Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 2 ORIENTASI KAMPUS


__ADS_3

Sebuah mobil yang cukup mewah melaju dengan kencang membelah keramaian kota, seorang gadis cantik yang mengendarai mobil itu berulang kali mengumpat kesal karena jalanan kota yang macet dan berulang kali terkena lampu merah.


"Shit !" Umpat Allin kesal karena jalanan pagi itu sangat macet sedangkan jam tangannya sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


"Triiiing Triiiing !" Handphone Allin berdering, gadis cantik itu segera meraih benda pipih miliknya dan mengangkat panggilan masuk itu.


"Hallo ! Allin ! Kamu dimana ? Acaranya udah mau mulai ini !" Ucap seorang gadis dengan suara imut yang telah berada didalam kampus.


"Iya bentar Dea jalanan macet ini !" Ucap Allin.


"Ya sudah pokoknya cepetan ya, aku sama Gita nunggu kamu didekat pintu masuk Aula." Ucap Dea dan langsung mematikan panggilannya.


Tak berapa lma kemudian, mobil yang dikendarai Allin telah masuk kedalam gerbang Universitas Cendikiawan. Sebuah universitas negeri nomor satu dinegara ini, semua anak-anak dari penjuru negeri berlomba-lomba untuk masuk dan menjadi mahasiswa di universitas ini.


Allin segera melangkah keluar dari dalam mobilnya dan berjalan dengan terburu-buru menuju aula kampus tempat diadakannya orientasi pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.


"Gedubrakkk!" Allin tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang sangat tampan. Mata bulat Allin bersinar terpana menatap keagungan tuhan yang telah menciptakan pria yang sangat tampan itu.


"Maaf-maaf !" Ucap Allin seraya menjulurkan tangan kanannya kepada pria itu. Namun pria tampan itu hanya menatap dingin kearah Allin dan berjalan meninggalkan gadis cantik itu begitu saja.


"Woah sangat tampan !" Ucap Allin dengan senyuman memuja.


"Triiiing triiiing !" Sebuah panggilan masuk kembali kedalam benda pipih milik Allin membuat gadis itu tersadar dari lamunan indahnya.


"Iiih iya iya sabar dong ! Ini aku lagi jalan kesana !" Ucap Allin kesal karena Dea dan Gita sahabatnya itu terus menerus menghubunginya.


Dengan mempercepat langkah kakinya Allin telah sampai didepan aula kampus. "Maaf aku telat !" Ucap Allin pada Dea dan Gita yang masih setia menunggunya.


Dea dan Gita merupakan sahabat Allin sejak kelas satu SMA, mereka bertemu sewaktu ospek masuk sekolah, dengan tragedi yang sangat aneh. Dimana kegiga gadis cantik itu secara kebetulan mempunyai ide yang sama untuk pura-pura pingsan agar tidak mengikuti serangkaian kegiatan ospek, dan istirahat didalam UKS, namun pada akhirnya ketahuan oleh kakak leting dan mereka bertiga dihukum untuk membersihkan kamar mandi sekolah. Dari kejadian itulah mereka bertiga mulai akrab dan selalu satu ruangan sejak kelas satu hingga kelas tiga SMA, bahkan mereka masuk kedalam kampus yang sama walaupun Dea harus mengambil jurusan yang berbeda dengan Allin dan Gita.

__ADS_1


Allin dan Gita mengambil jurusan kedokteran, sedangkan Dea memilih jurusan manajemen bisnis, karena gadis imut itu merupakan penerus tunggal perusahaan orang tuanya yang bergerak dibidang properti.


"Kamu kemana aja sih Lin ? Katanya sudah sampai kampus dari tadi, tapi gak sampe-sampe kesini !" Lenguh Dea.


"Hehe maaf De, habis cuci mata tadi, nggak sengaja nabrak malaikat ganteng." Ucap Allin dengan senyum sumringah.


"Wah beruntung banget kamu Lin, pagi-pagi udah dapat sarapan ! Tau gitu, aku tadi berangkat ke kampusnya bareng kamu aja !" Ucap Dea.


Gita memutar bola matanya melihat dua sahabatnya yang mulai memperlihatkan kecentilan yang hakiki. "Sudah ! Nanti lagi bahas cowoknya, yuk masuk sekarang !" Ucap Gita merangkul Allin dan Dea masuk kedalam ruangan yang telah ramai dipenuhi oleh mahasiswa baru.


