
Allin melajukan mobilnya dengan kencang agar segera sampai rumah, tak butuh waktu lama mobil mewahnya telah terparkir didepan rumah besar bercat putih. Gadis cantik itu segera keluar dari mobil dan masuk kedalam rumahnya. "Sore non !" Sapa salah satu asisten rumah tangga. Allin hanya membalasnya dengan anggukan lesu. Ia berjalan lunglai menuju kamarnya, mengambil handuk dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Mengisi bathup dengan air hangat dan memasukkan air mawar kedalamnya, aroma mawar yang semerbak mengisi kamar mandi itu. Rasa hangat dan aroma terapi itu pun membuat tubuh Allin lebih rilex dan nyaman. rasa lelah
gadis cantik itu seharian dikampus dapat dikalahkan oleh kenyamanan yang ia rasakan sekarang. kenyamanan ini telah berhasil membuat Allin terlelap, dan melupakan segala kepenatannya.
Clayrisa baru saja pulang dari butiknya, hari ini terlalu banyak pengunjung dibutik hingga ia harus pulang setelah magrib. sesampainya dirumah hal pertama yang Clayrisa cari sebagai seorang ibu adalah anak-anaknya, karena suami tercintanya masih berada diluar negri untuk perjalanan bisnisnya.
POV CLAYRISA
"Sepi sekali rumah ini, kemana perginya Allin dan Allan ?" Clayrisa pun segera memanggil mbok Minah pembantunya itu, "mboook ! mbok Minah !" Ucap Clayrisa.
"iya nyonya ? ada apa nyonya ?" saut mbok Minah yang berlari dari dapur menuju keruang tengah tempat clayrisa berada.
"Anak-anak kemana mbok ? kok gak ada nampak ? apa mereka sudah pulang ?" Tanya Clayrisa yang telah duduk di sofa ruang tengah.
"Non Allin ada dikamar nyonya, sepulang dari kampus non Allin langsung masuk kedalam kamarnya dan belum keluar sampai sekarang, hmmmm kalau den Allan, sejak pergi tadi pagi dia belum pulang nyonya." Jawab mbok Minah yang merasa sedikit khawatir.
"Hmm kemana lagi perginya anak itu ! Pasti dia sedang menikmati waktunya diluar bersama para
perempuan itu ! Entah kapanlah Allan bisa berubah ! Ya sudah mbok, tolong siapkan makan malam ya, saya mau memanggil Allin dan mandi terlebih dahulu, 20 menit lagi saya turun untuk makan." Ucap Clayrisa bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tangga.
"TOK TOK TOK" Clayrisa mengetuk pintu kamar Allin namun tidak ada sahutan dari dalam kamar itu.
"ALLIN ? Sayang ?" Ucap Clayrisa memanggil nama anak bungsunya, setelah berulang kali Clayrisa memanggil kamar Allin dan mengetuk kamarnya tak kunjung juga ada jawaban, kamar itu terlihat sepi seperti tak ada orang. Clayrisa memutuskan untuk membuka pintu kamar itu yang kebetulan tidak dikunci oleh Allin.
Sewaktu pintu terbuka, Clayrisa tercengang karena kamar itu terlihat sepi, Clayrisa masuk menyusuri kamar itu, tapi tak kunjung matanya menemukan Allin, dia pergi kearah balkon kamar Allin, tapi tetap tak ada Allin hingga dia memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi Allin, dan Clayrisa terkaget karena anaknya sedang tertidur dengan nyenyaknya didalam bathtub.
"Allin sayang ! Bangun nak ! Nanti kamumasuk angin, sayaang Allin." Ucap Clayrisa yang
__ADS_1
berusaha membangunkan anak kesayangannya itu.
Gadis cantik itu mengerjap-ngerjapkan matanya, ia melihat kulit-kulit tangannya telah keriput karena terlalu lama berendam. Matanya kini tertuju kearah pintu kamar mandi yang telah terbuka. "Mamah ?" Ucap Allin seraya mengucek matanya.
