
π€π€π€
Rasya, Dina, Lana, dan Tiara, mereka berempat tengah menikmati makan malam mereka. Dina sedang berbaik hati hari ini, gadis itu terlihat sangat ceria. Sepulang jalan dengan Galih, ia mentraktir ketiga sahabatnya itu makan malam.
"Bagaimana hubungan mu dengan kak Galih ?" Tanya Tiara yang penasarsan kepada Dina.
"Ehmm" gumamnya. Dina yang sedang menatap layar handphonenya, mengalihkan pandangannya, menatap langit langit kamar itu, bibirnya melengkung, matanya menyiratkan cahaya kebahagiaan.
"Ckh ! Tak perlu kau jawab lagi, sepertinya aku tau jawabannya." Ucap Tiara seraya tersenyum sinis.
Dina tidak perduli dengan ucapan Tiara, di semakin melebarkan senyumannya. Rasya, dan Lana yang melihat hal tersebut hanya bis tersenyum, mereka turut bahagia melihat sahabatnya itu bahagia.
Setelah selesai makan malam, merek berempat mulai disibukkan dengan tugas kuliah masing masing. Bagaimana tidak ini sudah masuk pertengahan semester, dan mereka tengah disibukkan dengan midterm dan tugas tugas yang menumpuk.
Bahkan seorang Tiara yang biasanya tidak menyentuh buku pelajaran, mulai malam ini secara terpaksa dia harus membuka buku buku itu, dan memulai aktivitas yang sudah seharusnya dilakukan sebagai seorang mahasiswa.
Din dan Lana juga tak kalah fokus belajar, mereka berdua memutuskan untuk belajar bersama, karena rata rata mata kuliah semester ini mereka berdua seruangan, hanya ada satu dua mata kuliah yang terpisah.
Sedangkan Rasya, seperti biasanya. Ia memang manusia yang selalu senang belajar, bahkan ujian seperti ini adalah hal yang paling ia sukai. Tidak ada segaris tekanan pun yang terlihat diwajahnya, ia tampak sangat menikmati hal itu.
"Hmm, bukankah besok sudah mulai pertandingan ketiga ?" Batin Rasya.
Rasya yang tengah menulis resumenya, meletakkan pulpen yang sedari tadi ia pegang keatas tumpukan kertas resumenya.
Ia membuka laptopnya, dan login kedalam game, untuk memastikan sesuatu.
"Master !" Bunyi pesan pertama yang ia kirimkan setelah login kedalam game.
"Hmm, Willend !" Jawab Pradiktan.
__ADS_1
"Bukankah besok mulai pertandingan ketiga ?" Tanya Rasya.
"Emm, itu juga yang ingin ku katakan padamu. Aku sudah mengecek pesannya, kita dapat jadwal jam lima sore. Apakah kau bisa ?" Tanya Pradiktan.
Rasya segera mengalihkan pandanganya, pada kalender jadwal kuliahnya, besok ia hanya ada jam kuliah dari pukul sepuluh agi hingga jam tiga sore.
"Hmm, Aku bisa. Bagaimana dengan mu master ?" Tanyanya kembali.
"Emm, Aku tidak memiliki kegiatan apapun besok sore. Baiklah sampai jumpa besok sore, aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan malam ini." Jawab Pradiktan.
Rasya kembali log out dari dalam game, dan mulai fokus kembali dengan tugas resumenya.
*****
Jam tangan Rasya sudah menunjukkan pukul tiga kurang lima menit. Sebentar lagi jam kuliah akan selesai, ia benar benar sudah tidak sabar untuk pulang. Walaupun tubuhnya lelah, karena telah sangat aktiv kuliah dari pagi hingga jam segini, namun semangatnya tidak akan luntur untuk pertandingan sore ini.
Setelah dosen meninggalkan ruangan kuliahnya, gadis itu segera bergegas pulang kerumahnya. " Emm masih ada waktu satu jam lagi, sebaiknya aku membersihkn diriku terlebih dahulu." Gumamnya setelah sampai didalam kamar asramanya.
Dalam waktu beberapa saat, pasangan Pradiktan dan Willend telah berhasil mengalahkan pasangan lawannya.
"Maafkan aku Buterfly." Ucap Willend setelah selesai melumpuhkan temannya itu.
"Emmm, tidak masalah Willend. Sudah seharusnya kau melakukan ini, semangatlah aku akan mendukung mu menjadi juaranya." Ucap Buterfly dengan lapang dada, berbeda dengan kekasihnya Lebah_Raksasa, yang langsung meninggalkan arena pertandingan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Pertandingan terus dilanjutkan, Pradiktan dan Willend telah berhasil mengalahkan beberapa pasangan lainnya, dan sekarang adalah penentuannya, mereka berdua akan mulai bertanding dengan pasangan yang terakhir.
"DEG !"
Semua pemain yang menonton mereka diarena itu merasa tegang. Ketika melihal lawan pasangan itu yang terakhir adalah Acxelliglenard dan Penyihir_Cantik.
__ADS_1
Keempat manusia yang berada dipanggung pertandingan terlihat sangat tegang, mereka saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam.
"Wuih, aku melihat ada kilatan petir ditengah tengah mereka." Ucap Arjuna yang sedang menyaksikan pertandingan itu.
"Emm, aku ingin melihat. Siapakah yang akan memenangkan pertandingan ini." Ucap Aksa_R.
"Ckh ! Kau masih belum bisa menemukan jawabannya ? Sudah jelas bukan ?" Ucap Rey_K dengan percaya diri.
"Dang ! Dang ! Dang !"
Suara wasit memukul sebuah gong yang berada ditengah tengah arena. Sebagai tanda mereka sudah dapat memulai pertandingan terakhirnya.
"Emm master, apa kau lelah ? Bagaimana jika aku yang terlebih dahulu menghadapi mereka, dan kau bisa mengawasi ku dari belakang." Ucap Willend menggoda Pradiktan.
"Emm, baiklah jika itu keinginan mu. Apakah kau tidak takut istriku ?" Balas Pradiktan menggoda Willend.
"Ckh ! Apa yang perlu ku takutkan, bukankah kekasih ku akan menjaga ki dari belakang. Lagi pula aku hanya memulainya sebentar dan kau yang akan membereskan sisanya." Ucap willend.
γ
Serangan Pradiktan berhasil melumpuhkan Penyihir_Cantik dan membuat Acxelliglenard semakin emosi, ia ingin membalas perbuatan Pradiktan namun serangan dari Rasya secara tiba tiba yang tidak ia prediksi sebelumnya, telah berhasil melumpuhkannya dan membuat pasangan itu kalah.
"Selamat untuk pasangan Pradiktan_AT dan RC.Willend yang telah memenangkan pertandingan ini. Mereka berdua akan mewakili guild kita untuk melawan guild lainnya besok." Bunyi pengumuman resmi yng dikeluarkan diserver.
***Hallo readers π€***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, coment, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
__ADS_1
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
Bye Bye and See u next timeπ€π€