Allin dan Dea memiliki sifat dan hoby yang sama, mereka berdua sangat kekanakan dan hoby menonton serial drama korea dan drama china. Apalagi urusan pria tampan, kedua gadis itu sangat centil, dan sangat suka mengoleksi pria-pria tampan walaupun mereka berdua hanya suka mendekati dan mencari perhatian saja, tanpa mau menjalin status yang pasti.


Sedangkan Gita merupakan gadis pendiam yang selalu bersikap dewasa. Ia selalu menjaga Allin dan Dea agar tidak beeringkah kelewatan, dan selalu membantu kedua sahabatnya itu dalam menyelesaikan masalah.


Ketiga gadis cantik itu telah duduk dibangku bagian tengah, dan bergabung dengan ribuan mahasiswa-mahasiswa baru.


Sekarang sudah tiba saatnya untuk memanggil perwakilan mahasiswa baru yang berprestasi, agar maju keatas panggung sebagai perwakilan untuk mengenakan almamater kampus.


"Dillon Alfandi Dirga Kusuma sebagai mahasiswa baru berprestasi dengan nilai tertinggi dalam tes masuk universitas Cendikiawan jalur utama dipersilahkan untuk naik keatas panggung." Ucap pembawa acara itu.


Seorang pria yang sangat tampan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan santai naik keatas panggung itu.


"Woah ! Itu kan pria yang tadi pagi !" Ucap Allin bersemangat.


Dea dan Gita mengerutkan dahi mereka secara bersamaan dan menatap kearah gadis cantik yang berada ditengah-tengah mereka. Belum sempat mereka menanyakan sesuatu yang menyerang pikiran mereka, pembawa acara telah memanggil Allin untuk naik keatas panggung dengan kategori yang sama seperti Dillon.


Allin dengan tersenyum percaya diri bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan keatas panggung. Gadis cantik itu sangat antusias, bukan karena dinobatkan sebagai perwakilan mahasiswa yang akan dipakaikan almamater oleh sang rektor, kan tetapi ia antusias karen ada pria tampan itu diatas panggung.


Rektor segera berdiri dihadapan Allin dan Dillon yang berdiri berdampingan. Dengan kompak rektor dan wakil rektor itu memakaikan almamater universitas Cendikiawan kepada tubuh Allin dan dan Dillon.

__ADS_1


Allin tersenyum sumringah, ia sangat nyaman berada disamping Dillon, apalagi aroma maskulin dari tubuh pria itu begitu tercium didalam hidung Allin.


"Selamat kepada dua mahasiswa yang telah mewakili semua mahasiswa baru universitas Cendikiawan. Satu hal yang sangat luar biasa, tahun ini universitas kita kedatangan dua mahasiswa baru yang sangat berprestasi dengan nilai yang sama-sama sempurna sewaktu mengikuti ujian masuk kamous jalur utama." Ucap rektor universitas Cendikiawan yang disambut gemuruh oleh seluruh mahasiswa yang berada didalam ruangan itu.


Dillon dan Allin berforo bersama rektor dan para petinggi kampus lainnya. Allin tersenyum sumringah memperlihatkan wajah cantiknya, sedangkan Dillon hanya memperlihatkan senyuman dingin namun mampu menambah ketampanannya.


"Ssst, tampan ! Apakah kau mengingat ku ?" Bisik Allin pada Dillon.


Akan tetapi pria tampan itu tidak memperdulikannya, dengan santai ia berjalan menuruni panggung kampus itu. Namun bukan Allin namanya jika menyerah begitu saja, gadis cantik itu berjalan mendekat kearah Dillon dan terus mendekati pria itu.


"Ssst, jangan terlalu dingin ! Kau semakin membuat ku tergila-gila mengagumi mu." Ucap Allin lagi, namun Dillon tetap tak menggubrisnya, pria itu berjalan keluar ruangan dan Allin masih mengikutinya.


Dea dan Gita mengerutkan dahi secara kompak, pandangan kedua gadis itu mencari-cari keberadaan Allin yang menghilang begitu saja.


"Kemana perginya Allin ?" Ucap Dea.


Gita segera bangkit dari tempat duduknya, ia menarik pergelangan tangan Dea, dan meminta sahabatnya itu untuk membawa tas Allin. Mereka berdua segera keluar ruangan untuk mencari-cari keberadaan Allin. Gita dapat merasakan jika sesuatu yang tidak beres terjadi pada sahabatnya itu.-


-


-


-


-


-


Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2