
πππ
Siang itu terlihat sangat cerah, matahari memancarkan sinarnya dengan sempurna ditemani oleh hamparan langit yang berwarna biru. Terlihat seorang gadis tengah mondar mandir didalam sebuah ruangan. Ia terlihat sangat gelisah sembari menanti kedatangan seseorang, raut wajah gadis itu terlihat lusuh mengisyaratkan rasa cemas yang mendalam.
"Bersabarlah karina ! Aku yakin sebentar lagi mereka pasti datang." Ucap Siska memecah keheningan dan mencoba untuk menenangkan Karina.
Karina hanya memandang Siska sekelas, ia pergi berlalu menuju sofa yangada diruangan itu dan menyandarkan kepalanya kebadan sofa tersebut. Ia benar-benar merasa cemas, hal yang paling ia takutkan adalah jika orang yang ditunggunya itu tak akan datang. Segala cara telah ia coba untuk menenangkan dirinya, namun semua itu tetap tak akan mampu menyembunyikan kegelisahannya.
Setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama, terlihat seorang pria yang mengenakan baju kaos berelengan pendek yang dipadukan dengan celana jeans berwarna biru memasuki ruangan tersebut, dengan menjinjing ransel ditangannya. Pria itu terlihat tampan dengan gayanya. Karina yang tengah duduk langsung berdiri dan melihat kearah pintu
"Sorry telat !" Ucap Pandu seraya menebarkan senyuman kearah Karina dan Siska. Namun Karina tak menanggapi kedatangan Pandu. Ia terus fokus menatap ke arah pintu masuk ruangan itu, berharap akan ada orang yang memasuki ruangan itu kembali.
Siska yang paham akan maksud temannya itu pun langsung bersuara. "Ia nggak kenapa-kenapa kok Kak ! Oh iyaa, Kak Pandu cuma dateng sendirian ?" Tanya Siska kepada Pandu.
Pandu sangat paham maksud dari pertanyaan wanita itu,dan ia juga telah memperkirakan akan ada kejadian seperti ini, tapi hal tersebut tetap membuat ia merasa kecewa dengan kedua gadis itu. "Ternyata gadis ini benar-benar sombong !" Batin Pandu.
"Hehe ia aku cuma dateng sendirian, karena yang lain sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, lagian cuma nge instal laptop aja kan ?" Ucap Pandi sambil memperlihatkan senyum sinis nya, dan ditanggapi anggukan oleh Siska. Karina yang merasa kesal dengan kebenaran ucapan Pandu itu pun langsung pergi menuju sofa dan merebahkan badannya kembali. Pandu merasa sangat muak dengan tingkah gadis itu. "Mana laptop yang mau di install ? Aku tak bisa berlama-lama berada disini !"Β Ucap pandu tegas.
Siska pun segera mengarahkan pandu ke arah sebuah meja yang diatasnya telah ada Laptop Karina. Tak perlu menunggu lama, Pandu segera duduk dikursi itu dan segera melakukan tugasnya. Tak butuh waktu yang lama Pandu telah sukses menyelesaikan kegiatannya, dan ia segera pamit kepada Siska.
__ADS_1
"Terima kasih kak." Ucap Siska sambil memberikan botol minuman kepada Pandu.Β Pandu menerima minuman yang diberikan oleh Siska, dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu, sambil menatap sinis ke arah karina. Setelah pandu berlalu pergi dari ruangan itu, Siska segera menemui Karina.
"Karin, Kak Ardhian lagi banyak kerjaan makanya dia gak ikut kak Pandu kesini. Udah dong jangan marah lagi, aku yakin kalo kak Ardhian gak sibuk pasti dia udah kemari kan. Kan kamu tau Rin, Kalo Kak Ardhian itu pengusaha muda, jadi jarang ada dikampus kan. Kamu harus sabar Rin, jangan kayak gini." Ucap Siska panjang lebar merayu Karina, dan hanya dibalas anggukan oleh gadis itu.
Ditempat lain, dua sejoli tengah sibuk berpetualang memburu monster didalam game, mereka berdua terlihat sangat akrab, walaupun belum lama kenal. Satu persatu monster yang mereka hadapi berhasil dikalahkan. "Permainan mu Sangat keren Kak !" Pujian Rasya untuk Pradiktan_AT, setelah selesai membunuh monster raksasa.
"Kau juga semakin kuat Will !" Balas Pradiktan_AT.
"Tapi aku masih perlu belajar banyak dari mu Kak !" Balas Rasya lagi.
"Iyaa, Tapi nanti lagi ya Will, gak bagus ngelawan monster terus, gak kasian apa sama tanganya." Ucap Pradiktan_AT merayu Rasya.
"Willend ! Aku harus menerima panggilan sebentar." Ucap Pradiktan_AT yang harus menerima panggilan dari Handphonenya.
"Baiklah kak, Aku akan menunggumu disini." Balas Rasya.
Rasya menunggu kekasihnya itu seraya berjalan-jalan didalam game untuk membuat ramuannya.
Diloksai lain, Pandu baru saja memasuki kamar asramanya. Arjun dan Rayyan menatap bingung ke arah Pandu, karena Pandu terlihat badmood ketika masuk kedalam kamar itu.
__ADS_1
Pandu langsung melemparkan tas nya kesembarang arah, dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjangnya.
"Apa yang telah terjadi, kenapa wajahmu terlihat kusut pandu ?" Tanya Rayyan.
"Bukankah kau baru saja bertemu dengan putri kampus itu ?" Ucap Arjun.
" Huuuuuufth" Pandu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Aku menyesal pergi menjumpai wanita itu, dia benar-benar wanita yang sangat sombong. Kau tau ? Jangankan untuk mengucapkan kata terimakasih karena aku sudah membantunya, bahkan menatapku saja ia enggan. Ia merasa kecewa karena si idola kampus tak ikut bersama ku." Ucap Pandu kecewa.
"
γ
***Hallo readers π€***
Terimakasih atas dukungannya untuk novel "KEKASIH ONLINE" dan tetap setia dukung novel ini terus ya ! Jangan lupa like, comennt, and share novel ini ya.
Salam manis dari Rasya dan Ardhian π€π
Oh iya hampir aja kelupaan, jangan lupa untuk VOTE novel ini juga ya..
__ADS_1