Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 7 MENCOBA UNTUK MENAKLUKKAN PRIA ES


__ADS_3

Pagi itu Allin telah siap dengan pakaian kampusnya, ia terlihat sangat cantik walaupun hanya menggunakan sweater yang dipadukan dengan celana jeans, setelah memoles wajahnya dengan bedak yang tipis dan lisptik senada dengan warna bibirnya, Allin langsung mengambil tas kampusnya dan segera turun ke meja makan untuk sarapan.


Ketika Allin menuruni tangga, ia melihat sesorang yang sangat ia rindukan telah duduk di sofa ruang tengah dirumahnya itu. Allin langsung berlari dan memeluk pria itu. "Papa!" Teriak Allin memanggil Wisnu. "Hay sayang, hmmmm anak bungsu papa udah gadis aja, perasaan baru bentar papa pergi." Ucap Wisnu sambil memeluk putri satu-satunya tersebut.


"Pa! Allin kangen sama papa !" Ucap Allin manja.


"Hmmm. Papa juga kangen sama kamu sayang, gimana kuliahnya ? Udah jumpa gebetan belom ?" Kata Wisnu menggoda putrinya itu.


Allin yang mendengar ucapan Wisnu langsung menekuk keningnya, ia menatap Wisnu dengan tajam."Papa baru pulang udah nanyak gebetan, Allin kesel ih, bukannya nanyak gimana belajarnya ? dapat nilai apa ? eh ini malah nanyak gebetan !  Allin kan masih kecil pa ! belom boleh punya gebetan !" Jawab Allin kesal.


"Eh kok gitu jawabnya ? Wajar dong sayang papa nanyak gitu, kan papa udah tua, udah pengen ngeliat anak-anaknya nikah, apalagi ngeliat putri satu-satunya ayah nikah. Lagian kalo masalah belajar, Papa percaya kok anak papa pasti selalu jadi yang terbaik kan ?" Ucap Wisnu merayu Allin.


"Hmmmm. Pokoknya Allin gak mau nikah cepat-cepat, Allin mau jadi anak kesayangan papa terus, mau sama mama, sama papa ! Nggak mau sama yang lain !" Jawab Allin.


Ya ! Allin memang tidak pernah serius ingin menjalin hubungan khusus dengan seseorang, bahkan ia mendekati Dillon juga hanya ingin menaklukkan pria tampan itu, dan terobesesi untuk mencairkan balok es tersebut.


Clayrisa yang mendengar perdebatan antara dua orang itu dari dapur pun, langsung datang menghampiri keduanya. "Udah jangan pada ribut pagi-pagi, entar rezekinya hilang loh, diambil setan. Sarapannya udahsiap tu ! Kita sarapan sekarang ya ! Nanti Allin telat lagi ngampusnya." Ucap Clayrisa menenangkan.


Mereka bertiga pun langsung beranjak menuju meja makan, tak lama setelah mereka duduk, Allan yang sudah rapi dengan pakaiannya datang menghampiri mereka. "Pagi Pa ! Pagi Ma ! Pagi Lin !" Ucap Allan menyapa anggota keluarganya.


"Pagi sayang ! Hmmm ganteng banget sih anak mama pakai setelan kantor begini !" Puji Clayrisa.


"Harus dong Ma ! Allan kan emang ganteng dari sananya !" Jawab Allan menyombongkan diri dan disambut tawa oleh Wisnu.


"Iyalah anak Papa pasti ganteng ! Gimana ? Udah siap ikut Papa ke kantor ?" Tanya Wisnu.


"Allin gak salah denger Pa ? Mas Allan mau ikut Papa ngantor ? Kesambet malaikat dimana mas ?" Teriak Allin yang merasa terkejut dengan perubahan Allan.


"Hmmm iya Lin ! Emangnya salah kalo mas Allan mulai ngantor dari sekarang ? Mas Allan mau ngikutin jejak mas Arkan ! Biar bisa bua Papa sama Mama bangga ! Mas Allan udah capek buat rusuh terus. " Jawab Allan dengan santai.


"Daebak ! Akhirnya, tuhan ngabulin do'a Allin selama ini ! Mantap mas Allan ! Lanjutkan !" Ucap Allin sambil mengangkat jari jempol tangan kanan dan kirinya ke arah Allan.


"Udah Lin, Mas Allannya jangan digodain terus ! " Ucap Clayrisa.


"Oh iya Pa ? Mas Arkan kenapa gak ikut pulang ?" Tanya Allin.


"Masih ada urusan perusahaan disana yang belum selesai Lin, mungkin sekitar sebulan lagi Arkan baru bisa pulang." Ucap Wisnu.


"Huuuufth ! Allin rindu Mas Arkan !" Ucap Allin lesu.

__ADS_1


"Kamu rindu mas Arkan apa rindu dompetnya Lin ?" Tanya Allan.


"Hehe Mas Allan tau aja !" Jawab Allin sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Udah jangan ngomong terus, lanjutin makannya ! Entar telat loh Lin. " Ucap Clayrisa.


Mereka berempat pun melanjutkan sarapan pagi itu dengan penuh kehangatan, karena sangat jarang mereka bisa kumpul bersama seperti ini. Setelah selesai menghabiskan sarapannya Allin langsung berangkat ke kampus diantar oleh mang Ujang supir Wisnu, karena ia malas menyetir mobilnya hari ini.


