Kekasih Online

Kekasih Online
EPISODE 65


__ADS_3

PERHATIAN !


Sebelum membaca episode ini, tolong pastikan jika kamu telah menekan tombol like terlebih dahulu untuk mendukung author agar lebih semangat lagi dalam bekarya. Terimakasih ! 🙏😘


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Matahari telah bersinar cerah, para mahasiswa itu telah berada dibandara, bersiap untuk kembali kekota asalnya.


Rayyan duduk disamping Ardhian ia berbisik kearah saudara sepupunya itu. "Psst, bagaimana semalam ? Apakah berjalan lancar ?" Bisik Rayyan ditelinga Ardhian, membuat pria tampan itu melirikkan mata tajamnya kearah Rayyan.


Sudut bibir Ardhian sedikit terangkat keatas, ia tersenyum kearah Rayyan, sehingga membuat pria itu tersenyum lebar.


"Kau berhutang pada kami bertiga Ar !" Ucap Rayyan dan membuat Arjun dan Pandu tersenyum lebar.


Rasya berjalan kearah Ardhian, ia baru saja datang bersama Tamara. "Ada apa junior mengapa wajah mu ditekuk seperti itu ?" Tanya Arjun.


Gadis cantik yang telah duduk disamping Ardhian terlihat menarik nafasnya. "Karin belum ketemu, aku sangat mengkhawatirnya kak ! Dia telah menghilang sejak kejadian malam itu !" Ucap Rasya dengan wajah lesunya.


Ardhian mengusap keala Rasya, dan memperlihatkan senyum tipisnya. "Jangan terlalu dipikirkan, aku yakin dia baik-baik saja." Ucap Ardhian.


Rasya menganggukkan kepalanya, dan mencoba untuk tersenyum tipis. Pikirannya masih berputar-putar memikirkan keberadaan Karin.

__ADS_1


 


 


"Maafkan aku kak !" Ucap Rasya merasa bersalah karena telah membuag pria itu terbangun.


Ardhian tersenyum kearahnya, dan mengusap wajah gadis cantik itu. "Apakah kau telah selesai membaca novel mu sayang ?" Ucapnya dengan tangan yang masih menikmati wajah cantik itu.


Rasya menganggukkan kepalanya, ia menegakkan badannya dan memasukkan novel itu kedalam tasnya.


"Apakah kau kurang tidur kak ? Kau terlihat sangat kelelahan." Ucap Rasya.


"Aku tidak bisa tidur nyenyak jika tidak menggunakan bantal ku." Ucap Ardhian yang berhasil membuat Rasya membulatkan matanya.


"Kau serius kak ?" Ucap Rasya tak percaya.


Ardhian menganggukkan kepalanya. "Namun sepertinya itu tidak berlaku jika berada disamping mu sayang. Terimakasih telah membuatku tertidur." Ardhian tersenyum dengan tangan menggenggam tangan Rasya.


Gadis cantik itu sangat gugup, jantungnya terus berpacu dengan kencang. mengumandngkan syair-syair cinta yang berlagu mengikuti iringan nada yang telah terukir indah didalam qalbu.


Rasya mengalihkan pandangannya menatap kearah jendela pesawat, menikmati gumpalan awan yang terhampar bagaikan kapas yang berterbangan. Menutupi keindahan alam yang berada dibawahnya, bumi nan hijau dihiasi lautan yang berwarna biru, menciptakan pemandangan yang indah nan eksostis.

__ADS_1


"Tenang bukan ? Dari atas sini kita bisa melupakan permasalahan yang telah terjadi, karena awan-awan ini telah membantu kita untuk menutupi permasalahan yang ada dibumi." Ucap Rasya yang terpana melihat keindahan alam itu.


Ardhian melengkungkan bibirnya keatas, memperlihatkan sedikit lesung pipinya yang manis.


"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." Ucap Ardhian dengan senyuman yang manis menatap kearah Rasya. Membuat gadis cantik yang sedari tadi menatap kearah jendela pesawat, mengalihkan pandangannya kearah Ardhian.


Wajah mereka hampir saja berbenturan karena Rasya yang berbalik secara tiba-tiba tak menyadari keberadaan Ardhian yang ternyata berada didekatnya. Menepis jarak diantara mereka, wajah yang berjarak dua centi meter itu, membuat nafas mereka menderu karena merasa gugup.


Rasya mengedipkan matanya, dan kembali mengalihkan pandangannya. "Bukankan itu kutipan dari puisi 'Aku Ingin' karya Sajardi Djoko Damono ?" Ucapnya menutupi rasa kecanggungan.


Ardhian menganggukkan kepalanya. "Huuuuhf" pria tampan itu menghembuskan nafas panjangnya. "Ternyata kekasih ku sangat rajin membaca buku, bahkan ia mengingat kutipan puisi itu. Sepertinya aku harus bekerja keras untuk menciptakan bait-bait puisi ku sendiri." Ucap Ardhian.


Rasya tersenyum tipis dan kembali menikmati pemandangnnya. Kedua insan itu begitu menikmati kebersamaan yang telah mereka jalin.


 


 


🍂🍂🍂🍂🍂


Hay readers, jangan lupa like, rate bintang lima, vote and share sebanyak-banyaknya ya ! Ayo dukung terus novel "KEKASIH ONLINE" agar author semakin semangat menulisnya. 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2