan pundak Rasrya yang sedang tertidur dengan menopang kepala diatas meja belajarnya.
Rasya tersentak mendengar suara seseorang memanggil namanya, ia segera membuka matanya dan menatap pada seorang gadis yang tengah berdiri disampingnya. SInar matahari menembus tirai jendela kamar itu, sehingga membuat mata Rasya silau karena cahayanya.
"Sudah pagi ?" Gumam Rasya.
"Hmm ! Ini bukan pagi lagi nona ! Tapi sudah siang ! Apa yang membuatmu tertidur dimeja belajar seperti ini ?" Tanya Dina pada gadis itu.
Rasya menatap sekeliling kamar itu, mencoba untuk mengingat akan apa yang telah terjadi semalam. Pandangannya menatap kearah laptop yang berada tepat dihadapannya. Ia segera menghidupkan laptop yang telah mati dengan sendirinya itu, dan login kembali kedalam game, tanpa menjawab pertanyaan dari Dina yang masih menatapnya.
Rasya menggulirkan pesan yang terdapat didalam akunnya, namun tak ada satu pesanpun dari Pradiktan yang masuk kedalam akunnya, bahkan priaitu belum aktif sama sekali. Rasya kecewa dengan hal tersebut, ia langsung keluar dari gamenya dan menutup laptop tersebut.
Dina hanya bisa menatap heran kearah gadis itu, ia memutuskan untuk menyiapkan sarapan, karen perutnya juga sudah keroncongan.
Tak berselang lama kemudian, Rasya telah keluar dari dalam kamar mandi, ia segera membuka lemari pakaiannya, dan memakainya secara asal asalan.
*****
Disebuah ruangan kelas, seorang dosen tengah menyampaikan materi materi kuliahnya. Mahasiswa lain sangat semangat menyimak penjelasan dari dosen tersebut.
Berbeda dengan Rasya, ia terlihat tidak fokus, pikirannya melayang entah kemana mana, tatapannya kosong tanpa arah. Ia terlihat sangat jauh berbeda dengan hari hari biasanya.
Dina hanya bisa menatap gadis itu seraya menggeleng gelengkan keplanya, dalam hati ia bertanya tanya akan apa yang telah terjadi dengan sahabatnya itu.
Jam kuliah telah usai, dosen telah meninggalkan ruangan tersebut. Akan tetapi Rasya tetap terlena dengan lamunanya, ia bahkan tak menyadari jika dosen telah keluar dari ruangan itu.
"Sya !" Ucap Dina pelan seraya menepuk bahu Rasya.
"Emm ?" Gumam Rasya yang tersadar dari lamunanya, ia mengalihkan pandangannya menatap kearah Dina.
__ADS_1
"Kau ingin kembali keasrama bersama ku ? Atau kau memiliki agenda yang lain hari ini ?" Tanya Dina dengan hati hati.
Rasya mengernyitkan dahinya, pandangannya kini fokus menatap seisi ruangan yang telah sepi.
"Sepi !" Gumam Rasya pelan, namun masih dapat didengar oleh Dina.
"Hmm, Sepi ! Mereka semua sudah keluar ruangan sejak tadi." Ucap Dina.
Namun tak ada pergerakan apapun dari Rasya, ia kembali terdiam dengan pikirannya yang melayang layang.
"Sebaiknya kita kembali keasrama Rasya ! Kau terlihat tidak sehat hari ini !" Ucap Dina seraya membereskan peralatan Rasya.
γ
-
-
-
-
-
-
-
-
***Hallo readers π€***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€
__ADS_1