Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 63


__ADS_3

PERHATIAN !


Sebelum membaca episode ini, tolong pastikan jika kamu telah menekan tombol like terlebih dahulu untuk mendukung author agar lebih semangat lagi dalam bekarya. Terimakasih ! 🙏😘


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Gadis itu tak menyadari jika suara dering panggilan masuk tadi merupakan panggila vidio. Rasa malu yang teramat besar datang menghampirinya manakala ia menatap wajah Ardhian yang tersenyum nakal kearahnya.


"SENIOR ?" Pekik Rasya tak percaya, membuat pria tampan itu semakin tersenyum lebar.


"Ini sudah siang nona ! Namun kau masih terlena dengan alam mimpi mu ! Apakah kau sedang memimpikan ku sayang ? Hingga kau tak ingin bangun dari tidur mu." Ucap Ardhian menggoda sang kekasih, membuat Rasya semakin gugup karena menahan malu.


Rasya memutr bola matanya, dan mengalihkan kamera handphonennya menjadi kamera belakang sehingga Ardhian tak bisa melihat wajahnya lagi.


"Sayang ? Apa yang kau lakukan ? Apakah kau ingin aku melihat seluruh isi kamar mu ?" Ucap Ardhian usil.


Gadis cantik itu menggerak-gerakkan mulutnya mengikuti nada bicara Ardhian, tanpa mengeluarkan suara. "Kau menyebalkan Tuan !" Ucap Rasya.


"Hehe, baiklah sayang ! Aku tidak akn mengganggu mu lagi ! Bersiaplah ! Aku akan menjemput mu setengah jam lagi !" Ucap Ardhian pada Rasya.


"Hmmm, bagaimana jika aku tidak mau ikut dengan mu Tuan !" Ucap Rasya kembali, ia berniat ingin membuat pria itu menyesal karena telah mengganggunya.


"Kau yakin sayang ?" Tanya Ardhian dengan nada yang serius.


"Emmm, aku yakin ! Bahkan sangat yakin !" Jawab Rasya.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu sayang ! Aku akan pergi bersama anak-anak yang lain untuk berbelanja oleh-oleh, apakah kau lupa jika besok kita harus segera kembali ? Nikmati waktu mu sayang ku !" Ucap Ardhian santai.

__ADS_1


Rasya membulatkn matanya, ia menyesal karena telah berniat ingin membuat sang master itu bertekuk lutut memohon padanya. Namun sepertinya gadis cantik itulah yang terjebak didalam situasi ini. Ya ! Ia harus mengalah pada pria itu.


"Aku akan menemui mu setengah jam lagi !" Ucap Rasya dan segera mematikan handphonenya.


"Huuuuuukhh aku kalah lagi ! Tunggu pembalasan ku master !" Rasya bergumam dengan menunjuk-nunjuk benda pipih miliknya.


Rasya segera berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, meninggalkan tempat tidurnya yang masih berantakan.


🍂🍂🍂🍂🍂


"Ting !" Sebuah notifikasi pesan masuk kedalam handphone Rasya.


"Sayang, apakah kau sudah siap ?" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh Ardhian. Rasya yang telah siap berkemas langsung mengambil tas nya dan segera berjalan kearah pintu kamar.


"Emm, aku sudah siap, dan akan segera turun kebawah !" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh Rasya, dan setelahnya gadis itu langsung membuka pintu kamar.


Rasya mengusap-usap dadanya, jantungnya berpacu dengan kencang, hingga ia harus mengatur sistem pernafasannya yang tergoncang itu.


"Sejak kapan kau berada disini kak ?" Tanya Rasya seraya mengelus dadanya. Ardhian tersenyum menatap kearah gadis cantik itu.


"Sekitar sepuluh menit yang lalu." Ucap Ardhian dengan senyum yang mengembang.


"Sepuluh menit ?" Batin Rasya seraya mengerutkan dahinya.


