Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 22


__ADS_3

💦💦💦


Rasya telah berada didepan kamarnya, ia langsung masuk kedalam kamar itu, dan menyandarkan tubuhnya pada pintu yang telah ia tutup, ia memejamkan matanya dan mencoba mengatur nafasnya. Belum sempat merasakan ketenangan, Rasya kembali tercekat ketika bayangan tiga orang manusia berada dihadapannya.


Dina, Tiara, dan Lana telah bersiap untuk mengintrogasi Rasya. Ketiga gadis itu telah mengetahui kejadian Rasya yang bergandengan tangan dengan Ardhian dari website forum kampus. Semua orang tengah sibuk membirakan Rasya dan Ardhian, ada yang memuji, ada juga yang membully Rasya.


Rasya menatap sendu kearah tiga sahabatnya, ia sangat gugup hingga menggigit bibir bawahnya. Akan tetapi ketiga gadis itu tetap menatapnya dengan tatapan tajam dan tekanan penasaran yang menyelimutinya.


"Huuuuuufh" Suara desahan Rasya. Ia menarik nafas panjang dan mencoba untuk memulihkan tenaganya.


"Apa yang ingin kalian tanyakan ?" Ucap Rasya.


"Hmm bagus ! Habis dari mana saja kau Rasya hingga baru pulang jam segini ? Apa hubungan mu dengan sang idola kampus ? mengapa kau tak memberi tahu kami jika kalian berdua telah jadian !" Ucap Tiara yang memberondong Rasya dengan berbagai pertanyaan yang penuh penekanan.


"Huuuuuush" Rasya kembali menarik nafas panjang. "Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu satu persatu, tapi sebelum itu ijinkan aku untuk minum terlebih dahulu." Ucap Rasya memohon.


Dina segera bergerak mengambilkan air mineral untuk Rasya, sedangkan Tiara menarik kursi agar Rasya bisa duduk dan menenangkan diri.


Rasya menghabiskan sebotol air mineral yang diberikan oleh Dina dengan rakusnya, sepertinya gadis itu benar - benar kehausan. Ketiga sahabatnya hanya bisa menatapnya dengan tatapan heran. Rasya seperti habis dikejar - kejar setan, dalam sekejap ia telah menghabiskan air dalam botol itu tanpa sisa setetes pun.


"Huuuuh lega !" Gumamnya.


"Ayo ceritakan apa yang telah terjadi, dan jangan membuat kami mati penasaan !" Tegas Tiara.


Rasya menatap sayu kearah Tiara. "Hmm baiklah aku akan menjelaskannya satu persatu." Ucap Rasya yang dibalasa tatapan tajam dari ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Yang pertama, aku baru saja kembali dari ruang penelitian profesor Albert."


"Yang kedua, aku dan sang idola kampus itu tak mempunyai hubungan yang spesial. Hanya sebatas tim kerja saja, karena profesor Albert yang memintaku bergabung dengan tim kakak senior untuk mengikuti olimpiade di Beijing bulan depan."


"Ckhh ! Kau bilang tak ada hubungan yang spesial ? Bagaimana mungkin ? Kalian terlihat seperti sepasang insan yang tengah merajut asmara dalam foto ini !" Ucap Lana seraya memperlihatkan foto Ardian dan Rasya yang saling bergandengan tangan.


"Jangan berburuk sangka dulu, ini tidak seperti yang kalian bayangkan ! Senior hanya mencoba untuk menenangkan ku yang gugup karena ditatap banyak orang. Tak lebih !" Jelas Rasya.


"Huuuuh ! Jawabanmu tak seperti yang aku harapkan Rasya !" Ucap Tiara.


"Hmm ?" Rasya menatap Tiara dengan tajam.


"Apa maksud mu tak seperti yang kau harapkan ?" Tanya Rasya memastikan.


"Ckh! Kau pikir sang idola kampus itu mau menjadi suami mu ? Jangan terlalu bermimpi Tiara sayang." Gumam Dina yang terdengar oleh Tiara.


"Hey ! Tarik ucapan mu Dina ! Atau kau akan menyesal nantinya." Jawab Tiara.


Rasya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala menyaksikan Tiara yang terlalu percaya diri. "Akan kubuktikan ucapanmu Tiara, kau pasti tak jauh berbeda dengan ku. Tak semudah itu menaklukkan sang idola kampus. Bahkan berada di dekatnya saja membuat ku tak bisa berkutik." Batin Rasya.


*****


Rasya telah selesai membersihkan dirinya, ia memutuskan untuk mengerjakan tugas tugas kuliahnya, dan juga mulai mempelajari bahan yang telah diberikan Ardhian padanya.


Setelah dua jam iya disibukkan dengan tugas tugasnya, akhirnya semua dapat terselesaikan dengan tepat waktu, bahkan telah mempelajari materi materi itu dengan sempurna.

__ADS_1


"Huaaaakhh !" Decak Rasya seraya meregangkan badan badannya.


Setelah membereskan buku bukunya. Rasya membuka laptopnya, ia sangat ingin mereleks kan pikirannya dengan bermain game.


Rasya telah login kedalam game, orang yang pertama ia cari cari adalah Pradiktan_AT kekasihnya didalam game. Tidak ! Lebih tepatnya ia masih menganggap pria itu sebagai patnernya didalam game.


"Master !" Bunyi pesan yang dikirimkan leh Rasya.


Pradiktan yang secara kebetulan juga baru login segera membalas pesan Rasya.


"Hmm Willend ?" Balasnya.


"Apakah kau sedang sibuk master ?"


"Aku sedang tidak mengerjakan apapun. Ada apa Willend ?"


Belun sempat Rasya membuka pesan balasan dari kekasihnya itu. Ia dikejutkan dengan teman onlinenya Mrs.Frog. "Willend ! Kau harus melihat vidio ini !" Bunyi pesan yang dikirimkan Mrs.Frog seraya mengirimkan sebuah vidio.


Vidio pendek itu berisikan seorang waria yang diberi nama Willend sedang memohon mohon kepada seorang pria agar tidak memutuskannya. Sedangkan pria itu telah menggandeng seorang wanita disampingnya. Pria itu mencampakkan waria tersebut.


Rasya sangat kesal melihat vidio itu, ia segera menutup pesab itu, dan memilih log out dari game. "Siapa yang berani membuat vidio seperti ini, dan mengatas namakannya sebagai willend !" Ucap Rasya seraya menutup Laptopnya dengan kasar.


Niat awalnya yang ingin menenangkan diri didalam game, malah berubah menjadi pikirannya yang dipusingkan oleh masalah ini.


Rasya memilih untuk segera tidur, dari pada harus memikirkan masalah itu. Ia juga lupa jika pesan dari Pradiktan belum sempat ia balas.

__ADS_1


__ADS_2