Clayrisa tersenyum memandangi wajah polos anaknya itu, "bangun sayang udah malam, mama mau mandi dulu, setelah itu kita makan malam ya !" Ucap Clayrisa sambil mengusap puncak kepala Allin, lalu pergi meninggalkan kamar Allin, dan pergi kekamarnya untuk mandi.
Allin langsung menyelesaikan mandinya dan memakai baju kaos putih longgar tanpa lengan, dan celana pendek. setelah Allin mengeringkan rambutnya dan memoles wajah dan badannya, Allin segera turun ke bawah menuju meja makan.
Di meja makan telah ada Clayrisa yang menunggunya. "Mas Allan belum pulang mah ? " Ucap Allin seraya menarik kursi dan duduk di samping Clayrisa."
"Belum sayang, mama gak tau harus menasehati Allan seperti apa lagi, dia sangat berbeda dengan Arkan..! sekarang kita makan duluan ya ! Allan pasti sudah makan diluar bersama para gebetannya itu." Ucap Clayrisa seraya menggelengkan kepalanya memikirkan Allan.
"Sudahlah mah, nanti Allin aja yang ngomong sama mas Allan ya." Ucap Allin sambil mengusap punggung tangan Clayrisa.
Clayrisa hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman dan mereka berdua melanjutkan makan malam tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari keduanya.
Allan pun memutuskan untuk duduk disebelah gadis cantik itu, karena dia tau jika Allin menunggunya pasti ingin membicarakan sesuatu bersamanya. "Kamu belum tidur dek ?" Ucap Allan sambil mengusap pucuk kepala Allin.
"Mas Allan dari mana aja sih ? Mas Allan pasti kelayapan lagi ya sama cewek-cewek itu ? Mau sampai kapan sih mas..? Mama tu khawatir sama mas Allan !" Ucap Allin sambil membulatkan matanya dihadapan Allan.
"Hmmm enggak kok dek tadi mas Allan buat skripsi sama temen-temen mas Allan, kan kamu tahu mas Allan kejar target buat nyelesain semuanya di semester ini." Ucap Allan sambil menggenggam lembut tangan Allin dan berusaha menenangkan adiknya itu.
"Mas ! Allin mohon sama mas Allan, demi mama sama papa, mas Allan berhenti ya jadi playboy, gak bagus tau ngoleksi cewek ! Mas Allan kan tau Allin cewek juga, nanti kalo ada cowok kayak mas Allan yang nyakitin Allin gimana ?" Ucap Allin berusaha untuk membujuk Allan.
"DEG !"
Perkataan Allin terlalu dalam hingga berhasil masuk kedalam relung hati Allan yang terdalam, selama ini Allan memang tak pernah serius mendekati wanita, ia
hanya memanfaatkan wanita-wanita itu agar ia tak kalah dengan teman-temannya.
__ADS_1
Selama ini Allan juga tak pernah memikirkan hal itu akan berimbas kedalam kehidupan Allin.
"Mas Allan..!" Ucap Allin yang membuyarkan lamunan Allan.
"Hmm, iya Lin ? Maafin mas Allan ya, mas Allan selalu buat kalian semua pusing.
Mas Allan janji bakalan berubah, demi mama sama papa, dan tentunya demi kamu
Lin ! Udah gih sana tidur udah malem loh, besok kan kamu harus ngampus Lin !" Ucap Allan sambil berjalan menuju kamarnya.
Allin pun memutuskan untuk tidur, karena sebenarnya dari tadi dia memang sudah mengantuk dan sengaja menahan kantuk nya demi menunggu Allan pulang.
Malam itu Allan tidak bisa tidur, iya masih memikirkan perkataan Allin tadi. Ia merasa
bersalah dengan adiknya itu, dan sangat takut jika adik kesayangannya itu disakiti oleh pria lain.
-
-
-
-
-
-
Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏
__ADS_1