Sesampainya dikampus gadis cantik itu melihat seorang pria tampan yang mampu membuat ia tertantang untuk menaklukkannya. "Ceh, pagi-pagi sudah dapat sarapan extra ! Lihat aja Dillon ! Allin pasti bisa naklukkin kamu !" Gumam Allin.


Gadis cantik itu berjalan mendekat kearah Dillon yang tengah melenggang santai dikoridor. "Hay babby !" Ucap Allin yang telah menggandeng tangan Dillon. Pria tampan itu menatap sinis kearah Allin, dan berusaha ingin melepaskan tangan gadis centil itu.


"Byuuur !" Sebotol susu coklat berhasil mendarat dengan sempurna dibadan Dillon, gadis cantik itu tersenyum kemenangan. "Sayang ! Aduh maaf ! Aku nggak sengaja ! Ini semua gara-gara kamu juga sih narik-narik tangan aku !" Ucap Allin percaya diri.


Dillon menatap kesal karah Allin, ia merasa sial karena telah jumpa dengan wanita dengan spesies aneh itu. "Kamu sengaja huh ! Jangan coba-coba cari masalah sama aku ! Ini peringatan terakhir untuk kamu !" Ucap Dillon dan pergi meninggalkan Allin.


Allin tersenyum menahan tawanya seraya memperhatikan langkah kaki pria itu yang semakin menjauhinya. "YES !" Pekik Allin semangat. "Akhirnya aku bisa dengar suara kamu juga kan !" Ucapnya dengan tertawa keberhasilan. Ya itu semua memang ide gila Allin, jika tidak bisa menggunakan cara murahan maka ia akan menggunakan cara extrem untuk menaklukkan es batu itu, termasuk dengan cara mengerjai dan membuat emosi pria itu meningkat. "Hati-hati Dillon ! Jangan terlalu benci entar berubah jadi sayang loh !" Teriak Allin dengan tertawa bahagia.


Dengan semangat gadis cantik itu berjalan menuju ruang kuliahnya, terlihat Gita telah duduk disebuah bangku dan tengah menunggu kedatangan gadis cantik itu. "Kamu kenapa Lin ? Seneng banget kayaknya !" Ucap Gita heran.


"Hehe iya dong ! Secara perlahan aku berhasil mencairkan balok es itu !" Allin mulai menceritakan kejadia yang baru saja ia alami, Gita menyimak cerita Allin dengan mengernyitkan dahinya, menatap tak percaya jika seorang Allin bisa melakukan hal tersebut. "Aaaaakh ! Akhirnya aku bisa mendengar suaranya !" Ucap Allin puas setelah selesai bercerita dengan Gita.


Dilain tempat, seorang pria tampan sedang mondar mandir menunggu kedatangan Leo dan Mike, ia merasa kesal karena telah berhasil dipermainkan oleh Allin. Tak butuh waktu lama, kedua sahabatnya itu telah datang menemuinya dengan membawakan pakaian ganti untuk Dillon. "Apa yang telah terjadi Dil ? " Tanya Leo.


"Diamlah ! Mana baju ku ?" Tanya Dillon, dan Leo langsung memberikan paper bag yang berisi pakain ganti itu kepada Dillon. "Sepertinya gadis centil itu benar-benar siap untuk perang denganku ! Tunggu aja pembalasan ku !' Gumam Dillon sambil mengganti pakaiannya. Sedangkan kedua sahabatnya itu hanya bisa menertawai nasip Dillon. Tentu saja hal ini menjadi hiburan untuk mereka berdua, karena selama ini belum ada orang yang berani mencari masalah dengan Dillon apalagi ketika mereka mengetahui bahwa yang mencari masalah adalah seorang wanita ! Tentu ini akan menjadi permainan yang sangat menyenangkan bagi mereka.


Setelah selesai mengganti pakaian Dillon, mereka bertiga langsung menuju ke kelas. Dea yang telah berada diruangan itu melihat ketiga pria tersebut memasuki ruangan, Dea melihat wajah Dillon yang dingin layaknya es batu itu menekuk keningnya, dan bersikap cuek terhadap Leo dan Mike. Sedangkan kedua ajudannya itu tertawa dibelakang Dillon. Dea merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi, ia pun memutuskan untuk menanyakannya kepada Leo.


"Huuuust ! Kenapa tuh temen kamu, mukanya kusut banget udah kayak jemuran belom di setrika ? " tanya dea kepada Leo.


"Hehehe kamu gak tau sih De, ada orang yang udah berani nyari masalah sama es balok itu. Kamu tunggu aja, kayaknya hari-hari dikampus ini bakalan menyenangkan dengan adanya keributan ini." Ucap Leo sambil tertawa.


Dea yang mendengar cerita Leo pun hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, walaupun ia tak mengetahui jika seseorang yang telah mencari masalah dengan Dillon itu adalah sahabatnya sendiri. Dea memang telah akrab dengan Leo dan Mike, karena mereka satu ruangan dan sering satu kelompok dalam beberapa tugas kuliah.Akan tetapi tidak dengan Dillon, pria itu sangat dingin dan tidak suka berbicara dengan wanita, Dea semakin percaya jika rumor tentang Dillon itu adalah benar.


-


-


-

__ADS_1


-


-


-


Hallo readers ! Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaknyamanan ini. Novel ini masih dalam proses revisi. Jadi mohon bersabar, dan jangan lupa untuk dukung author terus ya 🙏🙏


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2