Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 43


__ADS_3

SABTUDAGDIGDUG😂


Waktu terus berjalan, hari telah berganti dengan hari, dan tanpa terasa hari ini adalah hari sabtu.


Empat orang gadis sedang berjalan menuju ruang ujian mereka. Rasya terlihat sangat bahagia hari ini, dihatinya tengah bersemayam sebuah perasaan yang ambigu, antara sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang kekasih online, dan juga merasa gugup antara siap dan tidak siap.


"Woah ! Akhirnya kita sampai dipenghujung midterm." Ucap Tiara dengan semangat. Mereka hari ini hanya memiliki satu mata kuliah saja, dan itu merupakan mata kuliah terakhir yang akan diujiankan.


"Eemmm" Lana mengangguk. "Kau benar Tiara, akhirnya aku bisa bertahan hingga ketahap ini." Ucapnya bersemangat.


Pandangan Dina terfokus dengan seorang gadis yang berjalan disamping Tiara. Gadis itu memperlihatkan sedikit lesung pipinya, entah apa yang tengah ia pikirkan hingga membuatnya tersenyum senyum sendirian sepanjang jalan. Tiara dan Lana yang sadar akan hal itu langsung mengikuti arah mata Dina.


"Aku tau kau terlihat sangat cantik hari ini Rasya ! Jadi berhentilah tersenyum seorang diri !" Ucap Dina dengan seringai nakalnya, hingga membuat Rasya mengerucutkan bibirnya, dan melirikan matanya kearah Dina.


"Aku tak ingin tampil cantik seperti mu disaat ujian seperti ini Sya ! Aku takut tidak fokus menjawab soal soal karen terlalu fokus mengagumi kecantikan ku !" Ucap Lana centil.


"Hahahaha ! Kau cantik ?" Ucap Tiara dengan usilnya menarik narik rambut Lana yang dikepang dua.


"Aku tidak berbicara dengan mu Tiara !" Kesal Lana.


"Perusahaan mana yang mengadakan wawancara dihari sabtu seperti ini ? Membosankan ! Padahal aku ingin mengajak mu kepertandingan basket sore ini." Ucap Dina.

__ADS_1


Rasya hanya membalasnya dengan senyuman. "Aku memang ada wawancara hari ini, wawancara dengan calon masa depan. Jadi aku tidak membohongi mu Dina." Batin Rasya.


Rasya melihat jam tangan yang melingkar ditangannya. "Sudah hampir pukul sepuluh ! Ayo lari ! Aku tidak ingin terlambat memasuki ruangan ujian." Ucap Rasya seraya mempercepat langkahnya diikuti oleh tiga sahabatnya itu.


"Wah ! Bukankah itu Rasya ? Dia terlihat sangat cantik ! Apakah dia dandan khusus untuk mengikuti ujian ini ?" Salah satu mahasiswi itu bergosip dengan teman temannya.


 


 


Rasya menghadap kesebelah kiri sisi jembatan itu, ia menikmati kenikmatan alam yang sangat luar biasa. Namun beberapa menit kemudian, para mahasiswa mahasiswa yang masuk kedalam komunitas melukis mulai berhenti disampingnya, dan menyiapkan peralatan untuk melukis pemandangan itu.


Bunga bunga teratai menghiasi kolam ikan tersebut, terlihat ikan ikan yang sesekali melompat lompat didalam air, menunjukkan eksistensinya didepan para manusia yang menikmati pemandangan tersebut.


Pandangan Rasya tertuju pada pohon bambu hias yang berada disamping kolam. Diatas rumput nan hijau yang membentang luas ditaman tersebut, terlihat seorang pria tampan tengah berdiri menikmati pemandangan ditempat itu.


"Senior ?" Batin Rasya. "Apakah senior sedang menunggu seseorang ? Siapa yang berhasil membuat pria itu menunggu ditempat seperti ini ?" Pertanyaan yang terhimpun didalam batin Rasya.


Tak berselang lama, Rasya melihat tatapan sang idola kampus itu tertuju kepadanya, dengan wajah dingin ciri khas pria itu yang membuatnya terlihat semakin tampan.


"Mengapa senior terlihat sangat familiar ?" Gumamnya, Rasya melihat kesamping kanan dan kiri memastikan tatapan Ardhian. "Mungkinkah senior melihat keberadaan ku ditempat ini ? Sebaiknya aku turun kebawah untuk menyapanya !" Batin Rasya kembali berperang dengan berbagai pertanyaan yang terpintas dibenaknya.

__ADS_1


""""""""


"Senior ? Kebetulan sekali..." Ucap Rasya namun terhenti, karena Ardhian mulai berjalan melewati gadis itu, dengan wajah tenang tanpa ekspresi yang jelas.


"Tidak ada yang kebetulan !" Ucapnya seraya melangkahkan kakinya kearah gadis itu. "Aku memang sedang menunggumu !" Ucap Ardhian pelan, ketika berada disamping Rasya kemudian berjalan melewati gadis itu.


"Aku ?" Gumamnya kembali, seraya berjalan mundur satu langkah. Hampir aja dia terpeleset diatas rerumptan itu.


Namun pada akhirnya Rasya memutuskan untuk tetap mengikuti lngkah kaki Ardhian.


Walaupun sebenarnya didalam lubuk hati yang terdalam gadis itu belum dapat mempercayai jika Ardhian merupakan Pradiktan.


***Hallo Readers***


Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.


Salam manis dari Rasya dan Ardhian 🤗😘


Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..


Bye Bye and See u next time🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2