"Apakah kau akan terus berdiri disini seperti itu nona ? Aku takut ada yang salah paham dengan situasi ini." Bisik Ardhian seraya tersenyum nakal.


"Huuuffh" Rasya membuang nafasnya, ia segera melangkahkan kakinya keluar kamar, dan menutup pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Ardhian tersenyum geli melihat tingkah laku gadis cantik yang berada didekatnya. Pria tampan itu menjulurkan tangannya kearah Rasya, memperlihatkan telapak tangan yang siap untuk menggenggam tangan gadis cantik itu.


"Tapi aku rasa kau belum pulih seutuhnya junior !" Rayyan memeperlihatkan cengiran nakalnya seraya melirikkan mata kearah Ardhian. Ia sedang meledek tingkah Ardhian yang sangat romantis pagi ini, menunggu sang kekasih selama hampir setengah jam didepan pintu kamar gadis itu, menemaninya mengambilkan sarapan, menyiapkan kursi untuk gadis itu. Ceh, itu telah cukup untuk memperlihatkan seberapa besar sikap protektif pria tampan itu.


"Emmm ?" Gumam Rasya seraya mengerutkan dahinya. "Apa maksud mu senior ? Aku tak mengerti ? Sungguh ! Aku telah merasa cukup sehat saat ini." Ucap Rasya dengan polosnya.


Arjun ingin membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Rasya, namun sepageti itu masik memenuhi mulutnya. Hingga membuat pria itu mempercepat kunyahannya dan dengan cepat meneguk segelas air putih hingga bersih tanpa sisa. "Maksudnya ...."


"Ekhem !" Ardhian berdehem memotong ucapan Arjun yang dapat ia tebak dengan mudah berjalan kearah mana alur ceritanya.


"Makanlah ! Kau harus menghabiskan sarapan mu sayang !" Ardhian memberikan sandwich untuk gadis cantik itu.


"Ukhuuuk ! Ukhuuuk !" Arjun terbatuk mendengar ucapan Ardhian. "Sepertinya ada sesuatu yang menyangkut ditenggorokanku !" Ucapnya seraya mengusap tenggorokkannya. Sedangkan Rayyan dan Pandu hanya memutar bola matanya dengan kompak dan memilih untuk fokus menyantap sarapan paginya.


"Kau butuh minum senior ?" Rasya dengan polosnya mewari segelas susu untuk Arjun. Membuat tiga pria sahabat kekasihnya itu membukatkan mata menatap kearahnya.


"Emmm ?" Gumam Rasya bingung, dengan kerutan tipis didahinya.


"Lanjutkan sarapan mu sayang ! Biar aku yang mengambilkan minuman untuk pria ini !" Ucap Ardhian dengan mata yang melirik tajam kearah Arjun.


"Ekhem ! Tidak usah Ar ! Aku bisa mengambilnya sendiri." Arjun tersenyum paksa dan segera bangkit dari kursinya dengan membawa gelas kosong miliknya.


Ardhian menyantap sarapannya dengan anggun, dengan pandangan yang terus menatap kearah sang kekasih. Bibirnya melengkung ketika melihat gadis itu makan dengan lahap. Tangan Ardhian bergerak untuk mengusap sisa makanan yang menempel disudut bibir gadis itu. Sehingga membuat Rasya berhenti mengunyah dan tersenyum malu kearah Ardhian.


"Apakah aku boleh bergabung disini ?" Ucap seseorang yang telah duduk disamping Ardhian, tepatnya dikursi yang tadi diduduki oleh Arjun yang sedang mengambil air minumnya.


 

__ADS_1


Ardhian dan Rasya memperlihatkan keromantisannya, pria tampan itu semakin intens menyuapi Rasya, bahkan berulang kali ia mengusap pucuk kepala gadis itu. Hingga membuat seseorang yang menatap kearahnya merasa jengah dan memasang senyuman terpaksa.


__ADS_2