
Acxelliglenard dan Penyihir_Cantik telah meninggalkan Pradiktan_AT dan teman temanya.
Vidio yang dibuat oleh acxelliglenard pun telah dihapusnya, dan pria itu juga telah minta maaf kepada RC.Willend dengan membuat pengumuman diserver.
***Back to Pradiktan_AT***
Malam itu Ardhian tengah chatingan didalam game bersama kekasihnya, RC.Willend. Namun Willend menghilang tiba tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Arjuna mengirimkan sebuah vidio kepada Pradiktan_AT, Vidio yang sama seperti yang Mrs.Frog kirimkan untuk Willend.
Emosi Pradiktan_AT meningkat setelah melihat vidio itu. "Jadi ini yang membuat Willend menghilang secara tiba tiba, tanpa memberi kabar terlebih dahulu." Batin Pradiktan_AT seraya mengepalkan tangannya.
Hingga akhirnya, Pradiktan memutuskan untuk menghubungi Acxelliglenard.
"Apa mau mu ?" Bunyi pesan yang dikirimkan oleh Pradiktan kepada Acxel.
Acxelliglenard yang mendapatkan pesan itu tersentak, ia tak mengerti maksud dari ucapan Pradiktan.
Pradiktan mengirim kembali vidio yang dikirimkan oleh Arjuna tadi kepada Acxelliglenard.
Acxell membuka vidio itu, dan tersentak setelah menonton vidio itu sampai selesai.
__ADS_1
"Dari mana kau mendapatkan vidio ini ?" Tanya Acxelliglenard.
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya kepada mu, apa maksud dari vidio itu ! Aku menantang mu untuk bertanding besok malam diarena satu lawan satu, jika aku berhasil mengalahkan mu, maka kau harus menghapus vidio itu, dan meminta maaf pada Willend." Balas Pradiktan penuh penekanan.
Acxelliglenard mengepalkan tangannya, ia sangat mengetahui siapa Pradikan_AT, pria itu terkenal dengan sebutan The Kings sebagai permain teratas. Sepertinya dia tak akan sanggup melawan pria itu.
Acxelliglenard menghubungi Penyihir_Cantik, dan memastikan siapa yang mempublish vidio tersebut.
Penyihir_cantik akhirnya jujur pada Acxelliglenard setelah beberapa kali acxel menekannya dengan beberapa pertanyaan. Penyihir_Cantik mengatakan jika dialah yang mempublish vidio itu.
Wanita itu tak menyangka jika Acxelliglenard akan marah padanya hanya gara gara vidio itu. Akan tetapi wanita licik itu mempunyai segala cara untuk membujuk Acxelliglenard agar mau memaafkannya.
Acxel pun secara terpaksa harus menuruti ajakan pradiktan, untuk bertanding diarena besok malamnya.
"Kau benar benar kejam brother !" Ucap Rey_K setelah pradiktan mengalahkan Acxelliglenard.
"Hmm padahal aku tau bahwa kau bisa mengalahkannya diawal, tapi kau malah mempermainkannya, dan sukses membuat pecundang itu malu." Timpal Aksa_R.
"Sepertinya kau harus berhati hati dengan suami mu ini kakak ipar. Ia pasti sangat kejam dalam menyiksamu, ku jadi tidak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan padamu. Kau harus meningkatkan kewaspadaanmu." Balas Arjuna menggoda Willend, seraya mengirimkan emoticon nakal.
"Huuufh" , Rasya menghembuskan nafasnya panjang. "Belum bertemu dengannya saja sudah bisa membuatku malu dihadapan master, dasar simulut manis Arjuna." Gumam Rasya dikehidupan nyata.
__ADS_1
"Tapi aku belum mengucapkan apapun kepada master." Batin Rasya.
"Terimakasih master !" Bunyi pesan yang dikirimkan Rasya kepada Pradiktan.
"Simpanlah ucapan terimakasih mu itu istriku. Kau tidak perlu mengucapkannya sekarang, dan sudah seharusnya aku sebagai kekasih mu berdiri paling depan untuk membelamu." Balas Pradiktan_AT.
"Whoaaah ! Berhentilah pamer kemesraan dihadapan kami para jomblo ini." Ucap Arjuna.
"Sepertinya kau benar benar beruntung karena telah melepaskan mantan kekasihmu yang pecundang itu, dan memutuskan untuk memilih my brother." Ucap Ray_K.
"Ckh ! Berhenti menggoda istriku, dan jangan bahas masa lalunya lagi. Biarkan dia bahagia dengan masa depannya yang sekarang ia miliki." Balas Ardhian.
"Sudahlah ! Bagaimana kalau kita berburu monster sekarang ?" Ucap Aksa_R mengajak teman temanya.
"TRIIIING !"
Handphone Rasya berdering, ia segera mengambil handphone yang tergeletak diatas meja belajarnya, dan segera menggeser layarnya untuk melihat notifikasi tersebut.
Sebuah pesan singkat diterima oleh Rasya.
"Pergilah keperpustakaan sekarang ! Aku menunggumu." Bunyi pesan itu.
__ADS_1
Rasya menatap layar handphone nya itu, berusaha untuk mengingat nomor siapa yang menghubunginya. Ia merasa penasaran dengan pesan itu.