
Badan Rasya bertambah lemas, ketika tangannya mengangkat selembar foto yang memperlihatkan Rasya sedang berjalan dari arah perpustakaan menuju asrama.
Rasya sadar jika foto tersebut diambil beberapa hari yang lalu, tepat pada saat Rasya ketakutan, karena merasa ada seseorang yang mengikuti langkahnya.
Rasya bergidik memandang foto itu, jantungnya berdebar, kakinya melemas, tanganya yang memegang selembar kertas foto itu bergetar, hampir saja iya menjatuhkan handphone dan buku yang berisikan kertas kertas foto itu.
Ditengah ketakutan Rasya yang belum mereda, gadis itu kembali dikejutkan dengan suara derap langkah seseorang dari arah belakangnya.
Rasya perlahan memutar tubuhnya menghadapap kearah belakang, dan mengarahkan cahaya handphone nya searah pendangannya.
Terlihat seorang pria tengah berdiri lurus dihadapannya sekitar tiga meter. Pria itu terus memajukan langkah kakinya kearah Rasya.
Pria itu memakai sweater dan celana jeans, dan juga spatu berbahan dasar kulit. Rasya hampir tak mengenali pria itu dengan penampilannya yang seperti ini, satu satunya hal yang membuat Rasya mengenalnya adalah wajahnya dengan kacamata bulat.
Rasya menatap tak percaya. "Alfa ?" Pekik Rasya.
Alfa terus berjalan mendekat kearah Rasya, hingga membuat gadis itu terus memundurkan langkah kakinya.
"A-pa yang kau lakukan Alfa ?" Ucap Rasya dengan nada bergetar, ia sangat takut melihat Alfa yang terus berjalan seakan ingin menerkamnya.
"Mengapa kau berjalan mundur ? Apakah aku menakutimu sayang ?" Ucap Alfa dengan seringai yang mengerikan.
"Apakah kau yang mengambil foto foto ini ?" Ucap Rasya ditengah ketakutannya.
"Hmmm, Bukankah itu romantis sayang ? Aku selalu mengikutimu sejak pertamakali bertemu dengan mu. Aku mencintaimu Rasya." Ucap Alfa yang telah berhenti melangkah.
Rasya tercekat mendengar ucapan Alfa, dia benar benar tak dapat mengenali pria ini. Pria yang selama ini berpakaian culun dan tidak berani berbicara dengan orang lain berubah menjadi pria yang mengerikan.
"Apa maksud mu ?" Ucap Rasya terbata.
"Apakah kau masih belum mengerti ? Aku mencintaimu Rasya, aku selalu mengikuti mu kemanapun kau pergi ! Akan tetapi kau malah memilih untuk berdekatan dengan pria lain." Ucap Alfa dengan suara keras.
Rasya semakin tak mengerti dengan apa yang dimaksud Alfa, gadis itu terdiam mencoba mencerna situasi ini.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kau menjadi milikku ! Hanya aku yang pantas berada didekatmu." Tegas Alfa.
"Apa maksud perkataan mu ? Aku benar benar tak mengenalimu Alfa." Teriak Rasya ketakutan.
"Chih, Kau berani berbicara seperti itu kepada ku ? Sudah aku katakan. Aku hanya ingin kau menjadi milikku seutuhnya sayang!" Ucap Alfa penuh penekanan.
Alfa kembali berjalan maju mendekat kearah Rasya. Hal itu membuat Rasya semakin ketakutan, Ia kembali berjalan mundur, hingga ia merasakan sesuatu menghalangi langkah kakinya.
Rasya terhalang oleh dinding dan ia tidak bergerak lagi. Badannya gemetar ketakutan, ketika melihat tubuh Alfa semakin mendekat kearahnya.
"Kau tak bisa lari dari ku lagi sayang !" Ucap Alfa dengan seringainya.
Rasya semakin ketakutan melihat pria itu yang semakin mendekat, Alfa mempercepat langkahnya seakan ingin menerkam gadis itu.
Secepat kilat Alfa telah berhasil menggenggam tangan Rasya. Rasya meronta ronta berusaha untuk melepaskan diri, namun tenaga Alfa jauh lebih besar darinya.
Alfa mencoba untuk memeluk tubuh gadis itu, namun secara refleks Rasya yang ketakutan berhasil menendang tubuh bagian bawah Alfa.
Alfa melepaskan tangan Rasya, dan memegang tubuh bagian bawahnya yang ditendang Rasya, ia merasakan kesakitan yang amat sangat pada sesuatu yang berharga bagi hidupnya.
Baru beberapa langkah Rasy berlari, ia merasakan sesuatu menghalanginya. Alfa menarik rambut panjang Rasya yang tergerai bebas. Pria itu menjambak Rasya dengan sangat kuat, hingga membuat Rasya tak bisa bergerak lagi.
Rasa takut bercampur sakit menyelimuti Rasya. Mutiara bening telah menetes dari ujung matanya tanpa pamit terlebih dahulu.
"Kau tak akan bisa lari dari ku sayang !" Ucap Alfa ditelinga Rasya.
Rasya kembali melemparkan Rasya kearah dinding, dan membuat Rasya terjatuh dilantai itu. Alfa berjalan mendekatinya, yang membuat Rasya semakin ketakutan.
Gadis itu menekuk kakinya dengan kedua tangannya, ia sangat ketakutan. Alfa kembali mendekat kearahnya, membuat Rasya semakin histeris.
"Jangan mendekat ! Atau aku anak berteriak !" Ancaman Rasya ditengah ketidak berdayaannya.
"Berteriaklah ! Tidak akan ada yang bisa menolong mu sayang !" Ucap Alfa.
__ADS_1
"Ckh Malam ini akan menjadi malam yang sangat menyenangkan untuk kita sayang, dan setelah ini kau akan menjadi milikku seutuhnya." Timpal Alfa dengan seringainya yang semakin menyeramkan.
Alfa kembali melangkah ingin menerkam Rasya, dan membuat Rasya menutup mata karena ketakutan.
"BRUUKKkkk!"
Suara seseorang terjatuh !
Seorang pria memukul Alfa dengan tongkat kasti yang ia pegang hingga membuat Alfa jatuh kelantai disamping Rasya.
Dalam temaram Rasya bisa mengenali pria yang menyelamatkannya. "Senior ?" Batin Rasya.
Pria itu dengan bringasnya memukul dan menendang Alfa, hingga membuat tubuh Alfa melemah.
Dilihatnya gadis yang ketakutan meringkuk disudut ruangan itu, pria igu segera berjalan mendekati gadis itu, dan meninggalkan Alfa yang sudah tak berdaya.
"Kau tak apa Willend ?" Ucap Ardhian dengan penuh kekhawatiran, hatinya sangat hancur melihat Rasya seperti ini.
Ardhian segera merengkuh tubuh Rasya, dan menggendongnya, membawa gadis itu meninggalkan ruangan perpustakaan tersebut.
Ardhian meletakkan tubuh Rasya didalam mobilnya, dan segera berlalu mengendarai mobil itu, meninggalkan kampus.
Rasya yang merasa lelah dengan ketakutannya, tertidur didalam perjalanan itu, ia merasa aman berada disamping Ardhian.
Ardhian membawa mobil itu menuju kerumahnya yang berada tak jauh dari Universitas Tirtawijaya.
Setelah memarkirkan mobilnya, Ardhian segera mengangkat tubuh Rasya yang tengah tertidur, dan membawanya masuk kedalam rumahnya.
Diletakkanya tubuh gadis itu diatas tempat tidurnya, dan menutupnya dengan selimut yang ada ditempat tidur itu.
*****
Galih mengendarai mobilnya dengan kencang menuju sebuah komplek perumahan.
__ADS_1
"Kita mau kemana Galih ?" Ucap Dina yang tidak tau mau dibawa kemana oleh kekasihnya.